Mengapa pelecehan seksual di dunia pendidikan masih sering terjadi?

Tidak terhitung banyaknya kasus pelecehan seksual dan kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan pendidikan. Kita sering sekali melihat bagaiamana mahasiswa berusaha mengungkap kekerasan seksual yang dilakukan oleh dosen atau teman satu kelas tetapi kasusnya malah ditutupi oleh pihak kampus. Atau kasus mengenai pelecehan seksual oleh oknum yang mengaku ustadz dengan dalih sebagai pendidikan agama.

Dari tahun 2015 hinga 2020, ada 51 kasus kekerasan seksual terjadi di dunia pendidikan. Hal ini memperlihatkan bahwa dunia pendidikan bukanlah ruang yang aman.

Banyak cara telah dilakukan oleh berbagai pihak untuk mengurangi kasus ini, seperti menindak tegas pelaku, melakukan pencegahan dan pemulihan untuk korban, memberikan dukungan terhadap korban sepenuhnya, hingga mempertegas kebijakan.Namun masih banyak kasus bermunculan termasuk yang tidak dilaporkan.

Menurut kalian, apa yang sebenarnya menyebabkan pelecehan seksual terjadi di lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi ruang aman dan nyaman bagi pelajar?

Referensi

Puluhan Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan Dilaporkan ke Komnas Perempuan, Ini Rinciannya Halaman all - Kompas.com
Gambar: google

5 Likes

Menurut saya, pelecehan seksual ini sudah menjadi kasus parah yang dapat terjadi dimana saja, karena pelakunya pun dapat berada dimana saja termasuk sekolahan. Untuk penyebabnya sendiri saya rasa dikarenakan hukuman untuk kejahatan ini kurang berdampak, terlebih jika hal itu terjadi di lingkup sekolah.
Dalam kasus pelecehan seksual banyak korban yang memilih diam dan bersembunyi agar dapat tetap menjalani kehidupan yang terlihat normal. Tak dapat dipungkiri masih banyak juga masyarakat yang memandang sebelah mata korban pelecehan. Malahan korbannya yang seringkali disalahkan dan dianggap aib. Sementara itu, pelakunya justru merasa superior, baik-baik saja tak kurang apapun. Ketika kejahatannya ketahuan pelaku dapat melakukan berbagai dalih, misalnya dengan mengatakan bahwa perbuatan atau ucapan tak senonohnya hanya sebatas candaan ataupun hal yang tak disengaja, sehingga dapat diselesaikan dengan berdamai saja. Padahal tentu saja hal tak senonoh tersebut dapat sangat melukai korban, bahkan hingga menjadi kenangan traumatis.
Terkhusus pada pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan sekolah. Ketika korbannya adalah seorang anak didik, sedangkan pelakunya adalah jajaran pendidik, dapat memberikan rasa takut yang berlebih lagi pada korban. Pelaku dapat memberikan berbagai ancaman agar korban bungkam.
Miris memang dan cukup sulit diatasi, karena salah satu sumber dari kasus kejahatan ini adalah pikiran mesum dari pelaku yang dilampiaskan asal-asalan tak tahu tempat. Bukankah bahkan ada kasus anak yang meminta perlindungan di kantor polisi, namun malah mendapatkan pelecehan lagi di sana.
Saya rasa diperlukan adanya perbaikan pola pikir besar-besaran dari semua pihak. Korban harus lebih berani dalam mengungkap kejahatan pada dirinya. Pun masyarakat tak boleh menyudutkan korban. Pernah pula saya dengar bahwa beberapa pelaku pelecehan sejatinya melakukan hal tersebut karena gangguan mental tertentu. Mungkin dari sini pihak seperti psikolog maupun psikiater dapat membantu memperbaiki pola pikir pelaku dan orang terkait. CMIIW

Jujur, aku pernah menjadi korban pelecehan seksual di sekolah dan bahkan yang melakukannya adalah guru agama. Miris banget kan? Aku pun baru berani terbuka tentang hal ini ke orang tuaku setelah bertahun-tahun lamanya karena baru merasa berani. Percayalah, sampai kapanpun bagi korban rasanya sangat amat menyiksa, bahkan gak bisa dijelasin pakai kata-kata. Menurut aku kasus ini masih banyak terjadi di lingkungan pendidikan karena banyak faktor, beberapa diantaranya yaitu:

  1. Banyak pihak di sekolah yang masih menormalisasi pelecehan seksual.
  2. Banyak laporan yang disepelekan.
  3. Victim blaming.
  4. Kurangnya edukasi mengenai pelecehan seksual.

Dari pengalaman aku sendiri, saat guru tersebut melakukan pelecehan seksual, hampir semua guru dan murid lainnya yang hanya tertawa saat melihat kejadiannya. Hal ini karena mereka menganggap bahwa apa yang dilakukan guru tersebut adalah sesuatu yang normal. Makanya aku yakin, masih banyak banget murid yang jadi korban dan gak berani untuk speak up karena mereka malu dan takut. Aku setuju banget sama pendapat ini.

Butuh bertahun-tahun untuk aku bisa berdamai dengan kenangan pahit tersebut. Sedangkan si pelaku? Aku yakin dia jalanin hidup dengan normal aja di luar sana, tanpa ada beban dari apa yang udah dia perbuat. Menurut aku udah saatnya pihak sekolah lebih terbuka dan menaggapi hal ini dengan serius. Lakukan edukasi sedini mungkin supaya murid juga punya pemahaman lebih tentang pelecehan seksual.

Iā€™m sorry to hear that sis :(((
Setuju banget dengan pendapatnya, kadang pihak sekolah terlalu meremehkan hal hal tersbut sehingga tidak ada tindakan tegas bagi pelaku. Jadi, pelaku masih bisa berkeliaran seenaknya sedangkan korban mengalami trauma dan pastinya akan tertekan selama bersekolah. Mirisnya, bukan hanya guru saja yang berpotensi untuk melakukan tindak pelecehan, namun sesama siswa juga masih sangat banyak ditemukan. Tidak hanya itu, petugas kebersihan, satpam, tukang ojek, bahkan siswa sesama perempuan atau sesama laki laki pun bisa berpotensi. Coba kalau sekolah menindak tegas perilaku bejat seperti itu, pasti banyak pelaku yang merasa takut dan tidak berani melakukan pelecehan. Dan mungkin, perlu adanya seleksi yang lebih ketat terhadap calon guru, pegawai di sekolah, entah satpam, petugas kebersihan, bahkan penjaga kantin sekalipun. Selain itu, menurutku banyaknya tindakan pelecehan di sekolah dikarenakan para korban masih polos, dibawah umur, dan pelaku bisa mengancam apapun kepada korban sehingga pelaku berpikir bahwa korban tidak akan speak up. But, kita tahu itu semua sangat berat terlebih lagi jika pelaku masih di bawah umur, tentu akan sangat membekas dan menjadi trauma tersendiri :(( semoga banyak pihak yang sadar terhadap kasus ini sehingga kita, khususnya perempuan menjadi lebih aman untuk melakukan apapun tanpa takut dilecehkan :slight_smile:

1 Like