Menelusuri Partisipasi Politik Para Milenial

Partisipasi Politik dalam terminologi nya dapat dikatakan sebagai kegiatan seseorang atau kelompok orang untuk ikut serta secara aktif dalam kehidupan politik, yaitu dengan jalan seperti memilih pimpinan negara, dan secara langsung dan tidak langsung hal tersebut akan mempengaruhi kebijakan pemerintah (public policy). Kegiatan ini mencakup tindakan seperti memberikan suara dalam pemilihan umum, menghadiri rapat umum, menjadi anggota suatu partai atau kelompok kepentingan, mengadakan hubungan dengan pejabat pemerintah, parlemen, dan sebagainya.

Partisipasi politik pun bermacam-macam cara nya, terdapat partisipasi politik konvensional dan non konvensional. Apa yang dimaksud dengan konvensional ? Dalam partisipasi ini tercermin pada kesepakatan umum atau juga bisa dari kebiasaan yang biasa kita sebut sebagai tradisi yang sudah ada di masyarakat, juga dalam partisipasi ini tergolong sebagai partisipasi yang legal. Legal artinya sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. Seperti pengambilan voting, diskusi politik, kegiatan kampanye dan lain-lain. Lalu untuk non konvesional ini adalah sebaliknya. Partisipasi ini cenderung menggunakan cara kekerasan atau revolusi, seperti contoh yaitu dengan adanya pengajuan petisi, demonstrasi, konfrontasi, dan lain nya. Pada non konvensional ini seringkali dilakukan oleh kelompok penekan.

Partisipasi politik sangatlah penting di dalam suatu negara. Dengan adanya partisipasi politik maka secara tidak langsung hal tersebut akan mempengaruhi proses perumusan kebijakan dan formulasi yang dirumuskan tersebut dapat menjadi kunci dalam segala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Namun pada zaman ini partisipasi politik menjadi unik. Mengapa unik? Dikarenakan pada zaman ini mulai bermunculan generasi milenial sebagai partisipan politik. Generasi milenial ini sangat identik dengan ketertarikan nya pada teknologi dan informasi, sehingga membuat generasi milenial acapkali tidak pernah lepas dari yang namanya gadget, sosial media, dan lain nya.

Generasi milenial hidup di zaman dimana mereka di fasilitasi akan informasi dan pengetahuan yang luas dari internet. Dengan terbuka nya jaringan informasi yang mudah di dapat, hal tersebut membuat generasi ini menjadi punya banyak pengalaman yang erat akan fenomena-fenomena politik di tengah masyarakat.

Tetapi generasi milenial memiliki cara yang berbeda dalam menggunakan partisipasi politik nya. Bila yang kita ketahui terdapat partisipasi politik dalam bentuk konvensional dan non konvensional, generasi milenial cenderung menggunakan media digital seperti sosial media sebagai partisipasi politik. Mengapa demikian? Karena untuk menyampaikan partisipasi politik dalam bentuk aspirasi atau memberikan informasi hanya cukup dengan memiliki akun sosial media dan mereka bisa menyebarkan informasi dengan luas dan cepat. Seperti contoh dengan sharing mengenai informasi politik yang cenderung menggunakan visual sehingga memiliki daya tarik bagi milenial.

Hal tersebut menunjukan bahwa generasi milenial tidaklah apatis dalam politik, mereka juga berpartisipasi dalam politik, hanya media nya saja yang berbeda yaitu dengan sosial media. Dikarenakan mereka pun juga memiliki tanggung jawab sebagai warna negara yang baik sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan masuknya generasi milenial, membawa angin segar tersendiri bagi partisipasi politik karena bentuk dari partisipasi nya sangat kreatif dan bervariatif.

Sumber : Nadia Laksmitha, Eko Harry Susanto, “Partisipasi Politik Generasi Milenial di Instagram Dalam Pemilu 2019”, Koneksi Vol. 3, No. 1 Juli, 2019, 250-254

3 Likes

hal ini sangat baik untuk mendukung adanya kampanye melalui sosial media juga. Terutama saat ini sedang ada COVID-19, maka untuk menghindari keramaian alangkah lebih baik jika kampanye dilakukan secara online melalui media sosial (facebook, twitter, instagram) atau media lainnya.

1 Like

Hai Nur Auliya, Terimakasih sudah menanggapi.

Memang banyak keuntungan yang di rasakan dengan adanya kemajuan teknologi berupa penggunaan sosial media, selain lebih praktis juga dapat memudahkan partisipasi politik dimanapun dan kapanpun orang mau. Terlebih saat ini di giatkan bahwa kita harus stay at home karena COVID-19.

