Mengapa pada beberapa perusahaan terdapat beberapa software yang gagal di implemetasikan?


(Musa Firdaus) #1


Dalam pengembangan software, diperlukan langkah yang disebut sebagai metodologi pengembangan perangkat lunak. Beberapa contoh metodologi tersebut antara lain metodologi waterfall, prototyping hingga yang terbaru, metodologi agile. Tetapi terdapat tahapan paling awal dan mendasar, yaitu analisa kebutuhan pengguna atau requirement gathering. Akan tetapi, tahapan ini justru sering dikesampingkan bahkan dilupakan oleh para software developer. yang menyebabkan kegagalan pada saat pengimplementasian pada sebuah perusahaan. Maka munculah sebuah pertanyaan,

" Mengapa pada beberapa perusahaan terdapat beberapa software yang gagal di implemetasikan?"


(Muhammad Faishal Erwin) #2

Terdapat beberapa penyebab suatu software gagal diimplementasikan di perusahaan (instansi) :

  1. Software yang dihasilkan tidak sesuai dengan kebutuhan pengguna (user). Sebagai contoh misalnya di suatu instansi sekolah, kebutuhan pengguna yang paling mendesak adalah untuk mengefektifkan proses penerimaan siswa baru, namun justru yang dibuat malah sistem absensi siswa atau sistem perpustakaan.

  2. Software yang dihasilkan tidak menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh pengguna (perusahaan). Contohnya permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan adalah proses pelaporan yang lambat dan tidak segera sampai ke pimpinan yang sering berada di luar kota. Solusi yang ditawarkan justru aplikasi berbasis desktop dimana untuk mengakses aplikasi pimpinan harus berada di kantor. Tentu solusi tersebut kurang tepat.

  3. Software yang dihasilkan tidak sesuai dengan kondisi perusahaan (instansi). Misalnya untuk sebuah instansi yang hanya memiliki beberapa buah komputer tanpa adanya jaringan, ternyata dibuatkan suatu sistem yang berbasis client-server dimana diperlukan konektivitas antar semua komputer.

  4. Software yang dihasilkan tidak user-friendly dan lebih rumit dari proses yang sudah ada saat ini, sehingga pengguna dari sistem dapat mengalami banyak kesulitan dan kekecewaan terhadap sistem. Akhirnya akan kembali ke proses atau cara lama.

  5. Software yang dihasilkan dibangun dengan teknologi tinggi dan mutakhir namun tidak tepat guna. Contohnya penerapan SMS Gateway dalam sistem penjualan di suatu toko kelontong yang pelanggannya hanya tetangga sekitarnya.

Referensi

http://achmatim.net/2010/04/09/analisa-kebutuhan-user-langkah-penting-yang-sering-terlupakan/