Mengapa cewek merokok dianggap bukan cewek baik-baik di masyarakat?

cewek merokok

Masyarakat kita lebih permisif ketika melihat cowok merokok, sedangkan hal yang aneh (dalam arti yang negatif) ketika melihat cewek merokok di tempat publik. Mereka akan dianggap cewek “nakal” dan banyak lagi stereotipe yang memvonis cewek merokok ?

Bagaimana pendapatmu ?

5 Likes

Menurut saya stigma masyarakat adalah kegiatan merokok itu pada umumnya dilakukan oleh laki-laki. Sehingga ketika cewek merokok pasti itu adalah hal yang tabu, namun dimasa saat ini jika melihat juga banyak cewek yang merokok.

Dari hal yang tabu tersebut munculah pemikiran bahwa itu bukan hal yang wajar dan secara otomatis menjurus pemikiran bahwa cewek yang merokok adalah nakal. Karena biasanya cewek yang nakal akan bergaul dengan orang yang kurang bener juga, misalnya mabuk-mabukan, judi, dugem dll.

Sehingga hal tersebut menjadikan pemikiran masyarakat bahwa cewek yang merokok adalah bukan cewek baik-baik.

Ini adalah masalah hukum sosial masyarakat yang sudah menjadi ideal. Ketika hukum sosial masyarakat yang telah tercipta dalam suatu komunitas atau kependudukan itu menjadikan segala hal tindakan maupun perilaku masyarakat yang baik dan buruk sudah terpatri dalam “norma” yang tertulis maupun tak tertulis. Contoh, ketika kita melihat orang di daerah eropa meminum bir adalah menjadi hal yang lumrah. Tetapi, ketika kita melihat sudut pandang daerah jawa atau sekitarnya, meminum bir adalah tindakan yang tidak wajar dan tidak dibenarkan. Maka, sama dengan contoh seorang wanita yang merokok pun juga begitu. Tindakan atau perliaku tersebut sudah menjadi hukum atau norma yang dianggap masyarakat adalah suatu keanehan dan kerusakan pada wanita itu.

Meskipun jika kita kaji melalui kesehatan, lelaki pun juga tidak baik apabila merokok. Tidak ada perbedaan antara gender wanita dan pria apabila dihadapakan dalam permasalah kesehatan. Semua bisa sakit karena tindakan yang tidak lumrah. Jadi, wanita yang merokok dianggap “nakal” dikarenakan hukum sosial masyarakat yang telah tercipta dalam kependudukan tersebut.

1 Like

Tolong di artikel ku juga comen ya . Biar kita sama sama diskusi .

Ok mengenai artikel mu, aku sebenarnya merasa jika cewek merokok itu adalah hal yg tidak wajar. Krn dari pandangan masyarakat. Cowo lah yg selalu merokok… cowo merokok adalah salah satu nya krn ingin terlihat keren . Dan yg ke 2 kecanduan memakai rokok… ya walah rokok gk sehat si kalau dihirup. Krn asap ny yg tak bagus untuk kesehatan kita . . Kalau cewek di merokok,kalu di lingkungan ku ya. Agak gk wajar. Atau jika ada cewek merokok akan dikenal dgn cewek tomboi… tentu kan cewek tomboi itu dikenal dgn sifat dan tampilan seperti laki laki.kadang kala ,cewek merokok itu adalah cewek yg bisa dikatakan preman. Anak geng gitu… tapi ,bukan semua cewek merokok anak geng. Ada juga sih ibu ibu yg merokok juga… mungkin alasannya,hati ny akan puas dan senang jika merokok… opini saya ya.!.

Ayo ngaku dululah, merokokok itu hal yang buruk. Kenapa? ya karena memang pengaruhnya buruk diberbagai kesehatan, tapi saya bukan mau membahas rokoknya ya hehe. Jadi, yang namanya hal buruk itu kalau dilakukan kan merupakan suatu kenakalan. Dan, MAJORITAS-nya itu dilakukan (admit it!) oleh cowok. Dan hal itu, karna keseringannya itu sudah jadi biasa. Sementara… cewe di mata masyarakat itu jarang melakukan hal seperti merokok. Jadi ya wajar aja kalau dia langsung terlihat aneh (dalam artian negatif). Menurut saya itusih pas dibilang hal buruk, tapi kalo dibilang dia bukan cewe yg baik baik… eits belum tentu…

Sebenarnya rokok itu buruk untuk siapa saja. Tapi, masyarakat lebih bisa memaklumi laki-laki merokok karena stereotipe gender yang sudah melekat sejak lama. Seiring berjalannya waktu, rokok dianggap sebagai atribut yang biasa digunakan oleh laki-laki.