1 Like

setuju banget nih. Dengan melakukan kampanye secara daring di sosial media, maka pembiayaan kampanyenya tidak semahal dulu yang harus menciptakan keramaian dan menyewa panggung. berkampanye di sosial media juga lebih praktis karena hanya tinggal mengunggah foto maupun video di media sosial dan cepat dalam menyebarkan pesan dari kampanyenya

3 Likes

setuju bgt nih kl generasi milenial jaman skg mendapat informasi dan pengetahuan akan politik dr internet. krn saya pribadipun mengakses informasi2 politik dr internet:D
namun, dengan maraknya informasi2 politik di internet pun nyatanya masih byk juga generasi milenial yang apatis thd politik. kira2 bagaimana ya kak, supaya generasi2 milenial dan generasi dibawahnya melek thd politik yg pada dasarnya sangat penting krn menyangkut kebijakan2 yang akan dirasakan oleh semua masyarakat?

2 Likes

Iya betul banget. Sebenarnya dengan adanya kemajuan teknologi seperti sosial media banyak manfaat yang di dapat, asal dipergunakan dengan baik, contohnya mampu memudahkan kita untuk memangkas biaya yang terpakai apabila kegiatan kampanye dilaksanakan secara offline. Tetapi meskipun kampanye online juga harus memperhatikan peraturan yang berlaku agar kampanye berjalan tetap pada jalur nya.

1 Like

Halo Berti.
Kalau menurutku, hal yang pertama harus dilakukan adalah dengan kesadaran diri masing-masing. Karna pada dasarnya kita adalah warga negara indonesia yang mana berhak untuk memantau kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh negara termasuk politik karena seperti yg kamu bilang, hal itu akan dirasakan oleh semua masyarakat bahkan juga kita.

Lalu yang kedua, menurutku penanaman melek politik di sekolah itu juga penting. Bukan berarti doktrin politik praktis ya tetapi bisa juga seperti menjelaskan pentingnya pengawasan dari rakyat kepada pemerintah dalam jalan yang benar dan berpendidikan.

Ketiga, kalau semisal udah sedikit tertarik tapi bingung gimana ngembangin nya, bisa ikut perkumpulan atau organisasi yang membuat kita mengasah pemikiran politik kita.

Dan yang harus diingat, dalam menyampaikan aspirasi tetap harus menghargai pendapat satu sama lain, jangan saling menjatuhkan, karena pada dasarnya pemikiran orang berbeda-beda namun untuk menyikapi nya jangan sampai salah :slight_smile:

1 Like

Terimakasih, kak Zikrina. artikelnya sangat menarik.
setuju sekali dengan artikel di atas. dengan adanya teknologi canggih saat ini, memang sangat memudahkan bagi semua orang untuk mengakses dan berbagi informasi, termasuk tentang politik dan pemerintahan. banyaknya pembahasan mengenai politik dan pemerintahan di media sosial oleh generasi milenial juga membuktikan bahwa juga banyak generasi milenial tidak apatis terhadap politik dan pemerintahan. selain itu, pada masa kini juga semakin banyak diskusi-diskusi politik dan pemerintahan yang dapat dg mudah kita temukan.

2 Likes

Terimakasih Aprilina atas tanggapan nya.
Setuju juga dengan kamu bahwa banyak diskusi politik yang dapat ditemukan di sosial media dan banyak juga diskusi yang dikemas dengan konten yang menarik sehingga tidak boring dan membuat semua kalangan menjadi tertarik untuk membaca informasi politik di sosial media saat ini. Namun perlu diingat, untuk mencari informasi tetaplah harus bijak dan memilih informasi yang kredibel ya :blush:

2 Likes

Saya setuju dengan artikel yang dibuat, inovasi dalam memberikan edukasi mengenai politik dapat memudahkan generasi milenial untuk memahami hal tersebut sehingga mereka dapat berpatisipasi didalamnya. Namun, tidak semua generasi milenial memiliki pandangan yang baik mengenai dunia politik. pertanyaan saya adalah bagaimana caranya membentuk pandangan positif terhadap dunia politik ditengah citra buruk dunia politik yang selama ini terjadi?

Halo Syafa, terimakasih sudah menanggapi.
Kalau menurut ku cara yang paling tepat adalah dengan menanamkan mindset sedini mungkin untuk dapat berpikir positif dan logis serta penting nya pendidikan politik agar lebih terarahkan bagaimana preference dari masing-masing orang terhadap dunia politik nya sendiri. Karena sejatinya, citra politik yang baik juga dibentuk oleh masyarakat nya sendiri. Dengan semakin banyak nya pandangan melek politik yang baik, maka semakin banyak pula aktor politik baik yang dipilih sehingga hal tersebut semakin lama dapat menggeser citra politik yang buruk