Mengapa murid di beberapa sekolah di negara lain tidak menggunakan seragam?


(Karla Amanda) #1

Saya sering melihat, dari film, drama, maupun berita, bahwa banyak murid di luar negeri tidak menggunakan seragam ketika mereka sekolah. Mengapa mereka tidak menggunakan seragam? Mengapa murid di Indonesia sekolah menggunakan seragam?


(Marinda Yunella) #2

Kalo menurut saya, seragam sekolah itu tergantung dengan departemen pendidikannya. Lah fungsi seragam sekolah salah satunya sebagai identitas/lambang dan juga untuk menyama ratakan derajad sosial. Kalau tidak memakai seragam akan terlihat jelas siapa saja yang memakai fashion mahal dan tidak. Sedangkan di luar negeri rata rata yang membebaskan seragam sekolah adalah negara negara yang memiliki kesenjangan sosial rendah. Sehingga tidak terlalu mencolok perbedaan si kaya dan si miskin


(Yusriyah Rahmah) #3

Berseragam adalah memakai aturan baju yang sama antar anggota, itu berarti memakai pakaian yang beraturan mengikuti petunjuk unit pendidikannya. Contoh umumnya di Indonesia aturannya adalah memakai seragam warna putih, maka semua murid wajib memakai pakaian tersebut, sedangkan unit - unit pendidikan di luar negeri menerapkan aturan seragam bebas, yang artinya semua murid dihimbau untuk memakai pakaian bebas semaunya, maka dalam unit pendidikan tersebut tidaklah ada murid yang berpakaian sama. Itulah makna seragam sesungguhnya, jadi sebenarnya unit pendidikan di Indonesia dan luar negeri sama saja berseragam, hanya saja aturan seragamnya yang berbeda.


(Ain Nur Anisa) #4

Dilansir dari wordpress Akhmad Sudrajat, pada Negara-negara tertentu, kewajiban mengenakan seragam telah menjadi bagian dari tata-tertib sekolah dan dilaksanakan secara ketat, mulai dari ketentuan bentuk, bahan, atribut yang dikenakannya, bahkan termasuk cara pembeliannya. Penerapan disiplin berseragam yang sangat ketat, kerap kali “memakan korban” bagi siswa yang melanggarnya, mulai dari teguran lisan yang terjebak dalam kekerasan psikologis sampai dengan tindakan kekerasan hukuman fisik (corporal punishment).
Sama seperti kejadian di beberapa negara lain, ketentuan mengenakan seragam sekolah ini keberadaannya selalu mengundang pro-kontra. Di satu pihak ada yang setuju dan di pihak lain tidak sedikit pula yang memandang tidak perlu ada seragam sekolah, tentunya dengan argumentasi masing-masing. Bahkan di mata siswa pun tidak mustahil timbul pro-kontra. Lumsden (2001) menyebutkan beberapa keuntungan penggunaan seragam sekolah, diantaranya: (1) dapat meningkatkan keamanan sekolah (enhanced school safety); (2) meningkatkan iklim sekolah (improved learning climate), (3) meningkatkan harga diri siswa (higher self-esteem for students), dan (4) mengurangi rasa stress di keluarga (less stress on the family).
Mereka yang tidak setuju adanya aturan berseragam tentunya memiliki argumentasi tersendiri, biasanya dengan dalih pendidikan sebagai proses pembebasan dan proses keberagaman (bukan penyeragaman), apalagi dengan kecenderungan menjadikan seragam sekolah sebagai ritual tahunan “selingan bisnis” oknum tertentu, yang melihatnya sebagai sebuah peluang ekonomi.