Mengapa banyak orang sukses yang menerapkan computational thinking dalam perusahaan mereka?

computational thinking

Di zaman sekarang, banyak sekali pendiri perusahaan sukses dengan usia yang relatif muda. Banyak dari mereka yang bisa sukses karena mereka menerapkan pola pikir computational thinking. Pertanyaannya, mengapa mereka bisa sukses dengan menerapkan computational thinking dalam perusahaan mereka?

Sebetulnya, pola pikir computational thinking lebih diterapkan pada pengembangan aplikasi komputer. Tetapi seiring berjalannya waktu, pola pikir ini tidak hanya dipakai pada komputer tetapi juga pada ilmu – ilmu pelajaran matematika, sains, dan juga diterapkan pada kehidupan. Karena penerapan pola pikir computational thinking dinilai efektif oleh para pendiri perusahaan di zaman sekarang yang berbasis teknologi. Tak heran, banyak startup yang bisa maju dengan menerapkan pola pikir ini seperti Gojek, Traveloka, Bukalapak, dan lain – lain.

Dengan adanya computational thinking, tentu sangat membantu banyak orang sukses yang menerapkan pola computational thinking dalam perusahaan mereka. Karena, pola pikir computational thinking merupakan sebuah pola pikir yang sangat kompleks yang tentu dapat dipakai dalam setiap aspek yang dibutuhkan perusahaan. Metode – metode yang ada adalah dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi dan desain algoritma. Dekomposisi merupakan langkah pertama dalam computational thinking, yaitu kemampuan memecah – mecah sebuah masalah kompleks menjadi masalah yang kecil. Kemudian pengenalan pola adalah langkah selanjutnya dalam computational thinking. Masalah – masalah yang sudah dipecah – pecah kemudian dilihat polanya. Lalu selanjutnya ada abstraksi, yaitu mengidentifikasi setiap masalah yang menghasilkan pola atau keteraturan tertentu. Yang terakhir adalah desain algoritma, yaitu setiap masalah yang sudah dipecah dikembangkan pemecahannya secara step-by-step secara bersama – sama.

Kalau diterapkan dalam sebuah perusahaan, tentu saja bagian – bagian ini dapat bermanfaat sekali bagi perusahaan. Misalnya, sebuah perusahaan memiliki sebuah masalah besar yaitu sistem error. Dengan banyaknya orang yang ada di perusahaan, tentu dapat dibagi – bagi setiap tugas yang ada dalam metode computational thinking. Orang pertama mencari dekomposisinya, yaitu misalnya karena sistem yang lama sudah usang, atau terlalu banyak yang ada dalam server. Lalu akan ada orang berikutnya yang menjalankan metode pengenalan pola, lalu abstraksi, dan yang terakhir desain algoritma.

Jadi, menurut saya mengapa banyak orang sukses yang menerapkan pola pikir computational thinking dalam perusahaan mereka karena tentu meraka ingin sukses. Tetapi dalam sebuah kesuksesan mereka tentu tidak mungkin mereka bisa melakukan segala sesuatunya sendiri, ada orang – orang hebat yang bekerja dibalik layar untuk membantu mereka bisa sukses.

Karena sekarang kita hidup di era teknologi, cara berpikir komputasi sangat mendukung untuk kesuksesan dalam era teknologi ini. Pemecahan masalah, menganalisis validitas solusi dan pola bercak dalam data - ini semua adalah keterampilan penting untuk tempat kerja dan sekarang diajarkan di sekolah yang dikelompokkan dalam judul ‘pemikiran komputasi’. Istilah ini telah banyak dibahas di antara para pendidik karena sekolah-sekolah di Inggris dapat mengatasi kurikulum komputasi baru yang dirancang untuk membekali murid dengan keterampilan semacam itu, dan untuk mengurangi kesenjangan keterampilan antara pendidikan dan tempat kerja.

Pemikiran komputasional tidak hanya melulu dengan coding atau programming tapi juga bermanfaat bagi mereka yang tidak menggunakan komputer. Namun, pada akhirnya, menerapkan pemikiran komputasi untuk memecahkan masalah atau menciptakan solusi akan melibatkan pemrograman komputer untuk menghasilkan hasil yang diinginkan dalam berbagai karir yang melibatkan penggunaan teknologi.

Dengan membuat program, otak memerlukan kreativitas. Kreativitas itu penting saat menerapkan prinsip pemikiran komputasi untuk suatu masalah. Pemrograman adalah keterampilan yang secara mendasar kreatif - entah itu digunakan untuk membuat algoritma pencarian, membuat aplikasi atau merancang situs web. Sebagian besar bisnis modern adalah tentang memecahkan sebuah permasalahan untuk meningkatkan efisiensi bisnis, atau menciptakan produk dan layanan terobosan bagi konsumen.

Pemikiran komputasional berjalan melalui setiap aspek dan fungsi bisnis modern. Hal ini menjadi lebih penting di tempat kerja abad ke-21 di mana sekarang banyak didorong oleh data - menganalisis perilaku konsumen, pergerakan di pasar keuangan dan layanan publik, seperti kesehatan atau kepolisian, hanya beberapa peran pekerjaan yang mengharuskan individu untuk dapat memikirkan masalah dengan cara yang bisa dimengerti oleh komputer.

Dan dari situ kemampuan berpikir komputasional bermanfaat bagi karir di hampir semua sektor, termasuk produk konsumen, bisnis dan pasar keuangan, energi, perjalanan dan pariwisata, atau layanan publik seperti perawatan kesehatan, pendidikan dan hukum dan ketertiban. Tempat kerja membutuhkan karyawan untuk berperan aktif dalam memikirkan masalah melalui dan menciptakan solusi.

Pemikiran komputasional dapat diterapkan pada fungsi bisnis komersial atau layanan publik. Perencanaan dan peramalan didasarkan pada pola generalisasi atau abstraksi. Merancang perjalanan pengguna untuk situs e-commerce ritel melibatkan kemampuan untuk memecahkan masalah ke bagian komponennya, dengan menggunakan teknik dekomposisi, dan menyusun serangkaian langkah untuk menyelesaikan masalah menggunakan pemikiran algoritmik.

Maka dengan kebutuhan teknologi maupun informasi yang tinggi di era ini, maka sangat cocok sekali untuk menerapkan berpikir secara komputasi untuk mencapai kesuksesan. Karena tak hanya di ranah teknologi, berpikir secara komputasi sangat cocok diterapkan di segala sektor kehidupan.

Sumber :
http://www.bcs.org/content/ConWebDoc/55416

Banyak permasalahan di lingkup kerja jaman kini melibatkan pemecahan masalah - baik dari membuat improvisasi kecil untuk memajukan bisnis sampai ke pergerakan yang akan memiliki dampak besar secara global, baik eksternal dan internal dari perusahaan. Di abad ke-21 ini, data merupakan aspek yang sangat krusial dalam menjalankan bisnis, karena bisa mengandung hal-hal seperti evaluasi pelanggan, perkembangan pesaing sampai ke tren-tren yang sedang ada di masyarakat.

Orang sukses juga merupakan orang-orang yang sangat menghargai waktu, dan computational thinking itu sangat tinggi dalam aspek efisiensinya karena memandang sebuah masalah dari skala kecil bukan besar.

Computational thinking juga bisa diaplikasikan ke berbagai masalah sehari-hari, bahkan bagi orang yang tidak berkutik dalam permasalahan komputer. Computational thinking membuka jalan untuk solusi-solusi baru kepada orang, baik para profesional sampai ke anak-anak yang masih duduk di bangku SMP. Selain itu, computational thinking menjawab pertanyaan yang sebelumnya tidak bisa ditanyakan, juga merumuskan masalah kembali sehingga dapat ditemukan solusi yang efektif dan efisien.