Mencintai Harus Dimulai Sejak Dalam Pikiran

Quotes Cinta Galsan

Seluruh umat manusia kini sedang berduka atas coronavirus yang menimpa seluruh negara di belahan dunia. Peristiwa ini datang ketika sebagian dari kita akan merayakan hal-hal besar dalam hidup, seperti perayaan pesta ulang tahun, hari graduasi, hari pernikahan, hari kelahiran, acara bukber, dan kegiatan lainnya yang sudah direncanakan jauh hari, yang rasanya mungkin anyep bila tidak dirayakan.

Kalau kita lihat dampak dari fenomena black swan ini adalah bertebarannya virus-virus yang lebih ganas dari coronavirus itu sendiri, yaitu virus hati.

Virus hati disini diantaranya egois, fitnah dan adu domba. Bayangkan, disaat tetangga kita tengah kehabisan bahan makanan untuk hari esok, sementara di lemari es kita menumpuk bermacam sayuran dan daging yang siap diolah menjadi masakan apa aja. Disaat petugas medis kehabisan APD, kita justru santai berbelanja di mall mengenakan APD dengan dalih beli pakai duit sendiri. Disaat semua orang membutuhkan masker kita sebagai penjual masker berharap keuntungan selangit, mimpi apa semalam? Sebuah benda kecil bernama masker kini harganya bisa jutaan rupiah hingga menganggap itu peluang memperbanyak uang. Disaat pemerintah berupaya keras mencegah penularan virus ini, kita justru membuat sebuah portal berita palsu untuk mengadu domba masyarakat awam dengan berita yang samasekali tidak benar. Kalau kita tega melakukan hal-hal keji seperti itu maka dalam diri kita sudah terjangkit virus hati. Awas, hati-hati.

Satu-satunya penangkal yang bisa menawar virus hati adalah vaksin cinta, vaksin ini sudah diciptakan bersama sejak dalam pikiran.

Makna Quotes:

Cinta adalah puncak kebijaksanaan pikiran, yang memberikan kita kemampuan untuk berempati, mengasihi dan menyayangi. Tanpa pikiran cinta hanya membuat manusia menjadi egois, misalnya saja seseorang bisa menjadi pribadi narsistik jika terlalu mencintai dirinya sendiri secara berlebih. Sudah sepatutnya cinta diletakkan dalam hati dibawah naungan pikiran, sehingga dinamakan rendah hati. Kalau cinta lebih diutamakan dibanding pikiran akan disebut tinggi hati (sombong). Bukankah terkadang pikiran bisa keliru dan menyesatkan? Benar, sering terjadi apabila kita berpikir tanpa meliputkan hati.

Dewasa ini, anak muda kerap menyatakan cinta kepada anak dara dengan ucapan “I love you”, semata, saja terdengar seperti sebuah pengorbanan besar apabila berani mengatakan itu, kan? Bukan itu pertanyaanya.

Pertanyaanya adalah, sejauh manakah salah kaprah kita terhadap cinta? Kalau diberita saja masih banyak pemuda mengakhiri hidupnya karena cintanya ditolak, masih banyak juga pemudi yang bersedia memberikan seluruhnya atas nama ‘cinta’. Apakah mereka salah dalam memaknai cinta, bukan, mereka adalah korban kegagalan cinta.

Karena cinta tidak memiliki arti tidak pula memiliki makna. Malah cintalah yang membuat segalanya menjadi berarti dan bermakna, membuat kita tabah menjalani aktifitas di rumah saja seharian, membuat kita rela bekerja untuk keluarga mati-matian, membuat kita siap melakukan apapun untuk menggalang donasi bagi yang membutuhkan, dan inilah contoh keberhasilan cinta sesungguhnya karena kita sudah mulai mencintai sejak dalam pikiran dan awal dari cinta adalah mencintai cinta itu sendiri. Kedengaran agak rumit…

Kalau kita melihat kejahatan tersebar di muka bumi ini, tidak perlu takut karena dalam diri kita terdapat lebih banyak kebaikan.Kebaikan akan terus lahir selama masih ada rasa cinta kesesama manusia. Bahagia bisa tercapai apabila orang lain ikut merasakan bahagia, sebab kebahagiaan bukan sekadar milikmu atau golongan tertentu. Kebahagiaan adalah milik setiap individu yang harus diperjuangkan salah satunya lewat kasih sayang dan cinta.

4 Likes