Mengapa Bisa Ada Emas?

Dalam ilmu geologi, pergerakan lempeng dibagi menjadi tiga: (i) konvergen, yaitu pergerakan lempeng saling mendekati akan menyebabkan tumbukan dimana salah satu dari lempeng akan menunjam ke bawah yang lain), (ii) divergen, yaitu pergerakan lempeng saling menjauh akan menyebabkan penipisan dan peregangan kerak bumi dan akhirnya terjadi pengeluaran material baru dari mantel membentuk jalur magmatik atau gunung api, dan (iii) transform, yaitu pergerakan antar lempeng dimana kedua lempeng saling berpapasan.

Bumi ini tersusun dari lempeng-lempeng yang saling bergerak satu sama lain. Dalam ilmu geologi, pergerakan lempeng dibagi menjadi tiga: (i) konvergen, yaitu pergerakan lempeng saling mendekati akan menyebabkan tumbukan dimana salah satu dari lempeng akan menunjam ke bawah yang lain), (ii) divergen, yaitu pergerakan lempeng saling menjauh akan menyebabkan penipisan dan peregangan kerak bumi dan akhirnya terjadi pengeluaran material baru dari mantel membentuk jalur magmatik atau gunung api, dan (iii) transform, yaitu pergerakan antar lempeng dimana kedua lempeng saling berpapasan.

image
Gambar 1. Pergerakan lempeng: (A) divergen, (B) konvergen, © transform

Ketika lempeng bergerak mendekat dan bertabrakan satu sama lain, bagian dari lempeng yang saling bergesekan akan meleleh karena panas, sehingga terbentuk fluida (larutan). Larutan ini kemudian naik ke permukaan, dan bisa bisa membawa ion logam, termasuk salah satunya ion dari emas. Namun, karena emas ini terbawa dalam larutan, larutan ini harus bereaksi dengan batuan di sekitarnya melalui reaksi kimia (oksidasi atau reduksi) sehingga emas bisa mengendap dan membentuk urat pada batuan. Endapan ini yang disebut sebagai endapan primer.

Ketika endapan primer lapuk, misalnya karena panas, hujan, maka emas akan terlepas dari mineral dan batuan, sehingga terbentuk endapan sekunder. Endapan emas primer biasanya ditambang dengan metode tambang terbuka atau tambang bawah tanah, sedangkan endapan emas sekunder ini biasa diambil dengan cara mendulang di sungai.

Untuk mencapai kadar yang ekonomis, emas dan logam lain harus terkonsentrasi secara alamiah pada kerak bumi sampai tingkat minimum tertentu, sehingga ketika menjadi ekonomis dan layak untuk ditambang. Hal ini yang membuat keterdapatan emas di kerak bumi sangat sedikit, sehigga harga emas lebih mahal dibanding bahan tambang lain, misalnya besi, kuarsa.

Sebagai contoh, konsentrasi emas di kerak bumi sebesar 0,004 ppm. Untuk mencapai nilai ekonomis, emas harus mengalami konsentrasi sebesar 1.000 kali lipat atau sebesar 4 ppm sehingga emas bernilai ekonomis. Part-per-million atau ppm adalah istilah yang digunakan untuk menyatakan kadar dari suatu unsur dalam satu per-sejuta, dalam ilmu kebumian biasanya dinyatakan sebagai gram per ton. Jadi, jika kita mengambil contoh kadar emas 4 ppm, artinya dalam batuan dengan massa 1 ton, terkandung 4 gram emas. Ukuran emas juga sangat kecil, untuk mengamatinya diperlukan lup atau mikroskop. Jadi, adik-adik sudah paham kan mengapa harga emas mahal?

image

Gambar 2. (A) Ibu pendulang emas di Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur. Emas terkumpul di bagian tengah dari dulang. (B) Foto perbesaran dari gambar A. © Emas diamati menggunakan mikroskop. Sebagai pembanding, ukuran 1 kotak adalah 1 mm.

sumber : http://anakbertanya.com/mengapa-bayangan-berwarna-hitam-m/