Mengapa perut dapat mengeluarkan bunyi?

keroncongan

Seringnya perut kita mengeluarkan bunyi saat perut lapar. Orang Yunani menyebut keadaan ini dengan sebutan borborygmi. Kita lebih mengenalnya dengan kata ‘keroncongan’. Sebenarnya, kenapa perut kita berbunyi di saat lapar?

1 Like

Suara yang dihasilkan perut adalah hasil dari gerakan organ-organ pencernaan di perut, seperti lambung, usus halus, dan usus besar. Gerakan ini disebut dengan gerakan peristaltik, yaitu gerakan yang tidak disadari, dan langsung diatur oleh otak.

Pada dasarnya, saluran pencernaan (dari mulut hingga anus) adalah saluran yang hampa udara dan memiliki dinding yang terdiri dari otot-otot polos. Ketika dinding tersebut aktif atau bekerja, maka muncul gerakan peristaltik tersebut. Gerakan meremas-remas ini bertujuan untuk mendorong makanan, cairan, serta gas untuk masuk ke dalam. Hampir sama dengan bagaimana jantung bisa memompa darah, gerakan saluran cerna yang tidak disadari ini juga disebabkan oleh adanya potensial listrik (BER) yang dilakukan oleh sel agar menimbulkan kontraksi. Ritme yang dihasilkan sekitar 3 kali per menit pada lambung dan 12 kali per menit terjadi pada usus halus. Sehingga suara perut yang Anda dengar tersebut adalah suara dari dinding lambung dan usus halus yang berkontraksi, yang sedang berusaha mencampur semua makanan, cairan, serta gas dan mendorongnya untuk masuk ke saluran selanjutnya.

Dua jam setelah saluran cerna mengosongkan semua makanan dari tempatnya, perut akan memberikan sinyal pada otak untuk mengeluarkan hormon sebagai respon dari perut yang kosong. Kemudian otak menjawab sinyal tersebut dengan cara menstimulasi otot-otot polos yang ada pada saluran cerna dan memulai gerakan peristaltik.

Akan terjadi dua hal dari gerakan tersebut: pertama, kontraksi akan menyapu semua makanan yang mungkin masih tertinggal ketika gerakan sebelumnya terjadi. Kedua, getaran dari pengosongan ini menimbulkan rasa lapar. Kontraksi otot akan muncul dan hilang setiap jamnya, setidaknya 10 sampai 20 menit kontraksi otot itu terjadi dan hilang jika Anda makan sesuatu untuk mengisi perut Anda kembali.

Sebenarnya, perut yang berbunyi adalah hal yang normal terjadi pada setiap orang, walaupun di beberapa kasus tertentu perut berbunyi adalah gejala dan tanda dari sebuah penyakit. Tetapi perut yang lapar kemudian mengeluarkan bunyi adalah hal yang biasa terjadi. Anda mungkin sering kali mendengar perut keroncongan karena belum diisi dengan makanan apapun. Tetapi sebenarnya suara ini bisa saja tetap muncul bahkan ketika perut sudah diisi makanan.

Dalam bahasa medis, suara yang ditimbulkan oleh perut disebut dengan borborgimi atau yang biasa dikenal oleh orang awam sebagai bunyi ‘krucuk-krucuk’ dari perut keroncongan. Sebenarnya masih belum diketahui pasti apa yang membuat perut mengeluarkan bunyi ketika mendekati waktu makan ataupun saat mencium bau lezat dari makanan. Borbogimi adalah bahasa yunani yang berarti ‘gemuruh’. Memang benar ketika perut Anda kosong dan tidak ada makanan, suara yang dikeluarkan seperti bunyi gemuruh.

