Mengapa Pengguna Harus Memahami Risiko Tentang Pemberian Informasi Pribadi Terhadap Penggunaan Aplikasi?

Saat ini, kebutuhan aplikasi untuk mendukung berbagai aktivitas masyarakat semakin meningkat. Berbagai aplikasipun menginginkan persetujuan pengguna untuk memberikan informasi pribadi sebelum dapat menggunakan aplikasi tersebut secara keseluruhan. Lalu, ketika akan mengunduh sebuah aplikasi, mengapa pengguna harus memahami risiko pemberian informasi pribadi sebelum benar-benar menggunakannya?

Term of Service, istilah yang mungkin seringkali kita (user) pengguna sebuah aplikasi sering melihat pada bagian paling bawah ketika kita akan menginstall sebuah aplikasi atau mungkin pada aktivasi sebuah akun. Term of Service sebenarnya adalah hal yang sangat penting karena disini terjadi kesepakatan untuk mengetahui sejauh mana batasan-batasan yang tidak boleh dilalui oleh kedua belah pihak (software publisher dan user). Lalu kenapa kita perlu mengetahui resiko yang muncul ketika kita berhadapan dengan Term of Service?

Menurut pendapat saya, disini ketika kita ingin menggunakan sebuah aplikasi kita memang diharuskan melalui prosedur-prosedur instalasi yang telah disediakan pada saat proses menginstall aplikasi tersebut. Akan tetapi faktanya bahwa kebanyakan dari kita sering menganggap Term of Use menyita waktu kita yang seharusnya kita gunakan untuk dapat sesegera mungkin menggunakan aplikasi tersebut. Akhirnya banyak yang menghemat waktu tanpa membaca lebih lanjut isi dari Term of Use itu sendiri. Banyak sekali hal-hal yang harus kita waspadai sebelum melangkah lebih jauh ke penggunaan aplikasi. Beberapa Term of Use aplikasi biasanya memungkinkan pihak dari software publisher atau pihak ketiga dapat memonitor aktivitas internet kita, mengumpulkan informasi pribadi kita dan menggunakan sumber daya komputer atau device yang kita gunakan untuk aplikasi tersebut.

Sekarang kita ambil contoh sederhana saja. Saya mengambil salah satu poin Term of Use yang ada pada software system yang berada pada komponen hardware yang bernama linksys di Belkin Amerika Serikat. Pada salah satu poin Term of Use-nya menyebutkan bahwa:

Ganti rugi. Jika belkin menjadi pihak yang diklaim, menjadi terlibat dalam persidangan hukum atau menderita kerugian ekonomi atau kerusakan yang diakibatkan oleh pelanggaran yang anda lakukan terhadap perjanjian ini, sejauh yang diizinkan oleh hukum, anda akan bertanggung jawab untuk mengganti rugi belkin sejumlah penuh kerugiannya, serta jumlah yang wajar yang dibayarkan oleh belkin untuk biaya pengacara, pengeluaran dan biaya pengadilan, kecuali sejauh yang disebabkan oleh belkin pada kerugian atau kerusakan itu.”

Hal ini akan menjadi suatu permasalahan dimana ketika kita tidak mengetahui tindakan yang secara tidak sadar kita lakukan terhadap produk belkin tersebut, sesuai yang tertulis diatas maka kita akan dikenakan ganti rugi. Hal ini sangatlah beresiko sekali ketika kita tidak memperdulikan hal tersebut.

Untuk itu sebagai pengguna aplikasi yang dapat kita lakukan adalah membaca Term of Use dengan teliti sebelum menginstalasi perangkat lunak. Kita juga perlu untuk mengenali siapa Software Publisher tersebut, jangan sampai anda menyetujui dari Software Publisher yang tidak terpercaya dan jarang anda dengar namanya di dunia maya. Dan yang tidak kalah penting selalu waspada terhadap setiap kotak dialog firewall yang muncul ketika anda menginstalasi perangkat lunak serta waspada terhadap “free” software dan P2P file-sharing software seperti bit torrent, utorrent, dsb.

Sumber

https://www.linksys.com/id/end-user-license-agreement/

1 Like

Setiap menggunakan suatu aplikasi tentu kita selalu dihadapkan oleh istilah Terms Of Use atau Aggrement terlebih dahulu. Di dalam pernyataan tersebut berisi berbagai macam peraturan menggunakan aplikasi dan berisi perilaku dari aplikasi. Namun, pernyataan tersebut sering tidak terlalu diperhatikan bahkan diabaikan oleh pengguna. Sebagai contoh permasalahan yang ada pada WhatsApp adalah program ini dapat mengunduh seluruh daftar telepon prbadi pengguna ke dalam sistem mereka. Bahkan setelah diakusisi oleh Facebook maka WhatsApp berbagi nomor telepon pengguna dengan Facebook serta WhatsApp akan mengambil data seperti tipe device dan informasi software dari pengguna.

fb_img_1473272072503

Dari kasus diatas merupakan penggambaran mengapa pengguna perlu memahami risiko ketika menggunakan aplikasi. Apabila pengguna tidak membaca ketentuan terlebih dahulu maka mereka tidak akan mengetahui hal seperti diatas. Menurut pendapat saya, risiko terbesar dari kasus tersebut yaitu berupa keamanan dan kerahasian data yang kita miliki. Apabila kita tidak berhati-hati dalam menggunakan aplikasi maka mungkin saja data pribadi kita secara tidak sadar akan terserap oleh aplikasi tersebut.

