Mengapa manusia berbohong?

Tidak ada satupun manusia yang tidak pernah berbohong. Berbohong dilakukan untuk menyembunyikan suatu kebenaran. Lalu apa alasan mereka ketika berbohong?

Dalam kebanyakan kasus, orang berbohong untuk melindungi kepentingan pribadi mereka. Namun, ada orang-orang yang berbohong untuk menipu orang lain, sementara beberapa yang lain hanya kecanduan berbohong. Ada banyak orang yang berbohong untuk menghindari kritik dari orang lain. Penelitian telah menunjukkan bahwa 12% orang dewasa mengakui bahwa mereka kadang-kadang berbohong. Usia, tampaknya, tidak menanamkan kebijaksanaan kepada orang-orang. Beberapa studi, termasuk remaja hanya untuk mengevaluasi persentase berbohong atau ketidakjujuran, mengungkapkan bahwa 50% berbohong tentang hal yang berkaitan dengan uang, dan 83% berbohong kepada orang tua mereka.

Mengapa Orang Berbohong dalam Hubungan?

Alasan di balik orang mengatakan kebohongan satu sama lain dalam hubungan begitu banyak, dan sangat bervariasi, bahwa bila diceritakan masing-masing, itu akan membuat sebuah buku tebal yang sangat besar. Motif yang mendasari orang untuk berbohong dalam suatu hubungan adalah kenyataan bahwa orang-orang melakukannya ketika :

  • Mereka berselingkuh
  • Mereka telah jatuh cinta pada orang lain tapi tidak punya keberanian untuk mengatakan pada pasangan
  • Mereka tidak nyaman mengungkapkan kebenaran tentang diri mereka sendiri atau beberapa aspek kehidupan mereka
  • Mereka tidak ingin konfrontasi atas beberapa masalah di mana berbicara pikiran mereka hanya akan menghasilkan pasangan mereka marah atau kesal.

Seseorang dapat menyembunyikan fakta tentang dirinya yang sebenarnya, untuk mencegah menimbulkan kemarahan pasangannya. Ada yang lain, motif halus karena berbohong. Orang kadang-kadang khawatir tentang mengungkapkan beberapa fakta yang berkaitan dengan masa lalu mereka, atau tentang diri mereka sendiri, yang mereka rasakan akan menghasilkan pasangan mereka keluar dari hubungan. Sebagai contoh, seseorang mungkin berbohong tentang hubungan sebelumnya, menyatakan bahwa penyebab kandasnya hubungan terdahulu karena kesalahan mantannya, bukan dia. Padahal, faktanya, dialah orang yang menyebabkan hancurnya hubungan dia sendiri dengan mantan terdahulu.

Berbohong di Tempat Kerja

Persaingan tidak sehat di tempat kerja, dan keinginan untuk lebih unggul dari yang lain, adalah pemicu yang sering mendorong orang-orang untuk berbohong.

  • Orang berbohong mendiskreditkan dan “membalas” rekan saingan atau orang yang mereka anggap telah membuat api persaingan.
  • Orang yang malas dan sering menunda pekerjaan yang tidak dapat diperbaiki sering berbohong karena kebiasaan mereka. Sebagai contoh, banyak orang berpura-pura sakit atau beberapa lainnya “urusan keluarga”, untuk memutar fakta bahwa mereka memang sudah tidak menyelesaikan pekerjaan mereka tepat waktu.
  • Banyak orang berbohong untuk membuat keuntungan keuangan cepat/korupsi.
  • Beberapa kebohongan untuk menghindari supaya tidak dibebani dengan tanggung jawab.
  • Yang lain melakukannya untuk mencegah agar tidak dipecat.
  • Kadang-kadang, orang berbohong karena kesalahpahaman, bahwa “pahitnya” kebenaran tidak diterima tanpa dilapisi manisnya perkataan tidak jujur, dan itu membumbui sedikit fakta tidak akan melukai siapa pun.

Berbohong untuk Diri Sendiri

Orang terkadang berbohong kepada diri mereka sendiri atau, membenarkan kebohongan tersebut, tanpa menyadari bahwa mereka melakukannya, karena mereka telah “diinternalisasi” setengah kebenaran dan rekayasa setelah mengatakan terlalu sering, dan akhirnya percaya bahwa itu memang benar. Pikiran, ternyata cukup mampu melakukan penipuan seperti itu, dan hal itu terjadi ketika kita berada dalam penyangkalan kebenaran agak berat.

Kadang-kadang, seseorang mungkin tidak menyadari kebohongannya karena dia selalu percaya itu benar. Sebagai contoh, Anda suka sekali dengan barang-barang mistis seperti keris, batu akik dll. Anda sangat percaya bahwa didalam benda-benda itu menyimpan energi magis luar biasa. Padahal, benda-benda itu hanyalah sebuah benda mati saja.

Beberapa Alasan lainnya Dibalik Berbohong

Alasan mengapa orang berbohong dan memanipulasi mungkin tidak selalu negatif. Dalam beberapa kasus, kebohongan diucapkan untuk memastikan kesejahteraan seseorang. Dalam banyak situasi, seseorang tidak memiliki waktu untuk menjelaskan seluruh situasi ke orang dan meyakinkan dia, bahwa apa yang dilakukan adalah benar. Dalam banyak kasus, kebohongan dapat membantu untuk mengontrol situasi tertentu dari agar menghindari hal yang lebih buruk.

Sumber :
https://bramardianto.com/psikologi-dibalik-mengapa-orang-berbohong.html

Menurut Vrij (2000), dalam papernya yang berjudul Vrij. (2000). Detecting Lies, Deceit and Deception : The Psychology Of Lying and Implementation For Professional Practice, orang mempunyai beberapa alasan untuk berbohong, yaitu :

  • Pertama untuk membangun kesan positif, alasan ini dilakukan untuk melindungi diri dari keadaan yang memalukan dari dirinya, agar tidak mendapatkan celaan.

  • Kedua untuk mendapatkan keuntungan pribadi, alasan ini dilakukan supaya keuntungan hadir bagi diri pelakunya.

  • Ketiga orang berbohong biasanya juga untuk menghindari hukuman, dibalik suatu kesalahan yang dilakukan selalu ada hukuman, dan orang cenderung akan menghindarinya.

  • Keempat kebohongan juga dilakukan untuk kebaikan orang lain, implikasinya kebohongan dilakukan supaya orang lain mendapatkan keuntungan dari kebohongan yang dilakukan.

  • Kelima alasan orang berbohong adalah untuk alasan sosial, kebohongan dilakukan untuk kepen-tingan hubungan sosial, hal ini dilakukan dengan