© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Mengapa Insta Story lebih diminati daripada Snapchat?

image

Semenjak kemunculan Insta Story milik Instagram yang cenderung lebih diminati, menyebabkan kepopuleritasan Snapchat menjadi menurun, mengapa?

Pada masanya, Snapchat adalah platform media sosial yang tumbuh paling cepat di dunia. Pengguna menganggap Snapchat sebagai platform sosial paling inovatif dan modern di dunia. Pertumbuhan terus meningkat, dan Q2 2016 melihat lonjakan pertumbuhan sebesar 17,2% yang sah. Sebagai rujukan, pertumbuhan Facebook di kuartal yang sama adalah 3,63%, dan banyak outlet berita menganggap bahwa “menghancurkannya.”

Persaingan antara Snapchat dan Instagram pada awalnya tidak terlalu panas, karena jenis konten yang dibagikan di antara dua aplikasi sosial itu sama sekali berbeda. Instagram mengingat-ingat, dan Snapchat melupakan.

Instagram Stories memiliki kemudaahan penggunaan yang baik. Saat Instagram merilis Stories, konsepnya sederhana : bagikan foto dan video secara berkala sepanjang hari Anda dan mereka akan muncul secara kronologis dalam stories Anda. Dalam 24 jam, mereka hilang selamanya (kecuali jika Anda menyimpan videonya ke device Anda). Antarmuka penggunanya hampir sama dengan Snapchat, tapi cukup tersimpan secara discretely ke header utama antarmuka reguler Instagram.

Instagram Stories terus mengeluarkan fitur baru. Tim pengembang mereka telah membuat update reguler untuk Story dalam rangka membangun daftar fitur mereka saat ini. Apa yang dimulai sebagai video 24 jam dan foto keseharian sederhana dengan beberapa filter dan fitur jenis telah berubah menjadi fitur app-app megah yang mungkin bisa bertahan sebagai aplikasi mandiri, lengkap dengan dukungan video live, kemampuan DM (dengan pesan Itu seperti Snapchat, hilang begitu penerima melihatnya), stickers, geotag custom, fitur Boomerang, rewind dan bahkan self-timer.

Instagram Stories lebih inovatif. Instagram Stories tidak hanya “melahap” dan mengeluarkan versi fitur Snapchat yang lebih baik; mereka meluncurkan fitur-fitur yang terlewatkan oleh Snapchat. Instagram membuat kemampuan “@ [username]” bisa dilakukan di Stories, yang berarti pengguna sekarang dapat saling memberi tag dalam stories mereka (a.k.a mention satu sama lain). Mereka juga menambahkan fitur Boomerang yang menyenangkan, yang membuat klip mirip GIF. Boomerang adalah fitur eksklusif untuk feeds pengguna sebenarnya, namun dengan mengintegrasikannya ke dalam Stories. Instagram juga meluncurkan fitur live video pada bulan November, yang pada dasarnya adalah apa yang dilakukan Facebook Live, namun di dalam Instagram Stories. Dan untuk akun profil tinggi, Instagram juga mengizinkan outbound link pada semua pengguna terverifikasiyang berarti banyak bagi Brands, selebriti, entertainer, atau produser konten berpengaruh, itu berarti bisa melibatkan penggemar dan pengikut pada tingkat yang baru. Instagram juga menyediakan fitur Business Profile dimana fitur ini biasa digunakan oleh user untuk berjualan secara online, dimana jika fitur ini diaktifkan akan ada Insight yang memungkinkan user untuk mengetahui seberapa sering profilenya dikunjungi user lain, seberapa sering feeds user dilihat user lain, dan akan dipresentasikan dalam data statistik, tentu saja fitur ini sangat berguna bagi online shop. Instagram mengeluarkan fitur POLLING yang memungkinkan user untuk meminta user lain mem-vote, yang nantinya hasil vote ini akan diketahui oleh user; seperti berapa banyak yang vote untuk 2 pilihan tersebut, dan hasil vote bisa dibagikan melalui Instgram Stories. Instagram juga mengeluarkan fitur terbaru mereka yaitu sticker GIF, salah satu fitur yang juga tidak dimiliki oleh Snapchat, Instagram bekerja sama dengan GIPHY untuk memunculkan sticker bergerak atau GIF.