Oleh karena itu, untuk mencegah hal yang tidak diinginkan maka lebih baik selalu membaca ketentuan penggunaan aplikasi terlebih dahulu sebelum menggunakannya. Pengguna pun perlu memamhami risiko apa saja ketika menggunakan suatu aplikasi. Jika pengguna sudah memahami risikonya maka akan siap untuk menghadapi risiko tersebut.

Sumber

https://id.techinasia.com/infografis-kebijakan-privasi-whatsapp

1 Like

Penggunaan data pribadi saat ini sudah menjadi hal umum digunakan ketika kita ingin menggunakan sebuah layanan. Dalam hal ini kita memberikan informasi diri kita kepada penyedia layanan tersebut sehingga kita bisa menggunakan layanan tersebut sepenuhnya. Biasanya kita akan diberikan sebuah informasi persetujuan Term and Condition dimana hal ini menjadi sebuah kontrak yang mengikat antar kita pengguna layanan dan penyedia layanan tersebut.

Namun disisi lain kita sering menyepelekan Terms and Condition dari sebuah layanan dimana kita akan langsung menerima segala kondisi yang di syaratkan dari penyedia layanan. Perilaku ini adalah hal yang salah karena tidak memikirkan kondisi dari persyaratan penyedia layanan tersebut sehingga bisa terjadi hal yang tidak diinginkan seperti penjualan data pribadi, pencurian data, penipuan, dll. Menurut news.vice.com penjualan data pribadi bisa dihargai seharga $0.005 per akun dimana data akun tersebut bisanya digunakan untuk observasi, iklan, dll

w640-aee86c57e1b359075748a9898985be6a

Contohnya perushaan Oklahoman bisa menjual data pribadi dari pengguna layanan mereka kepada beberapa instansi. Disini mereka mendapatkan keuntungan jutaan dolan setiap tahunya. Setidaknya mereka sudah mendapatkan 65 Juta dollar dalam penjualan data-data tersebut ke beberapa instansi.

Dalam penggunaan data pribadi kita harus berhati-hati apabila tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Berikut merupakan tips yang dapat digunakan untuk menghindari jebakan dari pemberian data pribadi pada sebuah layanan.

  • Gunakan layanan berbayar/premium
    Dengan menggunakan layanan berbayar, maka kita akan terhindar dari layanan yang menggunakan iklan dimana biasanya iklan akan menggunakan data pribadi sesorang untuk menentukan pasarnya. Selain itu penggunaan layanan berbayar akan memberikan manfaat lebih ke pengguna karena penyedia layanan akan selalu memberi support kepada penggunanya

  • Pastikan membaca keseluruhan persyaratan layanan
    Term and Condition dari sebuah layanan pasti akan selalu diberikan kepada calon penggunanya dimana hal ini memberikan kontrak apa saja yang akan diberikan oleh pengguna. Disini kita harus membacanya secara jelas dan lengkap kontrak yang diberikan penyedia layanan sehingga apabila ada sesuatu yang kurang jelas atau berbahaya kita bisa menolak kontrak tersebut.

  • Gunakan layanan yang mempunyai reputasi
    Dalam hal ini kita bisa menggunakan layanan yang sudah kredible dimana penyedia layanan tersebut sudah dipercayai oleh masyarakat bahwa mereka memiliki kontrak pesrayartan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dari hal diatas kita bisa selalu memahami risiko dari setiap kontrak layanan yang diberikan penyedia layanan sehingga kita bisa terhindar dari hal-hal yang tidak kita inginkan dan kita akan siap dari risiko yang kita dapatkan dari penggunaan layanan tersebut.

Sumber :



1 Like

Ketika akan melakukan pengunduhan aplikasi, syarat dan ketentuan selalu muncul pada halaman awal untuk memberikan pemahaman kepada pengguna sebelum menggunakan aplikasi ataupun layanan tersebut. Syarat dan ketentuan diharapkan mampu memberikan informasi kepada pengguna tentang apa saja data yang harus diberikan kepada perusahaan, bagaimana perusahaan mengembangkan produk mereka sehingga pengguna harus terus memperbaruinya agar tetap dapat menikmati layanan produk tersebut, hingga kepada permasalahan hukum seperti lisensi, dan konsekuensi dari pelanggaran yang kemungkinan terjadi.

