Mengapa era Minimum Viable Product dikatakan telah mati dan saatnya beralih ke Riskiest Assumption Test ?

mvp-dead-trentech_l7zvpr

Mengapa era Minimum Viable Product dikatakan telah mati dan saatnya beralih ke Riskiest Assumption Test ?

Sering kali yang dimaksud MVP adalah versi perdana dari sebuah produk yang belum sempurna. Sehingga MVP jadi terlalu kompleks untuk digunakan sebagai alat uji coba. Developer biasanya kemudian membuat Minimum Valuable Product untuk mengatasi kekhawatiran akan kemungkinan hasil produk yang kurang baik. Namun hal ini akan menghabiskan terlalu banyak sumber daya untuk menguji asumsi yang berisiko tinggi, dan makin terlambat mendapat pelajaran dari konsumen yang sebenarnya.

Proses MVP gagal menjawab dua pertanyaan penting, yaitu apa yang di uji dan mengapa melakukan testing. Dibanding MVP, RAT lebih eksplisit. Kita tidak perlu membangun lebih dari apa yang dibutuhkan untuk mengetes risiko terbesar, tidak ada tuntutan akan desain dan kode program yang sempurna. Kunci proses RAT terletak pada tes yang kecil dan cepat. Apa eksperimen terkecil yang bisa kamu lakukan untuk mengetes asumsi terbesar? Seperti dipaparkan oleh Tom Chi, co-founder Google X, “Memaksimalkan pembelajaran dengan cara meminimalkan waktu yang diperlukan untuk mencoba hal baru.”