Mengapa Playstation Vita tidak Mampu Bertahan dan Menjadi Console Game Portable yang tidak Laris di Pasaran?

Playstation Vita atau sering disingkat PS Vita merupakan konsol game portable yang diluncurkan oleh Sony pada tahun 2011 silam. Awal-awal dirilisnya, PS Vita digadang sebagai sebuah perangkat portable yang mampu menjalankan game dengan kualitas visualisasi hampir setara dengan konsol game seperti PS3 dan XBOX 360. Tak omong besar, game seperti Uncharted: Golden Abyss dan Gravity Rush membuktikan klaim dan potensi tersebut.

Namun pelan tapi pasti, PS Vita mulai ditinggalkan. Eksekutif Sony, Shawn Layden dalam wawancaranya dengan TIME mengungkapkan Sony tak tertarik untuk “menghidupkan kembali” Vita. Layden menyebut bahwa Vita sudah terbukti tak terlalu laris di kawasan Amerika Serikat dan Eropa.

Menurut kalian, Mengapa Playstation Vita tidak mampu untuk memenuhi ekspetasi pengguna (gamer) dan menjadi console game portable yang tidak laris di pasaran?

1 Like

Menurut saya, PS Vita tidak dapat bersaing dengan game handheld portable lainnya karena kedatangannya yang dinilai terlambat dibandingkan produk lain sejenisnya. Jack Tretto, mantan CEO Sony Computer Entertainment of America (SCEA) -sekarang Sony Interactive Entertainment America - mengatakan bahwa PS Vita memang mempunyai mesin yang hebat, hanya saja telat. Terlambatnya karena menurut Tretto saat ini dunia telah bergeser menggunakan smartphone dan tablet. Jadi, kegagalan PS Vita ini terjadi karena produk ini diluncurkan pada saat smartphone dkk sedang ramai-ramainya di pasaran, sehingga membuat popularitas PS Vita tidak mampu bersaing.

Menurut saya, salah satu faktor yang menyebabkan Playstation Vita atau PS Vita tidak terlalu laku di pasaran adalah karena harga PS Vita yang terbilang mahal untuk sebuah console game portable. Walau memang PS Vita ini memiliki spesifikasi yang sangat baik untuk memainkan game-game high-end. Bahkan graphic yang ditawarkan PS Vita setara dengan PS 3 dan hampir mendekati PS 4, jauh lebih baik dari pendahulunya yaitu PSP. Namun menurut pandangan saya walaupun dengan spesifkasi seperti itu, gamer tentu lebih memilih langsung menggunakan console seperti PS 4 atau XBOX dibandingkan dengan menghabiskan banyak uang untuk membeli PS Vita. Apalagi untuk bisa memainkan game di PS Vita, diperlukan memory dan juga game yang harus dibeli dengan harga yang juga dapat dibilang sangat mahal.

Dari faktor game-game yang didukung, PS Vita tidak mendukung banyak game. Bahkan game-game dari PS 2 yang merupakan salah satu console tersukses sepanjang masa tidak bisa dimainkan di PS Vita. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa PS Vita tidak laku di pasaran.

Selain itu juga PS Vita dirilis pada tahun 2011 dimana saat itu smartphone sedang sangat berkembang dengan munculnya smartphone ber-spesifikasi mumpuni dan dilengkapi dengan teknologi grafis yang sangat baik yang mampu untuk memainkan game-game high-end. Apalagi game-game di smartphone bisa didapatkan dengan harga yang sangat murah jika dibandingkan dengan console portable membuat PS Vita semakin sulit untuk berkembang.

Sampai sekarang ini dimana Sony secara resmi tidak lagi memberikan support terhadap PS Vita menandakan bahwa PS Vita tidak lagi memberikan keuntungan bagi Sony membuat PS Vita semakin sulit untuk bangkit kembali menjadi Console game portable yang digemari.

Tidak adanya "killer game"

Masalah terbesar PS vita ialah tidak ada game dalam konsol tersebut yang menjadi pembelian esensial. Hal itu dapat dilihat dari lima game terlaris jika dibandingkan konsol pendahulunya yakni PSP.

Hardware lebih powerful namun kurang menarik

Nintendo meyakinkan konsumennya untuk membeli 3DS karena satu alasan utama, yakni pihaknya menawarkan fitur 3D stereokopis.
Di sisi lain, PS Vita lebih hebat daripada 3DS dalam hal kekuatan pemrosesan, kemampuan grafis ,serta memori.

image

Tapi kenyataannya, Nintendo terus mendominasi pasar konsol handheld karena mengerti apa yang diinginkan oleh gamer handheld itu sendiri. Dan bila dibandingkan berdampingan, 3DS sebenarnya bisa dibilang perangkat yang lebih mengesankan daripada PS Vita.

