Mengapa mahasiswa pada tingkat strata 1 (S1) harus menempuh skripsi?


(Karla Amanda) #1

Berbeda dengan kebanyakan mahasiswa di luar negeri yang dibebaskan dengan adanya skripsi. Mengapa mahasiswa di Indonesia harus lulus dengan menempuh ujian skripsi? Karena menurut pengalaman saya, ujian skripsi untuk mahasiswa S1 dilakukan semata-mata untuk formalitas saja. Meski banyak yang melakukan penelitian secara sungguh-sungguh, namun juga banyak mahasiswa yang menulis skripsi dengan asal-asalan. Lalu mengapa ada perbedaan antara syarat kelulusan di Indonesia dan di luar negeri melalui ujian skripsi?


(Rahadyan Nandiwardhana) #2

Berikut yang saya kutip dari internet, dari yang bahasa formal hingga bahasa akrab keseharian :

-Skripsi adalah perwujudan kualitas akademik mahasiswa. Lewat skripsi, mahasiswa belajar untuk berpikir kritis dan menuliskannya secara sistematis. Kemampuan tersebut penting dalam jenjang kehidupan selanjutnya. Di sisi lain, mahasiswa juga membaca berbagai pustaka dalam rangka penulisan skripsi. Sebagian besar pustaka yang tersedia masih ditulis dalam bahasa asing. Penyerapan pengetahuan ke dalam Bahasa Indonesia akan menambah wawasan untuk negeri ini. Proses berpikir dan produk pengetahuan adalah bentuk kontribusi mahasiswa yang ‘dipaksa’ dengan skripsi.

-Lewat skripsi, kamu diajak buat nyelesain satu masalah yang ada pada bidang kamu dengan pengetahuan yang kamu pelajarin selama kuliah. Jadi di sini kamu bisa dapetin skill buat nyelesain masalah-masalah yang ada di kehidupan kamu, mulai dari yang kecil sampe yang udah gak kecil lagi. Jadinya kamu gak manja, kalo bisa benerin sendiri, ngapain nunggu orang lain kan?!

-Kamu juga dilatih ketemu sama narasumber, sama dosen pembimbing, bahkan sama masyarakat langsung. Di sini kamu bisa dapetin kemampuan untuk komunikasi sama orang dengan berbagai macam latar belakang. Kamu jadi bisa nemuin hal-hal apa yang harus/tidak boleh dilakukan sama orang-orang tersebut. Intinya kamu bisa belajar sopan santun juga di sini. Kamu bisa paham bahwa menghadapi orang itu harus ada penyesuaian, nggak bisa dipukul rata semuanya.

-Skripsi juga ngelatih kamu buat ngatur waktu. Karena kamu gak sendirian di sini. Kamu harus ketemu orang banyak juga buat dapetin bahan skripsi kamu nantinya. Selain itu juga semuanya harus dikerjain bertahap mulai dari riset, cari materi dari buku-buku teori, sampe aplikasinya. Karena bertahap, semuanya harus diatur waktunya. Kamu bakalan jadi lebih disiplin, baik ngerjain skripsinya, juga merembet ke kegiatan kamu sehari-hari lainnya.

-Percayalah kalo orang lagi skripsi, bakalan jadi rajin ibadah. Yang jarang salat jadi lengkap, yang gak pernah puasa seumur idup, jadi puasa mulu (jatah makan bulanan abis buat nge-print), bakalan sering-sering SMS minta doa dari temen juga. Dan semua ini bakalan meningkat sampe hari sidang itu datang.

-Kalo ada skripsi, ada namanya sidang. Di sini kamu bakalan ditanyain semua yang udah kamu kerjain di skripsi kamu. Nah, melalui sidang ini kamu bakal dibuat lebih setrong karena kamu jadi harus siap sama apa yang udah kamu buat. Ini ngelatih kamu juga buat tanggung jawab sama apa yang kamu bikin dan perbuat. Selain itu kalo nanti kamu nonton sidang temen kamu, di sana kamu bakalan nemuin kata-kata yang keluar sebagai ‘ujian mental.’ Makin sering kamu dengernya, makin kuat kamunya.

sumber :


http://www.nyunyu.com/main-article/detail/7-fungsi-sebenarnya-dari-skripsi#.V_JJ5vB97IU