Mengapa batik tulis mahal dibandingkan dengan batik biasanya?

Dalam dunia batik, sering kita mendengar adanya jenis batik tulis. Perbedaanya yang sering terlihat adalah harga batik tulis yang relatif lebih mahal daripada batik biasanya. Mengapa harga batik tulis dibanderol lebih mahal dari batik biasa?

Dari segi harga batik tulis lebih mahal dari batik cap bahkan harganya pun bisa berkali-kali lipat dari harga batik cap. Mengapa Batik tulis harganya mahal, berikut alasannya :

  • Pengerjaan manual.
    Pengerjaan batik murni menggunakan peralatan maual dari canting sampai dengan peralatan-peralatan lainnya dan cara pembuatannya juga sederhana dikerjakan oleg perajin-perajin batik, juga membutuhkan waktu yang lama dalam menyelesaikan satu desain batik.

  • Jiwa seni yang tinggi.
    Pembuatan batik tulis sang perajin mempunyai juga jiwa seni yang tidak dimiliki semua orang, sehingga perlu pembelajaran khusus untuk menjadi perajin batik tulis. Biasanya perajin batik tulis turun temurun.

  • Memiliki karakter pada tiap desainnya.
    Dalam membuat batik tulis memerlukan juga kesabaran, utuk mendapatkan batik tulis yang bernilai seni tinggi. Satu potong kain batik tidak mungkin dikerjakan secara masal, bahkan tidak dapat diwakilkan atau diteruskan oleh orang lain karena akan merubah karakter batik tulis tersebut.

  • Perlu perhatian lebih dalam penggunaannya.
    Karena dikerjakan manual, letak moti batik, corak dan grafis tidak bias presisi, hal tersebut merupakan salah satu yang membedakan antara batik cap dengan batik tulis, sehingga pada saat akan dijahit memerlukan juga pekerjaan lebih untuk mendapatkan posisi pola yang akan digunakan dalam membuat pakaian berbahan dasar batik tulis.

Sumber:

Saat ini sedang ramai kombinasi kontemporer antara budaya tradisional dengan modern. Salah satu hasil kebudayaan yang juga mengalami kombinasi tersebut adalah batik. Kain batik tidak diaplikasikan secara monoton pada pakaian akan tetapi dicampur dengan jenis kain lain. Josephine W. Komara atau yang kerap disapa sebagai Obin sebagai salah satu desainer batik ternama di Indonesia bahkan dunia juga memeberian pendapat bahwa kain batik yang baik adalah kain batik yang mampu berhasil diproduksi dan dipasarkan berdasarkan kondisi zaman. Bahkan meskipun masih menggunakan metode handmade seluruh batiknya dapat teruji standar internasional. Pembuatan secara handmade menanamkan pada masyarakat bahwa kain batik memiliki nilai tertentu sehingga apresiasi terhadap kain batik bisa lebih meningkat. Saya tidak memiliki banyak kiat kiat mengenai padu padan pakaian batik, akan tetapi akan saya tampilkan beberapa referensi.

Rayuan Kain, Jakarta Fashion Week 2020

batik 1
Sumber: wollipop.detik.com

Obin memamerkan desain batik dengan kombinasi kebaya putih kontemporer. Hal ini dapat dilihat dari jenis potongan pada kerah atas pakaian yang asimetris. Meskipun terdapat kemben pada bagian dalam baju, baju pada desain tersebut terkesan modern. Kain batik digunakan sebagai rok bawahan, jenis potongan juga asimetris sehingga terdapat kesan tumpukan. Obin menjelaskan melalui konferensi press pada 24 Oktober 2019 setelah acara hari ketiga bahwa batik yang digunakan pada desain ini memiliki tujuan digunakan dalam situasi formal seperti acara kantor, pernikahan, dll.

Pop U by Populo Batik - Batik Parang


Sumber: jakartafashionweek.co.id

Populo Batik memberikan gambaran lain pada pakaian batik hasil desainnya yaitu tema “Rooted Transformation”. Pada pakaian tersebut, batik menjadi lebih modern karena menjadi gaun. Bahkan terdapat makna pada jenis kain batik yang digunakan yaitu motif batik Parang. Batik Parang memiliki arti kekuasaan hal ini ditunjukan dari bentuk huruf ‘S’ pada motif. salah satu motif batik tertua di Indonesia. Meskipun gaun, dengan nilai yang ditunjukan dan bentuk pakaian maka menimbulkan kesan playful. Gaun ini dapat digunakan dalam kondisi formal maupun non formal.