Snapchat memiliki filter kamera yang lebih baik. Bagi user yang senang sekali selfie tentunya akan lebih menyukai kamera Snapchat, dengan adanya filter kamera yang baru setiap harinya membuat Snapchat tetap disukai oleh user, lebih tepatnya user wanita, karena membuat wajah user lebih halus, lebih cantik, lebih tirus, membuat mata user terlihat lebih besar sehingga terkesan cute. Instagram boleh menang dalam segala hal, tapi filter kamera Snapchat tetap juaranya. Tak heran jika user wanita masih memiliki aplikasi Snapchat dihpnya, walaupun hanya untuk sekedar menyimpan hasil foto atau video dari Snapchat dan menguploadnya ke Instagram Stories.

Jujur saja, saya mengharapkan adanya kerjasama atau akuisisi atau merge antara Instagram dan Snapchat seperti halnya kerja sama dengan GIPHY, karena daripada repot-repot menyimpan dari Snapchat bukankah lebih mudah jika di dalam Instagram ada filter-filter milik Snapchat? Snapchat juga tidak akan rugi disini. Menurut saya daripada bersaing (yang sudah jelas akan menang siapa) mengapa tidak bekerja sama saja?
https://www.highsnobiety.com/2017/06/19/instagram-vs-snapchat/

Snapchat dan Instagram merupakan aplikasi yang memiliki tujuan yang sama yaitu berbagi foto dan video. Keduanya memiliki fitur masing-masing yang menjadi keunggulan. Instagram dengan post foto dan video di timeline dan snapchat post foto dan video di stories yang memiliki tenggat waktu.

Seiring berjalannya waktu, Instagram kemudian mengeluarkan fitur yang sama dengan Snapchat yaitu Insta Story yang kemudian lebih dinikmati dan sedang naik daun di kalangan pengguna. Hal-hal yang menjadi faktor keunggulan Insta Stories, yaitu merupakan fitur dari aplikasi utama Instagram, yang memiliki pengguna aktif lebih banyak dari Snapchat. Menurut KompasTekno, pengguna aktif Insta Story sampai Agustus 2017 melonjak menjadi 250 juta pengguna, jumlah yang lebih banyak dari SnapChat yang memiliki pengguna aktif 166 juta. Hal tersebut menjadi salah satu faktor kesuksesan Insta Story dalam menyaingi Snapchat di dalam penerimaan pengguna aplikasi.

Faktor lain yang menjadi keunggulan dari Insta Story, yaitu lingkup penggunaan Insta Story lebih luas, dikarenakan dalam aplikasi utamanya yaitu Instagram, lebih mudah untuk mencari teman pengguna , karena Instagram merupakan bagian dari perusahaan Facebook yang memiliki data pengguna lebih banyak jadi lebih mudah untuk menemukan user yang ingin diikuti, sedangkan di Snapchat, pengguna harus memasukkan username yang tepat untuk menambahkan teman.

Sisi finansial juga merupakan keunggulan dari fitur Insta Stories, yang memiliki pemasukan lebih besar dari Snapchat. Instagram sebagai aplikasi utamanya yang sudah jauh lebih unggul jauh sebelum Snapchat diciptakan, memiliki pemasukan dari berbagai iklan yang dipasang , sementara Snapchat baru menawarkan stiker berbayar. Dari sisi fitur, Insta Story juga merupakan aplikasi yang inovatif, yang menambahkan fitur beragam, tidak hanya font, namun juga terdapat efek bervariasi pada foto dan video, serta GIF yang merupakan animasi bergerak yang menjadi fitur terbaru di 2018. Itulah beberapa faktor pendukung Insta Story yang bisa menjadi lebih unggul daripada Snapchat.