Kalau dianalogikan, sama saja seperti pakaian berwarna pink. Dulu, pink identik dengan perempuan. Ganjal jika laki-laki memakai baju pink. Hal tersebut terbentuk bertahun-tahun lamanya. Hingga akhirnya sekarang hal tersebut tidak begitu mencolok. Ada banyak model pria berbaju hypebeast yang mengenakan kaos pink, hoodie pink, celana pink, ataupun topi pink. Mengapa seperti itu? Karena konstruksi sosial terhadap peletakan atribut gender itu relatif. Apa-apa yang terjadi hari ini, yang sebenarnya bisa dilalukan oleh kedua gender (bukan kodrat), sejatinya diwajarlan dan ditolak atas dasar konstruksi sosial.

Tergantung persepsi masyarakat menganggap rokok ini adalah hal yang buruk atau baik… di Indonesia, cewek yang merokok memang dianggap hal yang buruk. Berbeda dengan di Amerika yang sangat mudah ditemukan wanita merokok di sana… Kalau saya memang tidak sepakat apabila orang merokok dianggap baik, karena di bidang kesehatan kita semua tahu bahwa rokok ini memiliki dampak yang buruk bagi dirinya ataupun sekitarnya…

Tapi kalau dikatakan anti dengan orang merokok ya nggak juga…. Saya yakin mereka yang merokok ini bukan bertujuan untuk merusak diri… namun ada hal-hal lain yang dia dapatkan ketika merokok. Menghilangkan stress, ataupun memacu daya pikirnya. Hal-hal sepertii itu, yang sejujurnya saya juga tidak mengerti kenapa harus melalui rokok.

Kembali lagi pada cewek yang merokok… orang-orang yang melihatnya bisa saja menyebut dia sebagai cewek nakal atau istilah-istilah jelek lainnya… saya pikir hal tersebut memang salah, karena tidak semua cewek yang merokok dia punya akhlak yang jelek banget, dan lebih buruk daripada cewek yang tidak merokok. Namun mau tidak mau, itulah resiko yang harus diterima. Karena persepsi masyarakat lah yang akhirnya membentuk persepsi baik buruk terhadap sesuatu.

Menurutku, karena cewek umumnya dipandang sebagai kelemahlembutan, sedang merokok dianggap sebagai hal yang kasar dan buruk, bisa merusak kesehatan—bahkan seluruh makhluk hidup, yah termasuk cowok yang lebih sering mengonsumsinya. Maka dari itu, segala hal negatif pada rokok ‘menjalar’ atau menimbulkan stigma negatif yang lebih parah terhadap konsumen cewek. Sebab bagi masyarakat luas, cewek seharusnya lebih paham tentang baik-buruknya segala sesuatu, yang lantas ketika ia melakukan hal buruk, buruklah juga 'citra’nya bagi masyarakat umum.

Menurut saya, karena rokok identik dengan orang yang tidak memiliki aturan atau nakal di kalangan masyarakat khususnya Indonesia. Masyarakat juga menilai jika cewek merokok seperti cewek yang tidak di didik oleh kedua orang tuanya dan juga memiliki lingkungan pergaulan yang sangat bebas. Namun rokok tidak memandang gender, siapapun bisa menggunakan dan memakai. Tergantung bagaimana kita memakai dan semua orang menyikapi. Belum tentu cewek perokok nakal ataupun memiliki pergaulan yang bebas. Karena mengekspresikan kebahagiaan atau mengurus diri sendiri adalah hak dari diri sendiri.

wajar dianggap bukan cewe baik karena secara harfiah wanita itu adalah sosok yang feminim dan menjaga marwahnya sebagai wanita di depan masyarakat. bukan berarti dibelakang atau ditempat yang tersembunyi atau rumah wantia bisa bertindak buruk. Bisa kita lihat wanita yang merokok dipengaruhi lingkungannya misalnya pertemanan yang didominasi dengan anak malam maupun pria. Aku belum menemukan anak rumahan yang merokok.
Wanita yang menjaga perilakunya pasti lebih dihormati banyak orang terutama laki-laki, tapi wanita yang merokok pasti laki-laki menganggapnya sama seperti mereka tidak ada segan-menyegan maupun saling menghormati batasan. Ini perempuan bisa diajak nongrong, cerita apapun pasti nyambung dan seru sehingga tidak ada batasan pertemanan antara laki-laki dan perempuan.
merokok memiliki dampak yang sangat buruk untuk kesehatan terutama untuk wanita yang akan mengandung anak. Sama halnya dengan alkohol, narkoba dan tatto yang tidak bisa memberikan manfaat bagi orang banyak seperti tidak bisa melakukan donor darah. Merokok juga sangat meresahkan bagi kaum tidak merokok. Mereka yang membuang asapnya, yang tidak merokok menghirup asap rokoknya. Bahkan ada kasus anak yang meninggal karena asap rokok . itulah mengapa juga orang yang perokok mendapatkan cap yang buruk, karena merugikan. Coba deh mereka yang merokok dimasukkan ke dalam ruangan sempit dan mereka sendiri yang menghirup asapnya pasti mereka yang akan mendapatkan penyakit.
Tapi mungkin pernyataan wanita yang merokok dianggap bukan perempuan yang baik di kalangan masyarakat tidak berlaku pagi penganut paham my body my choice. Paham ini berpendapat bahwa mereka bebas melakukan apa aja terhadap diri sendiri karena itu pilihan atas dirinya sendiri tanpa pengaruh orang lain.

Menurut saya ini semua dikarenakan mindset masyarakat yang sudah tertanam dari dulu tentang rokok yang memberi image nakal. Makannya ketika melihat pria merokok sudah sangat biasa. Tetapi ketika wanita yang merokok terlihat sangat tidak biasa dikarenakan secara harfiah wanita itu sosok yang feminime dan lembut, dan menurut saya rokok tidak mendefinisikan bagaimana sifat individu itu sendiri sebenarnya.

Bagi sebagian perempuan, kebiasaan merokok juga dianggap dapat untuk mengatasi stres, menghilangkan kecemasan dan dipakai jiwa. Dengan penelitian Aditama, Stice dan Shaw (2003) menjelaskan di mana bahwa body image dan gangguan pola adalah peningkatan risiko untuk memulai merokok pada remaja perempuan yang selanjutnya akan membangun signifikansi gangguan klinis pada pelakunya. Ini menandakan bahwa Psikologis berperan dalam menentukan faktor merokok pada perempuan.

Jadi, berdasarkan pernyataan psikologis yang dijelaskan tersebut saya beranggapan bahwa stereotipe mengenai cewek “nakal” jika merokok itu tidak lah benar adanya. untuk sebagian perempuan yang merokok itu adalah bentuk dari luapan emosi yang sedang ia hadapi. bisa dibayangkan sakitnya ketika sedang kalut dengan sebuah masalah, ada sebagian orang yang men-judge dia sebagai wanita nakal hanya karena merokok. Tapi saya juga tidak membenarkan sepenuhnya atas keputusan yang diambil oleh perempuan tersebut. Sebenarnya banyak cara yang lebih positif untuk pelampiasan emosi dan tentunya tidak membahayakan tubuhnya. Dan mungkin bisa kita hargai saja apa yang sudah jadi keptusannya, karena sudah pasti ia juga mengetahui impect dari merokok itu apa untuk dirinya dikemudian hari. Terlebih jika perempuan tersebut adalah teman dekat kita, mungkin bisa kita ingatkan dengan cara pendekatan secara personal, perlahan, dan lebih hati-hati. Karena biasanya akan lebih sensitif ketika ada seseorang yang mencoba mengomentari keputusan untuk kehidupannya.

Sumber

Perilaku Merokok Pada Perempuan

Merokok memang punya dapmpak negatif. Tetapi bagi kebanyakan orang yang sudah kecanduan rokok, meninggalkan kebiasaan ini bukanlah hal yang mudah. Banyak yang memberikan alasan dengan merokok bisa bikin dapet inspirasi dengan mudah, ada lagi yang bilang dengan merokok bisa mengusir kejenuhan. Nah, saat ini bukan cuma laki-laki saja yang punya hobi merokok, banyak juga wanita yang kini suka merokok.Namun biasanya anggapan masyarakat terhadao wanita yang suka merokok mengarah kepada hal yang negatif.

Para wanita terkadang mengalami stres yang berat kebanyakan tidak tahu bagaimana caranya untuk menghilangkan stres tersebut. Tidak sedikit wanita muda yang memilih melampiaskan rasa stresnya dengan merokok. Mereka seringkali membangun sugesti bahwa merokok dalam menghilangkan sedikit stresnya. Kalau ditanya pendapat saya terkait ini sebenarnya saya menyayangkan apa yang mereka lakukan karena dampak negatif yang ditimbulkan dari rokok sendiri. Namun ketika mereka merasa tenang dengan merokok ya dikembalikan kepada dirinya dan dia harus mempertanggungjawabkan apa yang dia lakukan dan menerima konsekuensi yang didapat salahn satunya mendapat cibiran dari orang lain.

Menurut ku pandangan tentang cewek perokok dianggap cewe nakal terjadi karena ada nya stereotype yang dibuat masyarakan dan masyarakat menyetujui hal itu. Padahal hal tersebut masuk kedalam budaya patriarki. Budaya patriarki disadari ataupun tidak telah mendangkalkan daya nalar kita. Wanita menjadi pihak yang sangat merasakan diskriminasi tersebut. Citra wanita yang lekat dengan keanggunan, tutur kata halus dan hal baik lainnya membatasi kebebasan laku mereka. Saat perilaku tidak lagi sejalan dengan pandangan atau aturan masyarakat, mereka akan diserang dengan penilaian yang menghancurkan reputasinya. Sebutan bukan wanita baik-baik dan panggilan negative lainnya akan langsung melekat pada diri mereka dan berujung mereka hidup dalam sebutan negative tersebut. Dan hal yang lebih tragisnya jangankan untuk mengembalikan reputasi yang rusak, kesempatan untuk menjelaskan alasan mereka pun dinihilkan.

Jika alasan lain wanita tidak boleh merokok dikaitkan dengan kesehatan, sepertinya hal ini tidak bisa dibenarkan. Kita semua sama-sama tau jika rokok memiliki efek negative bagi tubuh baik untuk wanita maupun pria. Jadi menurut ku pandangan tentang cewe meroko adalah cewe nakal tidak bisa dibenarkan, karena dibalik cewe melakukan hal tersebut pasti ada alasan yang sangat mendalam dari diri mereka sehingga mereka berani melakukan tindakan tersebut.

1 Like

Sejatinya, merokok adalah sebuah kegiatan yang memang kurang baik dan menimbulkan efek yang buruk baik di diri sendiri maupun orang orang disekitarnya. Kemudian merokok yang dilakukan selama ini identik dengan sosok laki laki. Memang wanita punya hak dan kebebasan dalam menentukan jalan hidupnya sendiri. Namun saya rasa, pilihan untuk merokok bukanlah pilihan yang tepat. Merokok memiliki akibat dan kesan negatif yang tentunya merugikan.

1 Like

Karena kebiasaan merokok identik berasal dari pergaulan yang kurang baik (pergaulan bebas). Dan sepertinya benar juga jika kita lihat di kebanyakan masyarakat. Dan perempuan memiliki stereotype yang nantinya akan menjadi ibu rumah tangga. Ibu rumah tangga yang nantinya akan mengurus anak-anak, dan memberi contoh yang baik kepada anak-anaknya. Jadi, ketika ibu tersebut merokok (diragukan) itu tidak mencerminkan seorang ibu/perempuan yang baik. Karena ia tidak memberi contoh dan pengajaran yang baik kepada anak-anaknya kelak.

Benar, saya sendiri cewek dan merokok, meskipun tidak sering untuk merokok di tempat publik tapi memang itu yang terjadi. Karena pada dasarnya kadang saya juga masih melihat cewe yang merokok itu berbeda dengan cowo. Saya rasa karena masyarakat sudah terbiasa dengan laki-laki merokok di tempat publik, dan menganggap itu hal lumrah. Bahkan kadang di pergaulan remaja laki-laki, akan ada perkataan " gak keren kalau gak merokok".

Beda cerita kalau cewek, masyarakat belum terlalu familiar dengan hal yang dianggap ‘maskulin’ dilakukan oleh perempuan, salah satunya merokok. Saya juga mengkritik bagaimana masyarakat membentuk image seorang perempuan, seperti cewek nakal, cewek baik-baik. Tapi terkait dengan rokok, sebagai orang yang berada dalam kelompok ini, saya rasa gak ada hubungannya antara merokok dan sifat atau karakteristik orang. Mengeneralisasi suatu kelompok tidak baik itu mempengaruhi asumsi kita terhadap orang itu.

say setuju dengan ka @alya_amani bahwa rokok ini merupakan steorotipe gender yang sudah ada sejak lama yaitu dengan memaklumi laki - laki untuk merokok, walaupun masyarakat tahu bahwa rokok itu buruk. Selain itu kita bisa lihat dari perspektif masyarakat dimana masyarakat menganggap bahwa cewe yang merokok itu bukan baik- baik karena cewek dianggap harus lemah lembut dengan perilaku yang baik yang mana hal tersebut bertentang dengan pandang masyarakat terhadap rokok sebagai benda yang dapat merusak kesehatan dan identik dengan hal yang buruk, padahal asli nya tidak seperti itu bisa saja mereka merokok untuk menghilangkan stress ataupun sekedar menikmati. Jadi di jaman sekarang sudah saat masyarakt bisa open minded terhadapa sesuatu yang belom mereka pahami, karena menurut saya setiap manusia memiliki hak nya masing-masing asal tidak mengganggu dan merugikan orang lain

Wah pertanyaan yang menarik kak. Mengenai cewek merokok ini, menurut saya masyarakat memiliki persepsi yang berbeda tentu saja. Izinkan saya untuk menggunakan pemikiran sosiologi untuk berpendapat mengenai ini. Dalam sosiologi, terdapat cap atau labelling. Dikutip dari ruangguru, labelling atau cap merupakan pemberian cap atau julukan yang dapat membuat seseorang menjadi terbiasa melakukan tindakan menyimpang. Masyarakat akan melabelli atau mengecap cewek merokok sebagai cewek nakal, tidak tahu aturan, berandalan, dan berbagai cap lainnya yang tidak baik menurut saya. Hal tersebut dapat terjadi karena masyarakat mempunyai konstruksi sosial bahwa cewek itu seharunya tidak merokok, sehingga ketika cewek merokok dianggap melanggar norma dan nilai sosial yang ada dalam masyarakat tersebut.

Kalau menurut saya sendiri, cewek merokok tidak apa-apa. Itu hak mereka, mau mereka merokok atau tidak, fine-fine saja kalau saya. Saya juga banyak memiliki teman-teman cewek yang merokok dan saya biasa saja dengan mereka. Sama seperti teman yang lainnya juga. Semua tergantung bagaimana persepsi kita terhadap mereka.

Referensi

Sosiologi Kelas 10 | Masih Adakah Penyimpangan Sosial di Sekolah dalam Momentum Hari Guru?

Sebenarnya, di samping perempuan atau lelaki yang merokok, rokok memang hal yang berbahaya bukan? Banyak efek buruk yang akan muncul pada tubuh kita, jika terus membiasakan diri untuk merokok. But the thing is, mengapa jika perempuan melakukan hal yang memang tidak baik, pasti akan menerima hujatan yang lebih dan lebih jika dibandingkan dengan lelaki yang melakukan. Menurutku, karena stigma manusia yang sudah ditanam dari sekian lama, dan selalu beranggapan jika “wanita itu harus baik, harus lemah lembut, tidak boleh macem-macem, harus ini, itu, ini, itu…”

Namun, memang bisa dibilang tubuh perempuan lebih riskan jika merokok, begitulah realita yang harus kita hadapi. Wanita memang memiliki risiko tambahan akibat merokok, selain yang juga dirasakan pria.

CDC menyebutkan bahwa dalam 50 tahun terakhir, risiko wanita meninggal akibat merokok meningkat hingga tiga kali lipat dan kini risikonya sama dengan pria. Hal ini bukan hanya berlaku bagi wanita yang mengisap rokok kretek. Anda yang merokok rokok elektrik (vape), rokok filter, hingga shisha pun memiliki risiko bahaya yang sama. Dalam sebatang rokok terdapat ratusan zat berbahaya yang dapat menimbulkan masalah pada organ-organ penting di dalam tubuh. Wanita yang merokok akan memiliki risiko kanker serviks lebih tinggi, karena produk tembakau tersebut dapat mempercepat terjadinya proses keganasan. Merokok merupakan salah satu faktor risiko kanker payudara pada wanita usia muda. Parahnya, risiko kanker payudara tidak hanya berlaku untuk wanita yang merokok secara aktif. Penyakit ini juga bisa terjadi pada wanita yang menjadi perokok pasif, dan masih banyak lagi efek buruk yang dapat mencelakai tubuh kita sendiri.