Penyebab perut berbunyi?
Walaupun begitu, sebenarnya perut selalu menghasilkan suara karena terdapat gerakan yang dilakukan oleh organ di dalam perut. Ini bisa saja terjadi saat ada atau pun tidak adanya makanan di dalam perut. Suara yang dihasilkan perut adalah hasil dari gerakan organ-organ pencernaan di perut, seperti lambung, usus halus, dan usus besar. Gerakan ini disebut dengan gerakan peristaltik, yaitu gerakan yang tidak disadari, dan langsung diatur oleh otak.

Pada dasarnya, saluran pencernaan (dari mulut hingga anus) adalah saluran yang hampa udara dan memiliki dinding yang terdiri dari otot-otot polos. Ketika dinding tersebut aktif atau bekerja, maka muncul gerakan peristaltik tersebut. Gerakan meremas-remas ini bertujuan untuk mendorong makanan, cairan, serta gas untuk masuk ke dalam. Hampir sama dengan bagaimana jantung bisa memompa darah, gerakan saluran cerna yang tidak disadari ini juga disebabkan oleh adanya potensial listrik (BER) yang dilakukan oleh sel agar menimbulkan kontraksi. Ritme yang dihasilkan sekitar 3 kali per menit pada lambung dan 12 kali per menit terjadi pada usus halus. Sehingga suara perut yang Anda dengar tersebut adalah suara dari dinding lambung dan usus halus yang berkontraksi, yang sedang berusaha mencampur semua makanan, cairan, serta gas dan mendorongnya untuk masuk ke saluran selanjutnya.

Kenapa bunyi perut sangat kencang ketika lapar?
Sebenarnya, dua jam setelah saluran cerna mengosongkan semua makanan dari tempatnya, perut akan memberikan sinyal pada otak untuk mengeluarkan hormon sebagai respon dari perut yang kosong. Kemudian otak menjawab sinyal tersebut dengan cara menstimulasi otot-otot polos yang ada pada saluran cerna dan memulai gerakan peristaltik.

Akan terjadi dua hal dari gerakan tersebut: pertama, kontraksi akan menyapu semua makanan yang mungkin masih tertinggal ketika gerakan sebelumnya terjadi. Kedua, getaran dari pengosongan ini menimbulkan rasa lapar. Kontraksi otot akan muncul dan hilang setiap jamnya, setidaknya 10 sampai 20 menit kontraksi otot itu terjadi dan hilang jika Anda makan sesuatu untuk mengisi perut Anda kembali.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa memang perut selalu mengeluarkan suara ‘krucuk-krucuk’. Namun suara keroncongan tersebut bisa terdengar oleh Anda karena memang suara perut akan semakin terdengar jika tidak ada makanan di dalamnya yang dapat meredam kebisingan dari suara yang dihasilkan.

Sumber:
hellosehat.com

Di dalam perut terdapat berbagai sistem pencernaan yang selalu bekerja ketika ada atau pun tidak ada makanan di dalamnya. Terdapat dua jenis bunyi yang ditimbulkan perut yaitu:

  • Hipoaktif. Bunyi perut yang hipoaktif adalah bunyi perut yang terdengar kecil atau malah hampir tidak terdengar jika tidak menggunakan alat khusus. Bunyi ini tidak terdengar karena terjadi penurunan aktivitas di dalam saluran pencernaan. Hal ini sering kali terjadi ketika sedang tidur. Jika aktivitas saluran cerna semakin menurun, menandakan bahwa mengalami sembelit.

  • Hiperaktif. Berbeda dengan hipoaktif, bunyi perut yang hiperaktif ini justru terdengar jelas meskipun tidak menggunakan alat khusus seperti stetoskop. Hal ini biasanya terjadi dalam waktu yang singkat dan terdengar karena ada peningkatan aktivitas saluran cerna. Jika mendengar bunyi perut yang sangat keras, bisa jadi Anda sedang mengalami diare atau bunyi ini juga bisa timbul setelah waktu makan.