Lalu, ketika pengguna telah menyetujui pemberian informasi data pribadi, mengapa diperlukan manajemen risiko? Padahal ketika pengguna telah menyetujui kontrak yang diberikan, dapat dipastikan oleh perusahaan bahwa pengguna telah memahami aturan yang diberikan untuk produk mereka, sehingga bagaimana manajemen risiko mempengaruhi pemberian data tersebut? Saya mengambil studi kasus dari Spotify untuk penjelasan pendukung.

chartoftheday_3131_active_users_and_subscribers_of_spotify_n
Gambar 1. Jumlah User Aktif dan User Premium Spotify dari Tahun 2012 - 2017

Data dari grafik menyebutkan bahwa saat ini pengguna aktif Spotify berjumlah 140 juta orang, dengan berarti terdapat 140 juta akun. Setiap akunnya memiliki password sehingga terdapat 140 juta password selama 6 tahun. Dilansir dari New York Post

“Spotify passwords cost $2.80 and email addresses get a measly $2.29” - Keeper (a password management application)

Berdasarkan data tersebut, selama 6 tahun data pribadi dari pengguna Spotify bernilai $392 atau setara Rp. 4.472.705.31 hanya dari 1 pengguna dalam 1 aplikasi lalu bagaimana dengan aplikasi yang lainnya?

Jual beli data tidak dapat dihindari saat kita ingin menggunakan sebuah aplikasi atau layanan. Sehingga yang dapat kita lakukan adalah mencegah dengan melakukan manajemen risiko berikut:

  • Pastikan produk yang akan digunakan lebih dalam sebelum diunduh
    Jika kita memastikan lebih dalam maka diharapkan produk tidak memberikan risiko yang merugikan untuk kita.

  • Pastikan membaca keseluruhan persyaratan dan ketentuan
    Jika pengguna merasa tidak puas dan akan melakukan pengaduan ataupun klaim maka sebelumnya pengguna harus mengetahui permasalahan apa saja yang dapat di tukarkan dengan sebagai bentuk ganti rugi perusahaan.

  • Pandai memilih prioritas produk yang akan digunakan
    Gunakan produk yang memang penting untuk digunakan dan terpercaya, agar data yang diberikan tidak jatuh pada perusahaan yang tidak terpercaya.


Sumber:

1 Like

Menurut saya hal ini merupakan hal yang sering dipandang mata oleh sebagian pengguna aplikasi. Menilai bahwa memberikan informasi pribadi seperti nama, nomor telepon, email dan lainnya merupakan hal yang remeh adalah anggapan yang perlu diperbaiki. Padahal informasi seperti ini merupakan hal yang sangat rentan akan penyalahgunaan hingga pada akhirnya akan merugikan pengguna. Cara yang mudah untuk menghindarinya adalah dengan membaca Privacy Policy yang akan selalu disediakan oleh pihak penyedia layanan.

Di Indonesia perihal Privacy Policy diatur dalam pasal 26 UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dimana berbunyi:
1) Penggunaan setiap informasi melalui media elektronik yang menyangkut data pribadi seseorang harus dilakukan atas persetujuan Orang yang bersangkutan.
2) Setiap Orang yang dilanggar haknya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat mengajukan gugatan atas kerugian yang ditimbulkan berdasarkan Undang-Undang ini.”

Hal ini menunjukkan bahwa seluruh data yang diberikan pengguna kepada aplikasi tidak akan dapat diproses secara hukum apabila kita telah menyutujui Terms and Agreement yang dibuat oleh perusahaan. Proses persetujuan dalam penggunaan aplikasi sangat mudah diberikan, seringkali cukup dengan satu ataupun dua sentuhan. Persetujuan tersebut meliputi pemberian akses terhadap data dan informasi milik konsumen kepada operator aplikasi seluler. Oleh karena itu penting untuk membacanya terlebih dahulu sebelum menyetujuinya.

Beberapa aplikasi tentunya akan menyatakan bahwa data yang diberikan akan menjadi data milik perusahaan dan dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Data yang diperoleh akan diolah menjadi dasar layanan mereka seperti lokasi untuk aplikasi GoJek, nomor telepon untuk aplikasi WhatsApp, bahkan hal yang sangat private seperti foto KTP untuk pengaktifan e-money yang tersedia dibeberapa aplikasi.

Bagaimana jika anda tidak menginginkan data anda digunakan oleh perusahaan tersebut? Cara satu-satunya adalah dengan tidak menggunakannya. Padahal disisi lain pengguna bisa saja akan sangat terbantu pada saat menggunakan layanannya atau bahkan membutuhkannya. Oleh karena itu penting bagi pengguna untuk memahami seperti apa hak yang dimiliki oleh perusahaan pada data pribadi pengguna saat menyetujui Terms and Agreement.


https://economictimes.indiatimes.com/tech/software/users-free-to-quit-whatsapp-if-they-dont-like-privacy-policy-facebook/articleshow/58410331.cms

1 Like