Memulai sistem pembelajaran offline, situasi sudah siap atau terkesan memaksa?

Dinas Pendidikan DKI memperkirakan pada 27 September 2021 mendatang akan ada 1.500 sekolah yang melaksanakan sekolah terbatas. Artinya, akan ada 890 sekolah tambahan di luar 610 sekolah yang sudah menggelar sekolah tatap muka terbatas sejak 30 Agustus 2021. Tidak hanya Jakarta, beberapa daerah pun sudah mulai memakai sistem tatap muka di sekolah. Yang kita ketahui, level covid di Jakarta pun sudah sangat berkurang dan cukup memperbaiki keadaan yang ada. Namun, kita mendapat berita yang kurang enak jika ada 54 siswa SMA di Sumatra Barat yang positif terkena COVID setelah melakukan uji coba tatap muka.

Nah Youdics, apakah menurut kalian, negara kita (sebenarnya) sudah siap untuk memulai sekolah tatap muka atau malah seperti memaksa keadaan?

Referensi

54 Siswa SMA 1 Padang Positif Covid-19 Seusai PTM

Pembelajaran offline yang akan diterapkan ini menurutku memang karena situasi sudah (sedikit) siap. Kalo dikatakan terkesan memaksa, ya ndak juga. Karena realitanya beberapa daerah juga sudah turun levelnya menjadi level 3 bahkan 2 (seperti dibeberapa daerah di jawa timur).
Dan kalo misalnya pembelajaran offline dilakukan pada saat benar-benar siap, pertanyaannya adalah; kapan? Nah, karena itu aku mendukung kebijakan tatap muka yang dilaksanakan 27 september mendatang, tapi dengan beberapa syarat, seperti baik pendidik maupun peserta didik harus taat protokol kesehatan, bahkan jika perlu bisa melakukan rapid test atau test covid yang setara, tatap muka hanya untuk daerah yang level kasusnya di range 1-3 atau bahkan 1-2, kalo dikampusku dulu sempat ada edaran untuk memberlakukan offline learning kepada mahasiswa semester 2 dan 7 (kebijakan seperti ini bisa disesuaikan urgensinya) dan yang terakhir kegiatan yang ‘memaksa’ untuk dilakukan offline seperti praktikum atau kegiatan fisik lainnya bisa dilakukan secara offline.
Jadi untuk mekanisme offline sebetulnya dikembalikan lagi kepada pihak sekolah atau kampus, disesuaikan dengan edaran dari ristekdikti atau dari kmedikbud