Mengapa Komunitas Menjadi Sangat Penting?

clipartbest.com

Pada era digital seperti saat ini, peran komunitas dianggap menjadi sangat penting untuk mencapai suatu tujuan bersama, baik untuk tujuan sosial atau juga bisnis. Lalu untuk kedua hal tersebut, seberapa pentingkah peran dari sebuah komunitas?

2 Likes

Salah satu kebiasaan konsumen pada umumnya, terutama di Indonesia, adalah berkumpul dan bersosialisasi. Orang-orang yang berkumpul dan mempunyai minat yang sama bisa membentuk suatu komunitas.

Komunitas dapat menjadi media ampuh untuk strategi pemasaran, dan menjadi semakin penting dalam era digital ini. Sebenarnya sudah sejak dulu kita mengenal adanya komunitas, baik itu pencinta alam, penyayang binatang, orang jompo, orang tua yang sudah mempunyai anak, dan masih banyak lagi. Kebanyakan komunitas pada awalnya mempunyai misi sosial supaya para anggotanya terbantu dalam mendapatkan informasi atau tindakan tertentu.

Lalu, bagaimana komunitas bisa dimanfaatkan dalam strategi pemasaran? Pemasaran lewat komunitas adalah strategi yang ampuh untuk melibatkan pelanggan secara aktif dan tanpa kesan memaksa, menciptakan suatu aliran percakapan dan informasi yang bermanfaat, baik bagi perusahaan, konsumen, maupun pasar.

Sementara bagian atau divisi periklanan, promosi, humas, dan penjualan semuanya lebih sering fokus untuk mendapatkan pelanggan baru, maka strategi pemasaran lewat komunitas ini bisa difokuskan untuk mengelola kebutuhan para pelanggan yang sudah didapat.

Lewat komunitas para pelanggan bisa lebih mudah berinteraksi dengan sesama pelanggan, menghubungkan pelanggan dengan non-pelanggan, menciptakan loyalitas yang lebih dalam, dan membantu perusahaan agar bisa mendapatkan input berharga dalam usaha meningkatkan kualitas produk atau layanannya.

Komunitas di Era Digital

Dulu suatu komunitas masih banyak menemukan kendala, seperti waktu, jarak, fasilitas, dan lain-lain. Komunitas dibatasi dengan segala sesuatu yang bersifat fisik. Ini karena setiap aktivitas dan interaksi yang hendak dilakukan mengharuskan para anggota untuk berkumpul secara fisik di suatu lokasi yang sama dan pada saat yang bersamaan.

Kabar baiknya, kini kita telah memasuki era digital dan mobile. Teknologi yang ada kini sangat mendukung segala aktivitas dan interaksi dalam suatu komunitas. Kini manusia bebas beraktivitas dan berinteraksi tanpa dibatasi oleh kendala fisik, waktu, dan lokasi. Orang-orang bisa berkumpul dalam waktu yang bersamaan di lokasi yang berbeda. Orang-orang juga bisa berinteraksi tanpa harus berkumpul di rentang waktu yang sama atau bersamaan.

Lewat berbagai media sosial yang bahkan disediakan secara gratis, serta teknologi mobile dan ponsel yang semakin canggih, orang bisa melakukan banyak aktivitas hanya lewat ujung jarinya. Media sosial memungkinkan kita untuk berinteraksi, bersosialisasi, dan berkumpul 24 jam, 7 hari nonstop. Sementara teknologi mobile dan ponsel memungkinkan kita untuk berinteraksi dan bersosialisasi di mana pun, kapan pun.

Dengan demikian harusnya perusahaan bisa punya lebih banyak peluang dan kemudahan dalam menciptakan, mengelola, dan memanfaatkan suatu komunitas sebagai salah satu strategi untuk pemasaran. Bahkan dalam era digital ini, mengelola komunitas dengan benar menjadi suatu keharusan bagi perusahaan yang ingin mempertahankan image dan awareness-nya di pasar.

Mengapa komunitas menjadi semakin penting di era digital? Selain banyaknya kemudahan, ada juga bahaya yang mengancam, karena pada era digital aliran informasi terbuka bebas, sehingga jika perusahaan tidak punya kendali dalam hal tersebut, bukannya tak mungkin perusahaan akan mengalami kesulitan untuk menciptakan image dan awareness yang diinginkan di pasar.

Komunitas Semakin Murah

Beberapa merek terkuat dunia seperti Nike, Starbucks, Google, membangun strategi pemasarannya lewat komunitas yang membutuhkan biaya relatif rendah. Ketika perusahaan fokus pertama kali memenuhi kebutuhan para pelanggannya, mereka tentu tidak punya anggaran besar untuk menarik pelanggan baru.

Tapi ketika perusahaan piawai mengelola dan berhubungan baik dengan komunitasnya, mereka bahkan tak perlu riset pasar yang mahal untuk tahu yang sebenarnya diinginkan dan dibutuhkan pasarnya. Sering kali juga, komunitaslah yang secara tidak langsung mampu menarik pelanggan baru untuk perusahaan.

Peluang Meningkatkan Loyalitas

Semua manusia termasuk pelanggan Anda mempunyai kesamaan, yaitu mereka butuh untuk merasa dimengerti atau dipahami. Kebutuhan ini kerap bisa dipenuhi lewat hal-hal seperti keluarga, klub, grup, atau komunitas.

Ketika perusahaan fokus untuk membangun komunitasnya, semakin peduli untuk membantu dan mendekatkan diri dengan pelanggan, maka tindakan ini bisa menciptakan keterikatan emosional antara perusahaan dan pelanggan.

Ini adalah awal yang bagus ketika para pelanggan merasa mereka punya corong dan media sendiri untuk menyalurkan aspirasi dan berpartisipasi. Mereka bisa merasa punya peran dan eksis di suatu tempat, walaupun tidak secara fisik berada di sana. Dari sinilah perusahaan punya peluang untuk meningkatkan loyalitas semua pelanggannya.

Demikian membangun dan mengelola komunitas menjadi semakin penting terutama dalam zaman digital dan mobile sekarang ini. Lantas, sudah siapkan Anda dan komunitas Anda menghadapi segala gelombang pasar?

1 Like

Komunitas tentunya bermanfaat untuk berbagai hal. Salah satu keuntungan dari komunitas adalah dari sektor bisnis.

Menurut Strauss, komunitas itu sangat penting bagi bisnis, jika tidak ada komunitas maka bisnis akan percuma saja. Pemahamannya adalah seperti ini: kita punya produk, tapi tidak punya orang yang dapat menggunakan produk kita tersebut, jadi untuk apa kita menghasilkan produk tersebut? Produk adalah bisnis kita dan orang yang akan menggunakannya adalah komunitas.

Ide dari komunitas ini adalah begitu kita memiliki ide (entah produk atau pun jasa) sesegera mungkin kita mengundang orang untuk menggunakannya (atau mengonsumsinya). Dengan cara ini, ada kemungkinan besar bahwa si pengguna akan ada keterikatan dengan bisnis kita ini, ia akan merasa memiliki hubungan dengan bisnis ini dan secara natural akan mengajak orang lain (teman-temannya) untuk turut menggunakan produk atau jasa yang ia pakai. Ini berhubungan dengan ide bahwa teman terdekat Anda dapat dengan mudah memengaruhi pikiran Anda.

Bayangkan apabila yang mempromosikan adalah seorang salesman (tidak dikenal oleh calon pelanggannya) dengan seorang teman yang sudah banyak memberikan saran berguna pagi sang calon pelanggan. Tentu akan lebih efektif menggunakan cara mouth-to-mouth ini.

Contoh nyata adalah situs WordPress. Pengguna WordPress sudah sangat tumbuh hingga angka 10 juta. Itu mulai dari pengguna yang menggunakan fitur gratis, maupun perusahaan yang menggunakan layanan berbayar. Itu semua berkaitan dengan konsep invite seseorang, kemudian biarkan orang itu mempromosikannya ke teman-teman terdekatnya (komunitas).

Orang Suka Diperhatikan

Poin yang bagus lagi dari Strauss adalah mengenai jika kita memperhatikan hal-hal di sekitar kita, kita akan tahu lebih banyak. Notice ini sendiri maksudnya adalah peka (bukan over-sensitive). Hal-hal kecil seperti memerhatikan orang lain, menghafal nama, memerhatikan kebiasaan orang lain kadang luput dari perhatian kita karena dianggap sebagai nuisance atau hal yang tidak penting.

Orang secara natural akan lebih senang apabila diperhatikan, istilahnya kita tahu apa yang mereka mau, tanpa mereka perlu mengatakannya terlebih dahulu. Mungkin kalau hubungan antarmanusia, ini adalah hal yang merepotkan, tapi di bisnis rasanya ini adalah hal yang penting, know what your customers want by noticing them.

Dengan begini orang akan merasa lebih dihargai karena seperti diakui keberadaannya oleh bisnis kita.

Strategi dan Positioning

Sering orang tertukar antara high-level execution dengan strategi. Banyak pula yang tertukar dengan taktik, visi, dan misi sebagainya. Seharusnya semua hal yang berkaitan dengan eksekusi diturunkan dari strategi, sehingga strategi adalah sesuatu yang tidak taktis dan jelas.

Hal penting lainnya adalah positioning bisnis kita di masyarakat. Maksudnya adalah bagaimana kita meletakkan bisnis kita di realita berdasarkan ciri-ciri yang kita miliki. Strauss tidak memberikan contoh nyata dalam dunia bisnis, melainkan ia memberikan analogi balerina.

Misal kita adalah perempuan yang memiliki tinggi badan 180 cm dan berkeinginan menjadi balerina. Balerina dengan tinggi badan seperti itu biasanya mengalami kesulitan, mengapa tidak kita berpikir untuk menjadi model saja? Dengan menjadi model, kita bisa lebih berhasil dan keuntungan yang kita dapatkan lebih maksimal. Analogi tersebut adalah dengan bisnis, bukan dengan kehidupan nyata.

Sama seperti perusahaan, kita perlu tahu apa strong points dan weak points yang kita miliki. Pastikan kita tahu hal-hal tersebut sehingga dapat menentukan dimana tempat atau pasar kita yang sebenarnya. Dalam hal ini kita perlu mempertimbangkan antara interest dan skill yang kita miliki.

Pentingnya Membuat Keputusan

Tak jarang orang akan bingung dalam membuat keputusan, sering pembuatan keputusan dipengaruhi atas dasar ketakutan atas opini orang lain. Misal jika suatu penerbangan dibatalkan, tentu si pembuat keputusan akan diprotes oleh pengusaha yang akan ada meeting, tapi akan berbeda dengan seorang ibu yang berat melepaskan anaknya ke tempat lain karena masih rindu. Ini perumpamaan yang diberikan oleh Strauss.

Yang penting, menurut Strauss, adalah dampak dari keputusan kita itu sendiri. Pertimbangkan siapa saja yang akan termotivasi dengan keputusan tersebut. Sebisa mungkin keputusan yang kita keluarkan dapat memotivasi orang lain sehingga dapat lebih produktif.

Sumber

1 Like

Sendiri mungkin akan membuat kita berjalan lebih cepat, namun kita tidak akan mampu melakukan perjalanan yang jauh jika hanya sendiri.

Hal ini yang terbersit ketika ada pertanyaan mengenai pentingnya sebuah komunitas.

Komunitas menyatukan orang-orang yang memiliki satu tujuan dan minat yang sama dalam satu wadah. Dari motivasi dan keinginan yang sama maka anggota komunitas akan mampu mengeksplorasi kemampuan diri untuk berperan dalam mencapai tujuannya.

Dengan adanya komunitas, secara psikologis antar anggota komunitas akan saling mendukung untuk meraih tujuan yang diinginkannya. Komunitas menjadi sebuah wadah untuk saling berbagi dan belajar. Terkadang suatu pengetahuan dimiliki satu orang dan tak dimiliki orang lain. Dengan adanya komunitas maka pengetahuan akan tersebar. Tak jarang pul ide-ide kreatif muncul dari sebuah komunitas.

Komunitas juga menjadi sebuah wadah untuk melakukan perubahan sosial. Dengan berkumpulnya banyak orang dengan berbagai karakter dengan tujuan tertentu, maka menjadi mungkin sebuah tujuan komunitas dapat dicapai. Tugas besar seperti menciptakan kultur yang baik atau sebuah gerakan tidak akan mampu terwujud jika dilakukan sendiri.