Mengapa dalam menyusun suatu dokumen business case menerapkan measurable organizational value (MOV) daripada Return On invesment (ROI)?

Karena ROI hanya yang mengevaluasi keberhasilan sebuah proyek dengan membandingkan keuntungannya dengan biayanya. Sementara, MOV mengukur keberhasilan atau kegagalan sebuah proyek dalam hal dampak yang diinginkan proyek, yang dapat dinyatakan dalam persyaratan finansial atau non finansial. Setiap MOV adalah ukuran yang disepakati dan diverifikasi yang mencerminkan nilai hasil proyek berdasarkan tujuan organisasi. Misalnya, dampak yang diinginkan proyek mungkin untuk menembus pasar baru, memberikan layanan pelanggan yang lebih efisien atau meningkatkan margin produk. Dengan menggunakan MOV, sebuah organisasi dapat memastikan proyek memaksimalkan penggunaan sumber daya perusahaan untuk menghasilkan manfaat strategis, pelanggan, operasional, sosial atau finansial.

Referensi : https://bizfluent.com/info-8352967-measurable-organizational-values.html

Measurable Organization Value (MOV) merupakan tujuan keseluruhan yang ingin dicapai dari suatu proyek dan mengukur kesuksesan proyek tersebut(Billows 1996; Smith 1999).
Menurut Marchewka (2003,p.293), mengevaluasi kesuksesan proyek dilakukan menggunakan nilai organisasi yang bisa diukur (Measurable Organizational Value/MOV). MOV didefinisikan pada awal dari proyek. MOV menyediakan dasar untuk menjalankan proyek dan mendukung banyak keputusan dalam siklus proyek.

Sedangkan Return On Investment (ROI) merupakan pengukuran kemampuan perusahaan secara keseluruhan di dalam menghasilkan keuntungan dengan jumlah keseluruhan aktiva yang tersedia didalam perusahaan.
MenurutSutrisno (2001:255) mengemukakan:
“Return On Investment (ROI) merupakan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan yang akan digunakan untuk menutup investasi yang dikeluarkan.”
Menurut Suad Husnandan Enny Pudjiastuti (2004:74) mengemukakan bahwa :
“Return On Investment (ROI) adalah rasio yang menunjukkan seberapa banyak laba bersih yang bisa diperoleh dari seluruh kekayaan yang dimiliki perusahaan.”
Menurut Sofyan Syafri Harahap (2007:305) mengemukakan bahwa:
“Rasio ini menunjukkan berapa persen diperoleh laba bersih bila diukur dari modal pemilik.”
Dalam menghitung tingkat return on investment (ROI), maka perlu diperhatikan bahwa perhitungan tersebut didasarkan atas laba bersih sesudah pajak dibagi dengan total aktiva perusahaan ,baik dengan diinvestasikan didalam maupun diluar perusahaan. Hal tersebut disebabkan karena pengukuran ROI adalah untuk mengetahui tingkat keuntungan bersih yang diperoleh dari seluruh modal yang telah diinvestasikan.
Jadi, kesimpulannya dalam menyusun dokumen Business Case menerapkan MOV daripada ROI karena MOV mencakup tujuan keseluruhan yang ingin dicapai suatu proyek, sedangakn ROI hanya untuk pengukuran kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan.

Referensi : https://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&rct=j&url=http://octaviontjia.blog.binusian.org/files/2014/05/Paper-Totolan-6.docx&ved=0ahUKEwjN9rXsjOHWAhUIpo8KHResCp8QFggtMAE&usg=AOvVaw2xAlHUUFlKVrNekgV_58-t

Karena di dalam pengembangan Measurable Organizational Value (MOV) lebih mengarah tentang segi non financial. Adapun tahap - tahap yang harus dilakukan, sebagai berikut : Mengidentifikasi area dari dampak yang diinginkan, Mengidentifikasi nilai yang diinginkan dari proyek TI, Mengembangkan bidang yang sesuai, Menetapkan batasan waktu untuk mencapai MOV, Memastikan dan mendapat persetujuan dari stakeholder proyek, Merangkum MOV dengan singkat dan jelas. Sedangkan didalam Return On invesment (ROI) lebih mengarah kedalam perhitungan finansial yang bertujuan mengestimasi ROI untuk proyek SI/TI, perhitungan di dalam ROI terdiri dari 5 bagian, antara lain : ROI 1 - Traditional Cost Benefit Analysis (TCBA), ROI 2 - Value Linking (VL), ROI 3 - Value Acceleration (VA), ROI 4 - Value Restructuring (VR), ROI 5 - Innovation Value (IV).

referensi :
http://thesis.binus.ac.id/doc/Bab2/BAB%20II_04-05.pdf
http://scdc.binus.ac.id/bslc/2016/05/ringkasan-uts-managemen-proyek/

Return on Investment (ROI) adalah metrik keuangan yang populer untuk mengevaluasi konsekuensi finansial dari investasi dan tindakan. ROI yang sederhana membandingkan hasil dengan membuat rasio dari arus masuk arus kas dan arus keluar yang mengikuti dari investasi. Menurut definisi, rasio ROI terhitung karena keuntungan investasi bersih dibagi dengan total biaya investasi.
Sedangkan Measurable Organizational Value (MOV) memiliki beberapa karakteristik yang dapat diukur secara obyektif, untuk membuktikan bahwa proyek tersebut memberikan nilai nyata kepada perusahaan/organisasi. Terdapat 6 langkah dalam pendefinisian MOV, yaitu:

  1. Identifikasi area dampak yang diinginkan
  2. Identifikasi nilai yang diinginkan dari proyek
  3. Kembangkan metrik yang sesuai
  4. Tetapkan kerangka waktu untuk mencapai MOV
  5. Dapatkan persetujuan dari para pemangku kepentingan
  6. Ringkaskan MOV dalam sebuah pernyataan

Sebagian dari langkah diatas 2 diantaranya terdapat dalam business case. Dan dari definisi masing-masing diatas menunjukkan bahwa dalam menyusun suatu dokumen bisnis sangat perlu untuk menerapkan MOV.

Referensi:
www.cci.drexel.edu/faculty/gbooker/isys420/chapter2.ppt