Referensi

http://tekno.kompas.com/read/2017/09/29/06304447/naik-100-juta-berapa-jumlah-pengguna-instagram-sekarang
https://www.urbandigital.id/5-hal-instagram-stories-snapchat-killer/

Pada Juni 2017, Facebook mencatat jumlah pengguna aktif Instagram Stories mencapai 250 juta. Kenaikan ini sangat signifikan dikarenakan sebelumnya Instagram Stories hanya memiliki 200 juta pengguna aktif pada April 2017. Berbanding terbalik dengan rivalnya, Snapchat. Snapchat justru mengalami kemunduran seiring dengan rilis nya Instagram Stories dengan fitur-fitur yang beragam. Kenaikan pengguna snapchat tidak dianggap drastic dikarenakan jumlah pengguna hanya naik 30 juta dalam kurun waktu satu tahun. Tidak hanya itu, snapchat dilaporkan mengalami kerugian sebesar US$ 443 juta atau setara dengan Rp 5,9 triliun. Sahamnya pun merosot sebanyak 14 persen.

Lalu mengapa banyak pengguna snapchat yang beralih ke Instagram Stories?

  • Snap’s Discoverability Issues
    Komponen kunci dalam pertumbuhan digital saat ini adalah dapat ditemukan (discoverable) dan dapat dicari (searchable). Pada snapchat, halaman Discover adalah tempat bagi pengguna untuk melihat kejadian besar di berbagai Negara saat ini atau siapa yang menjadi “hot issues” pada platform. Sementara itu, pada Instagram Stories terdapat fitur geolokasi yang lebih spesifik yang dapat memudahkan pengguna untuk memberi tahu kepada pengguna lain dan merekomendasikan tentang tempat tersebut dan letak lokasi tersebut di dalam maps. Terdapat pula fitur hashtag yang dapat merekomendasikan pengguna lain tentang apa yang menjadi trending saat ini.

  • Instagram Has Been Easier to Drive Traffic From
    Pada snapchat, satu satunya hal yang dapat pengguna lakukan untuk memberitahukan ke pengguna lain tentang referensi sebuah website, pengguna harus menuliskan tautan website tersebut pada gambar, dan pengguna lain yang melihat harus mengingat tautan tersebut, membuka tab browser baru dan mengetikkan secara manual tautan tersebut untuk mengakses halaman website yang direkomendasikan. Lain hal dengan Instagram Stories, yang harus dilakukan pengguna adalah menambahkan URL ke Stories dan pengguna lain hanya perlu menggeser layar ke atas (swipe up) untuk langsung terhubung dan mengakses website rekomendasi.

  • Instagram Gives You 2 in 1
    Satu alasan definitif mengapa Snapchat dapat dikalahkan oleh Instagram adalah Instagram tidak hanya mencuri ide snapchat, akan tetapi juga terus berinovasi dengan fitur-fitur baru yang dapat membuat para pengguna snapchat beralih ke Instagram Stories. Dan sebagai hasilnya, Instagram Stories memliki lebih banyak pengguna, demografi yang lebih luas, fungsi yang lebih baik, dan semua hal ini sangat meningkatkan kepuasaan pengguna. Di sisi lain, Instagram tetap konsisten dengan fitur feed nya dan terus meningkatkan performa dan kualitas gambar yang diupload. Hal ini membuat pengguna mendapatkan dua keuntungan dalam satu aplikasi. Pengguna dapat membuat album foto digitalnya lewat fitur feed dan juga dapat berbagi momen keseharian kepada pengguna lain lewat fitur stories.

Referensi

https://www.semrush.com/blog/7-reasons-to-ditch-snapchat-in-favor-of-instagram-stories/

http://tekno.liputan6.com/read/3057398/instagram-stories-jadi-jawara-snapchat-malah-merana

Snapchat pertama kali dirilis pada 2013, model fitur-fitur snapchat yang kala itu booming membuat Facebook ingin meniru. Pada tahun 2016, Facebook meluncurkan Instagram Stories, membuat Snapchat menunjukkan penurunan yang signifikan dalam penayangan. Menurut TechCrunch, “Snapchat telah menurun setidaknya 15% untuk beberapa bintang media sosial. Studio kreatif Delmondo melaporkan bahwa dari bulan Agustus sampai November 2016, rata-rata unik viewers per Snapchat stories telah menurun sekitar 40%.” Hal ini terus membuat Snapchat menurun, meningkatnya Instagram stories bagi pengguna sampai saat ini membuat Snapchat terus mencari cara untuk menarik popularitasnya kembali sebagai icon unggah video singkat.