Aktivitas saluran cerna inilah yang menyebabkan timbulnya bunyi perut dan disebut sebagai gerakan peristaltik. Gerakan peristaltik adalah gerakan otomatis yang dilakukan oleh saluran cerna di dalam tubuh yang bertujuan untuk mendorong makanan dengan cara melakukan gerakan meremas-remas agar makanan bisa terdorong hingga ke saluran cerna berikutnya. Gerakan meremas ini dilakukan secara tidak sadar dan langsung diatur oleh otak. Oleh karena itu, gerakan tersebut dilakukan terus menerus oleh saluran pencernaan, sehingga bunyi perut bisa terdengar kapan saja.

Bunyi perut yang hiperaktif, hipoaktif, ataupun tidak terdengar bunyi sama sekali bisa saja disebabkan oleh hal berikut:

  • Trauma
  • Infeksi yang menyebabkan adanya masalah pada sistem saraf saluran cerna
  • Mengalami hernia, yaitu penyakit yang ditandai dengan adanya organ tubuh yang tertekan dan mencua melalui jaringan otot atau jaringan sekitarnya.
  • Adanya penyumbatan pembuluh darah disekitar saluran cerna
  • Hypokalemia, yaitu penurunan kadar kalium dalam darah
  • Adanya tumor pada saluran cerna
  • Penyumbatan saluran cerna

Bunyi perut yang bersifat hiperaktif juga bisa diakibatkan oleh:

  • Alergi terhadap suatu makanan
  • Inflamasi atau peradangan yang membuat diare
  • Menggunakan obat pencahar
  • Terjadi perdarahan pada saluran cerna
  • Mengalami penyakit Chron’s

Bunyi perut yang hipoaktif atau bahkan tidak terdengar bunyi perut apapun, maka Anda mungkin mengalami:

  • Bagian perut terkena radiasi
  • Adaya kerusakan pada usus
  • Baru menjalani operasi saluran cerna
  • Sedang dibius
  • Mengonsumsi beberapa obat seperti codeine, dan phenothiazines.

Sumber : https://hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/perut-bunyi-tapi-tidak-lapar/

Perut mengeluarkan suara tidak hanya saat kita lapar saja loh. Kadang kita sering mendengar perut bersuara bahkan saat kita lagi gak lapar. Bayangin ketika lagi ngumpul bareng ngerjain tugas terus tiba-tiba suasana sepi lalu perut berbunyi tanpa sebab. pasti langsung rame lagi disorakin. Bunyi perut berasal dari proses pencernaan. Otot-otot peristaltik yang mendorong dan menggerakkan makanan berkontraksi. Kontraksi ini membantu proses pencampuran makanan, cairan, dan zat lainnya menjadi suatu adonan lengket. Makanan, cairan, dan campuran adonan yang lengket akan bergerak termasuk juga gas dan udara dalam usus.

Semua bahan-bahan ini akan terdorong dan pecah menjadi bagian-bagian yagn mudah diserap. Kumpulan udara dan gas dalam usus juga akan tertekan sehingga menghasilkan bunyi. Timbulnya bunyi pada perut dapat terjadi kapan saja, tapi kalau ada makanan di dalam perut atau usus kecil, suaranya jadi lebih pelan. Kalau kita merasa lapar, hanya dengan melihat, mencium aroma, atau memikirkan makanan akan membuat sistem pencernaan mengirimkan sinyal kepada otak supaya semua sistem siap untuk menyambut datangnya makanan.

Hal ini menyebabkan otot yang berada di perut dan usus mulai bergerak dan melepaskan cairan pencernaan yang kemudian berinteraksi dengan udara dan gas yang ada di dalam usus kita. Seringnya proses ini berlangsung damai tanpa bunyi tetapi kadangkala berpotensi mengeluarkan suara di dalam perut. Bunyi yang dihasilkan perut saat lapar ini secara medis disebut borborygmi. karena perut dalam keadaan kosong maka suara ini jadi lebih keras terdengar.

Sumber: