Mengapa peran teknologi sangat penting dalam pembuatan MVP?


prototype dianggap sebagai salah satu hasil dari sebuah MVP, dimana prototype sendiri sangat erat kaitannya dengan peran teknologi, lalu apa yang membuat teknologi sangat penting dalam hal ini?

MVP dalam manajemen produk dapat digunakan untuk membantu kita merubah atau menetapkan hipotesa yang kita miliki, sehingga perlu kita perjelas :

  • MVP adalah produk: produk yang dimaksud disini adalah bukan produk jadi yang dapat digunakan oleh customer, melainkan gambaran dari produk yang atau sesuatu yang memberikan nilai kepada customer ketika mereka menggunakannya Ex : mockup, prototype dsb.

  • MVP is viable : harus dapat menjadi solusi terkait problem yang dihadapi oleh customer, sehingga MVP disini bersifat sebagai alat validasi

  • Perlu diingat bahwa MVP hanyalah versi mini dari tujuan produk yang akan kita buat.

Dari pernyataan diatas, kita dapat memanfaatkan peran teknologi untuk membantu MVP kita untuk lebih baik dalam memahami customer. Mengapa demikian?

Seperti yang sudah saya jelaskan diatas, salah satu bentuk MVP adalah mockup, prototype dsb, dimana kedua hal tersebut tidak lepas dengan peran teknologi dalam pembuatannya, ditambah lagi dengan peran teknologi yang sudah menjadi kebutuhan primer saat ini oleh masyarakat luas. Namun, kembali dengan produk yang akan kita buat nantinya, apakah semua berorientasi pada teknologi? Jawabannya adalah tidak. Tidak semua produk selalu menggunakan peran teknologi didalamnya.

Banyak diluar sana seperti produk masakan, produk baju dan lain sebagainya tidak menggunakan teknologi dalam penggunaannya.

Lalu, seberapa pentingnya IT untuk produk non-technical atau entrepreneur lainnya untuk dijadikan sebagai alat pendukung dalam pembuatan MVP?

Jawaban dari pertanyaan tersebut sebenarnya mudah. Tegantung bagaimana visi dari perusahaan itu sendiri, apakah mereka hanya berfokus untuk membuat produknya saja sampai jadi ataukah ingin mengembangkan produk tersebut.

Sebagian besar perusahaan yang menginginkan eksistensi yang lama di pasar, baik di bidang IT maupun non IT, akan selalu memilih mendapatkan dukungan IT dalam membangun MVP dari produknya itu sendiri, karena peran IT dapat membantu kita dalam memahami user dan investor untuk bisa meraih kesuksesan bisnis. Lau, Langkah yang dapat diambil ?

Branding, Design, dan Protoyping
brand-identity-logo-explained1
Ketiga hal diatas tidak bisa lepas dengan kata Teknologi, dengan menerapkan mereka kedalam produk mereka, maka hal ini akan membantu kita dalam memperkenalkan produk kita ke customer dan yang pasti dengan bantuan designer.

Hal ini dapat diterapkan baik perusahaan IT maupun non IT, perusahaan non IT dapat menerapkan ketiga hal ini untuk memperkenalkan produknya, bahkan hal ini akan menjadi suatu trobosan baru jika hanya dia yang mennggunakan peran teknologi. Brand yang baik akan membantu untuk mengkomunikasikan pesan yang ingin disampaikan terkait hal yang ada di produk dengan user, sehingga user lebih mengetahui maksud dari pembuatan produk itu sendiri.

Begitu juga halnya dengan Design, Design yang menarik akan membuat user lebih tertarik dan mendapat feel dari produk tersebut. Serta prototype dalam MVP dapat juga dinilai seberapa mudah produk tersebut bagi user. Design yang menarik dan berbeda akan lebih mudah dikenali dan diingat oleh user, sehingga dapat menjadi pembeda dengan kompetitor lainnya.

Selain itu, tujuan MVP itu sendiri adalah mendapatkan feedback dari user, dengan memasukkan peran teknologi didalamnya:

  • akan membantu kita dalam menganalisis feedback yang diberikan oleh user, hasil dari test terhadap user dan menganalisis data yang dapat digunakan sebagai tahap pengembangan aplikasi untuk selanjutnnya.
  • Setiap melakukan pengujian terhadap MVP, selalu terdapat masalah yang terjadi, dengan bantuan IT dan melibatkan team yang handal maka akan lebih mudah untuk melakukan support dan maintenance terhadap MVP yang kita buat.
  • Akan lebih dilihat oleh para investor. Investor tidak hanya berfokus pada bagus atau tidaknya produk yang telah kita buat, namun mereka akan lebih mempertimbangkan produk itu pada kedepannya seperti apa, hal ini jelas akan berbeda jika kita melakukan pendekatan TI dan melibatkannya dalam MVP kita

sumber :
https://clearcode.cc/blog/technology-partner-minimum-viable-product-success/