Fitur Instagram Stories yang serta-merta mirip Snapchat kini sudah 200 jutaan pengguna aktif. Angka itu mengalahkan Snapchat yang cuma digunakan 161 juta orang secara rutin. Instagram memudahkan para pengguna untuk mencari tahu teman-temannya, tanpa harus melakukan search terlebih dahulu, kemudahan itu membuat faktor Instagram menaik dari Snapchat. Mengungguli Snapchat dengan fitur Tag People On Snap and link, fitur ini berguna karena dapat berbagi dengan orang yang ada di Instagram stories mereka. Influencers Snapchat sekarang sudah banyak beralih ke Instagram stories karena akan kebutuhan mereka untuk berbagi kepada fans nya atau kerabatnya, dan iklan mereka.

Semenjak Instagram stories mempunyai metrix, bagi para influencer membutuhkan, seperti semua tahu berapa banyak pengikut Kylie atau Selena di Instagram tapi di Snapchat itu semua adalah misteri. Pengguna tahu berapa banyak pengikut yang mereka miliki, tapi tidak ditampilkan seperti di Instagram. Snapchat memberikan statistik minimal: Tampilan unik, jumlah cerita yang dilihat, dan jumlah tangkapan layar. Influencer dan pengiklan membutuhkan lebih banyak, Instagram menyediakan segalanya: Pengikut, klik situs web, tayangan, jangkauan, keterlibatan, demografi, dll. Dan baru-baru ini Instagram merilis fitur font dan gif yang bisa digunakan untuk Instagram stories lebih menarik dan hidup. Dari beberapa fitur ini Instagram stories menjadi unggul dalam persaingan dengan Snapchat.

Referensi

https://www.forbes.com/sites/tomward/2017/05/03/oh-snap-instagram-stories-is-killing-the-competition/#fda8c04b04ec
http://tekno.kompas.com/read/2017/04/15/10560077/dianggap.contek.snapchat.instagram.stories.malah.lebih.unggul

Kisah Instagram berubah karena penggunaan sehari-hari melebihi Snapchat.
Cerita Instagram telah berkembang dari kloning Snapchat menjadi bagian integral dari aplikasi komunikasi visual terbesar di dunia sejak tahun peluncurannya. Setengah dari bisnis di Instagram menghasilkan sebuah cerita di bulan lalu, dan ini meningkatkan penggunaan rata-rata aplikasi menjadi 32 menit per hari bagi mereka yang berusia di bawah 25, dan 24 menit per hari untuk mereka yang berusia 25 tahun ke atas.

Jika tujuan Facebook berhenti Snap di jalurnya, ini sebagian besar berhasil dengan Kisah Instagram. Tingkat pertumbuhan pengguna aktif bulanan Snapchat telah anjlok dari 17,2% per kuartal menjadi hanya 5%, sementara harga saham Snap turun dari IPO 17 menjadi 13. Kisah Instagram sekarang memiliki 250 juta pengguna harian dibandingkan dengan 166 juta Snapchat. Penggunaan Instagram per hari mengalahkan “rata-rata konsumsi Snapchat selama lebih dari 30 menit per hari”, serta lebih dari 30 menit per hari selama di bawah 25 dan 20 menit per hari selama lebih dari 25 detik Snap dikutip dalam pengajuan IPO-nya.

Sudah jelas untuk melihat mengapa pengguna berpindah ke Instagram. Ini telah mencuri beberapa kasus penggunaan utama Snap. Spektrum augmented reality yang paling populer dari Instagram sama dengan Snap yang disalinnya: telinga anak anjing virtual. Juga di lima filter wajah Instagram teratas adalah telinga kelinci di posisi 3 dan telinga Koala di posisi 5, keduanya terinspirasi oleh popularitas anjing Snap. Sementara itu, Instagram terus mengulangi fitur baru dan paket stiker.

Instagram sebenarnya semakin efisien dalam menyalin Snapchat. Meskipun butuh waktu hampir 3 tahun untuk meluncurkan Versi Kisahnya sendiri, Instagram hanya membutuhkan waktu 4 bulan untuk menyalin fitur pembuatan stiker milik Anda-Snapchat yang diluncurkan pada bulan April.