Sony terus menyulitkan dirinya sendiri

Sony terus mengecewakan konsumennya dengan janji yang tidak terpenuhi dan membingungkan untuk produk Vita. Salah satunya dengan meluncurkan fitur Remote Play, yang memungkinkan gamer untuk menghubungkan konsol game ke PS Vita, mirip dengan Nintendo Wii U. Fitur ini belum mendapatkan banyak perhatian karena dianggap berlebihan oleh banyak konsumen.

Referensi:

1. Perubahan pada pasar gaming

Salah satu faktor terbesar memanglah smartphone. Pada saat itu, pasar mobile gaming sedang besar-besarnya sehingga ps vita tenggelam dalam kompetisi pasarnya.

2. Harga hardware yang mahal
Harga ps vita saat itu memang sebanding dengan apa yang kita dapatkan, yaitu konsol gaming yang kuat. Namun bila dibandingkan dengan harga PS3 atau Xbox, apalagi dengan smartphone yang jauh lebih murah, customer pasti tidak akan memilih ps vita.

3. Harga memory card yang mahal

Pada awalnya, ps vita diklaim sebagai hardware premium oleh sony. Namun pada kenyataannya, harga yang mahal tidak terletak pada hardwarenya, namun pada memory cardnya. Customer pasti akan lebih senang apabila harga yang mahal dibayarkan untuk konsol gamenya, sementara untuk memory card customer dapat membeli card yang tersedia di pasar dengan harga yang lebih murah.

Menurut saya, Playstation vita mempunyai kualitas dan graphic bisa dibilang bagus untuk sebuah console games portable. Tetapi, ada beberapa alasan Playstation Vita atau PS Vita tidak lagi digemari oleh gamers sebagai console game portable. Alasan tersebut adalah

  1. PS vita dijual dengan harga yang lumayan tinggi. Dengan harga sekitar 2 juta an, PS vita bisa didapatkan. Tentunya dengan harga tersebut pada saat ini sudah bisa didapatkan gadget yang dimana performa untuk bermain games sudah tidak bisa diragukan lagi. Selain harga PS vita tergolong mahal, memori pada PS vita juga dijual dengan harga yang cukup mahal.
  2. PS vita Rilis pada tahun 2011. Pada tahun tersebut bisa kita lihat bahwa smartphone dan gadget juga sudah mulai bermunculan. Jika dibandingkan hanya untuk bermain games saja tentunya kualitas smartphone tidak bisa diragukan lagi.
  3. PS vita tidak disupport oleh banyak games. Memang pada PS vita sudah disupport beberapa games yang tergolong besar, tetapi masih ada games besar yang lumayan banyak peminatnya tetapi tidak bisa dimainkan pada PS vita ini. Mungkin ini juga sangat berpengaruh pada keminatan seorang gamers ke PS vita ini.

Dilihat dari beberapa alasan diatas, mungkin kehadiran smartphone sangat berpengaruh pada eksistensi PS vita itu sendiri. Dan dari pihak Sony sendiri tidak akan membangkitkan produk PS vita ini lagi dikarenakan mereka sudah menganggap PS vita sudah tidak menjadi pusat perhatian lagi dikalangan gamers.

Menurut saya faktor utamanya adalah terlambat, dimana pasar konsol portable sedang terdesak oleh game game pada smartphone sehingga banyak orang yang lebih memilih memainkan game pada smartphone sekaligus tetap memberikan fungsi komunikasi dibandingkan dengan hanya bermain game. Kedua, kurangnya game yang mengena di hati penikmatnya. Dibandingkan dengan rivalnya yaitu Nintendo dengan 3DS-nya dimana konsol tersebut mampu menghadirkan game yang mengena di hati penikmatnya seperti Pokemon, sehingga ada kesan eksklusif ketika memainkan Pokemon karena hanya ada pada konsol 3DS saja

Plystation Vita tidak mampu bertahan dan menjadi console game portable yang tidak laris di pasaran karena kurangnya game eksklusif pada PS Vita, dimana kebanyakan game – game pada PS Vita adalah game – game berbahasa Jepang yang rasanya kurang sukses. Dan juga kebanyakan game-game pada PS Vita adalah game-game turunan dari PS3 dan PS4, sehingga memang PS Vita kurang dari kehadiran game-game eksklusif pada platformnya.

Selain itu, Sony memunculkan PS Vita di tengah masa keemasan smartphone yang kini mendominasi dalam dunia game mobile. Dan untuk harga yang ditawarkan PS Vita terbilang mahal yakni seharga 2-3 jutaan. Itu pun PS Vita yang hanya bisa memainkan game original yang harganya gamenya selangit. Jika merujuk pada harga PS Vita di atas dengan rentang harga 2-3 jutaan kita telah bisa memiliki smartphone tangguh yang bisa memainkan game-game berat sekelas PS Vita. Menurut saya adalah langkah yang kurang tepat di mana kemunculan PS Vita di tengah masa keemasan smartphone dan Sony memang pada beberapa kesempatan mengakui bahwa PS Vita memang kalah oleh dominasi smartphone saat ini.