Mengapa kualitas produk pertanian selama ini cenderung menurun?

Mengapa ya kualitas produk pertanian yang ada di Indonesia cenderung menurun? Padahal teknologi di zaman sekarang ini sudah sangat maju.

1 Like

Dikarenakan petani menjual produknya di sawah dan tidak berkesempatan menikmati harga jual di pasar, maka keinginan untuk meningkatkan kualitas produk juga menurun. Bisa dijelaskan sebagai berikut : melalui tata niaga yang baik, jaringan pasar induk dapat membagi penyaluran produk petanian sesuai tuntutan pasar, barang yang dipasarkan dipasar modern dimana tuntutan akan kualitas lebih tinggi tentunya juga akan mendapatkan harga yang lebih tinggi.

Referensi : https://www.paskomnas.com/pertanyaan-umum

Rendahnya kualitas produk pertanian pada saat ini dapat disebabkan oleh penanganan mulai dari kegiatan pra panen hingga panen masih belum intensif. Selain itu, rendahnya kualitas produk pertanian juga dapat disebabkan oleh kegiatan pasca panen yang belum dilakukan dengan baik. Dimana kegiatan pasca panen terhadap produk pertanian dapat dilakukan melalui standarisasi dan grading.

  • Standarisasi merupakan kegiataan yang meliputi penetapan standar untuk produk, pengolahan produk dalam rangka menetapkan standar-standar yang sesuai dan melakukan tindakan pengorganisasisan sesuai dengan standar apabila diperlukan (Assauri, 1987). Apabila produk mempunyai kualitas, ukuran dan jenis yang seragam serta nilai ciri-ciri sesuai dengan standar yang ditetapkan, maka konsumen dapat membeli produk tersebut dengan kepercayaan bahwa produk itu sesuai dengan kebutuhannya.
  • Grading ditujukan untuk menghilangkan keperluan inspeksi, mengurangi praktik kecurangan, dan mempercepat proses jual beli.

Sehingga, kedua kegiatan tersebut ditujukan agar dapat melindungi produk dari kerusakan serta meminimalisir biaya penyimpanan dan biaya angkut.

Namun, masalahnya adalah kedua kegiatan tersebut cukup sulit dilakuakan pada produk pertanian. Dimana menurut Soekartawi (1989), produk pertanian memiliki karakteristik (1) bersifat musiman dan tidak dapat memprediksi kuantitas hasil dengan cepat, (2) bersifat bulky yaitu bervolume besar tapi nilai relatif kecil, sehingga membutuhkan media penyimpanan yang luas dan pengiriman yang relatif besar, (3) bersifat segar dan mudah rusak, (4) rentan terserang hama dan penyakit, (5) rawan terhadap bencana atau gangguan seperti banjir, kekeringan, dan lain-lain. Sehingga, kemungkinan besar kualitas produk dapat menurun pada saat sampai pada tempat tujuan. Penurunan kualitas tersebut dapat disebabkan kerna proses penyimpanan, penanganan, dan pengangkutan yang tidak baik. Akibatnya, produk yang telah diklasifikasikan berdasarkan kualitas yang sesuai dengan permintaan dapat berubah dan ditolak atau dibeli dengan harga yang lebih murah.

Referensi

Soekartawi. (1989). Prinsip Dasar Ekonomi Pertanian, Teori dan Aplikasinya. Jakarta: CV. Rajawali.
Syahza, Almadi. (2003). Paradigma Baru: Pemasaran Produk Pertanian. Jurnal Ekonomi. 8.

1 Like

Menurut saya, kualitas produk pertanian yang cenderung menurun ditengah teknologi yang semakin maju disebabkan oleh kurangnya penyerapan pemanfaatan teknologi dikalangan petani. Tidak semua petani menggunakan teknologi modern untuk meningkatkan kualitas produk pertanian. Kesalahan penanganan saat panen dan pasca panen dengan tidak adanya dukungan teknologi juga dapat menurunkan kualitas produk pertanian.

1 Like

Izin menjawab kak, kualitas pertanian yang menurun dizaman teknologi ini karena banyak sumber daya manusia di sektor pertanian merupakan Permasalahan utama yaitu perubahan struktur demografi yang kurang
menguntungkan bagi sektor pertanian, yaitu petani berusia tua (lebih dari 55 tahun) jumlahnya semakin meningkat, sementara tenaga kerja usia muda semakin berkurang.
Referensi : Susilowati, H. S. 2016. Fenomena Penuaan Petani dan Berkurangnya Tenaga Kerja Muda Serta Implikasinya Bagi Kebijakan Pembangunan Pertanian. Forum Penelitian Agro Ekonomi. 34(1) : 35-55.

1 Like