Instagram tidak hanya menyalin Snapchat’s Stories, namun telah mengubah fitur Instagram Direct-nya menjadi pesaing pesan pribadi singkat Snapchat. Dengan mengizinkan orang mengirim pesan visual cepat yang hilang, Instagram Direct telah berkembang menjadi 375 juta pengguna bulanan. Sekarang satu dari lima Kisah Instagram yang diposting oleh sebuah bisnis menerima balasan Pesan Langsung, yang memungkinkan Instagram merayu pengiklan yang menginginkan saluran pribadi untuk berkomunikasi dengan pelanggan.

Instagram menulis bahwa “Cerita membuat Instagram menjadi tempat bagi orang untuk berbagi semua momen mereka - sorotan dan segala sesuatu di antaranya”. Jika CEO Kevin Systrom menetapkan untuk menjadikan Instagram sebuah aplikasi untuk menampilkan segala sesuatu yang menyenangkan dalam hidup Anda, bukan hanya makanan dan liburan yang sangat bagus, itu berhasil. Dan untuk lebih baik atau lebih buruk lagi.

Berikut adalah perbandingannya:

The Stories Feed

Di Instagram, Anda akan melihat umpan horizontal baru untuk Cerita di bagian atas umpan utama Anda yang menampilkan foto profil sebagai gelembung melingkar dari pengguna yang Anda ikuti. Gelembung yang Anda lihat akan muncul sesuai dengan algoritma yang bertujuan untuk menunjukkan kisah favorit Anda Cerita pertama. Anda dapat menggesek ke kiri atau kanan untuk menggulirnya dan menyentuh untuk melihat Kisah pengguna tertentu, yang hilang 24 jam setelah diposkan. Cerita yang belum Anda lihat belum akan dilingkari warnanya.

Di Snapchat, Anda harus menggesek kiri dari tab kamera untuk mengakses tab Cerita Anda. Umpan vertikal pembaruan terkini dan semua cerita yang menampilkan pengguna yang telah Anda tambahkan (termasuk foto, nama, dan waktu yang mereka kirim) akan ditampilkan di antara blok konten promosi dari mitra Snapchat.

Takeaway: Insta Story memberi umpan seperti umpan sekunder yang digabungkan dengan yang utama untuk melengkapinya sebagai bentuk konten yang lebih cepat dan lebih santai. Snapchat, di sisi lain, adalah tentang berbagi konten singkat, jadi hanya ada satu bentuk konten untuk dibagikan dan hanya dicampur dengan konten mitra.

Melihat Cerita

Di Instagram, Anda dapat menyentuh Kisah pertama dalam umpan Cerita Anda untuk langsung melihatnya dan ini akan memainkan Kisah orang lain sesuai urutannya dalam umpan Anda. Jika pengguna mengeposkan beberapa Cerita, mereka akan bermain sesuai urutan yang diposkan. Anda dapat mengetuk Kisah pengguna mana pun untuk melihatnya (bukan semua dari mereka sesuai urutannya dalam umpan Anda) dan Anda dapat mengetuk untuk melewatinya dengan cepat jika ada banyak Cerita. Ada juga opsi “Kirim Pesan” di bagian bawah setiap Story, yang dapat Anda gunakan untuk memulai obrolan melalui Instagram Direct.

Pada Snapchat, melihat Cerita hampir identik dengan apa yang sekarang dimiliki Instagram. Ketuk Kisah pertama di umpan Anda untuk melihat apa yang telah diposkan sesuai urutannya (termasuk beberapa Cerita dari pengguna) dan ketuk untuk melewatinya lebih cepat. Ada juga pilihan obrolan yang bisa Anda akses di setiap Story yang memungkinkan Anda mengirim pesan / memulai obrolan dengan pengguna tertentu.

Takeaway: Ketika sampai pada sekadar melihat Cerita di Instagram dan Snapchat, pengalamannya hampir identik. Salah satu perbedaan yang menarik adalah kemampuan untuk mundur melalui Cerita dengan mengetuk sisi kiri layar saat Anda melihatnya - fitur yang tidak dimiliki Snapchat

Referensi

https://techcrunch.com/2017/08/02/instagram-stories-anniversary/
https://www.lifewire.com/instagram-stories-vs-snapchat-stories-whats-the-difference-4069910