Mengapa nama orang masuk ke dalam kata benda?


(Yusriyah Rahmah) #1

Dari zaman dahulu, dalam Bahasa Indonesia nama orang masuk ke dalam kata benda, padahal kita pun tau bahwa manusia adalah makhluk hidup, maka kenapa nama orang termasuk kata “benda”? Nama profesi pun demikian, profesi adalah pekerjaan, mengapa dimasukkan ke dalam kata benda? Padahal itu tidak memiliki ciri - ciri “benda”, yakni terlihat dan bisa dipegang.


(Rizcy Cahyo) #2

Kata “benda” yang dimaksud disini bukanlah semata-mata benda yang sebenarnya atau bersifat material.

Pertama-tama, kita harus mengerti bahwa bahasa memiliki beberapa kelas, antara lain:

  • Verba (kata kerja)
  • Nomina (kata benda)
    Kata benda adalah kata atau kelompok kata yang menyatakan suatu nama yang memiliki fungsi utama untuk menamai sesuatu seperti, nama orang, binatang, benda, ide, sifat, perbuatan, dan lainnya.
  • Promina (kata ganti)
  • Numeralia (frasa)
  • Adjektiva (kata sifat)
  • Adverbia (kata keterangan)

Seperti yang kita tahu bahwa bahasa Indonesia memiliki format EYD antara lain, S-P-O-K (Subjek - Predikat - Objek - Keterangan). Subjek dan Objek pada format tersebut digolongkan pada kelas Nomina. Mari kita simak contoh kalimat berikut:

Andi makan soto di kamar - Andi (S) - Makan § - Soto (Objek) - Kamar (K).
Andi merupakan subjek (nomina) pada kalimat tersebut yang sedang melakukan aksi berupa makan (verba). Sedangkan soto sebagai objek kalimat juga merupakan kata benda (nomina).

Jadi meski sama-sama berada pada satu kelas yaitu kata benda (nomina), kata Andi dan soto memiliki peran yang berbeda yaitu sebagai subjek dan objek.

Mungkin belajar mengenai kata benda terasa kurang jika kita tidak mempelajari frasa kata benda sekaligus. Perhatikan contoh berikut:

  • Nana merupakan siswi yang sangat rajin di kelas.

Jika di bedah satu persatu, maka kalimat tersebut akan berupa, S - P - frasa benda (O) = Nana (S) - Merupakan § - Siswi (O) - Yang (konjungsi) - Sangat (adverbia) - Rajin (adjektiva) - Kelas (K).

Frasa merupakan rangkaian kata yang tidak memiliki pola atau tidak berpola. Sedangkan frasa benda adalah penjelas dari kata benda itu sendiri. Maka dari itu pada kalimat, Nana merupakan siswi yang sangat rajin di kelas merupakan kalimat yang memiliki frasa kata benda. Frasa benda pada kalimat tersebut dimulai dari kata “siswi” hingga “kelas”.

Nana = Subjek
Merupakan = Predikat
Siswi yang sangat rajin di kelas = frasa kata benda (penjelas kata benda)

Jadi untuk lebih jelasnya beberapa kata di dalam bahasa (seluruh bahasa bukan hanya bahasa Indonesia) di kategorikan kedalam kelas Nomina atau kata benda adalah untuk memudahkan format penulisan dan penggolongan kata.

Mungkin bisa dibayangkan jika dalam bahasa Indonesia, setiap kata dimasukkan kedalam kategori yang berbeda-beda. Pasti akan menimbulkan kebingungan.

Sekian penjelasan dari saya. Jika ada kesalahan mohon dikoreksi :slight_smile: :smile:

Sumber: