Mengapa Burung Betet Bisa Berbicara Menyerupai Suara Manusia?

Berikut adalah informasi mengenai Mengapa Burung Betet Bisa Berbicara Menyerupai Suara Manusia
image

Meskipun burung betet di penangkaran mampu menirukan suara manusia, para ilmuwan percaya bahwa mereka mengembangkan keterampilan imitasi tersebut sebagai sarana untuk bertahan hidup. Burung betet membentuk hubungan monogami yang kuat, dan kemampuan menirukan suara diantara pasangan dapat meningkatkan ikatan sosial, yang mengarah ke komunikasi yang lebih efektif dan kecenderungan yang lebih tinggi untuk menghasilkan keturunan. Dalam kelompok yang lebih besar dapat membantu mengidentifikasi anggota kelompok dan meningkatkan kesatuan. Karena sebagian besar jenis burung lainnya tidak memiliki struktur sosial yang maju, mereka tidak perlu untuk mengembangkan kemampuan menirukan suara.

Burung betet jantan cenderung menirukan suara lebih baik dibandingkan burung betet betina, hal ini kemungkinan karena burung betet jantan yang mampu menirukan berbagai macam suara mampu selamat dari ancaman predator lainnya dan oleh karena itu merupakan pasangan yang cocok bagi burung betet betina (karena kebanyakan burung betet memiliki warna yang sangat mencolok).

Burung betet jantan yang mampu menirukan suara yang berbeda dan beralih di antara suara-suara tersebut secara teratur cenderung menarik perhatian burung betet betina, di samping itu kemahiran vokal tersebut memungkinkan untuk mencegah predator atau saingan lainnya untuk menemukan lokasinya.

Burung betet tidak memiliki pita suara dan sebenarnya tidak dapat berbicara atau memahami apa maksud dari kata-kata. Sebaliknya, dengan belajar mengendalikan otot-otot di tenggorokan untuk mengubah tingkat aliran udara, mereka sejatinya hanya mengulang bunyi dan suara-suara yang mereka dengar. Beberapa spesies merupakan “tukang bicara” yang lebih baik daripada yang lainnya, dengan burung betet abu-abu dari Afrika yang dianggap sebagai burung betet yang terbaik.