MATERI 6 Hari Tua, Meninggalkan dan Ditinggalkan

Dua puluh lima tahun lalu, cara menentukan kematian seseorang sangatlah mudah. Apabila aktivitas listrik pada otak sudah berhenti selama periode waktu tertentu maka orang tersebut dinyatakan sudah mati, atau disebut dengan istilah brain death . Namun kini, fisikawan mendefinisikan brain death tidak hanya menilai ada atau tidaknya aliran aktivitas listrik pada otak saja, melainkan kematian fungsi kortikal dan fungsi batang otak bawah.

6.1 Antara hidup dan mati

6.1.1 Sistem Kematian dan Perbedaan Kebudayaan
Setiap kebudayaan memiliki caranya masing-masing dalam menghadapi kematian anggotanya. Sebagian besar kebudayaan tidak menilai kematian sebagai akhir eksistensi seorang manusia, sebagian besar dari mereka percaya adanya kehidupan setelah kematian. Walaupun begitu, ada juga kebudayaan yang lebih cenderung menyangkal dan menghindari kematian seperti masyarakat Amerika Serikat.

6.1.2 Keputusan Terkait Hidup dan Mati
Keputusan mengenai kehidupan dan kematian melibatkan apakah seseorang memiliki keinginan untuk hidup dan ketersediaan perawatan di rumah maupun rumah sakit yang akan cukup menguras kantong. Pada belahan dunia lain, terdapat teknik yang disebut euthanasia. Teknik ini dilakukan agar seseorang dapat menghadapi kematian yang baik tanpa rasa sakit dan menyudahi penderitaan yang berkepanjangan. Teknik ini bukan sesuatu yang umum dilakukan di Indonesia karena masih menuai pro dan kontra.

6.2 Menghadapi Kematian

6.2.1 Menghadapi Kematian Diri
Dalam fase menghadapi kematian dirinya sendiri, seorang ilmuwan Elisabeth K├╝bler-Ross membagi perilaku dan pola pikir orang-orang yang sedang berada pada fase ini menjadi 5 tahapan. Dimulai dari tahap penolakan dan isolasi, amarah, tawar-menawar, depresi hingga penerimaan.

6.2.2 Menghadapi Kematian Orang Lain
Dalam fase menghadapi kematian orang lain, emosi yang umum dirasakan oleh individu diantaranya kesedihan mendalam akibat kehilangan orang yang berarti dihidupnya, kemudian setelah berhasil memproses emosi tersebut, individu akan mulai menerima rasa kehilangan tersebut dan mengerti bahwa hal tersebut tejadi karena sebuah alasan. Pada fase ini, individu akan sangat membutuhkan dukungan sosial dari lingkungan di sekitarnya.

6.2.3 Bentuk-Bentuk Duka
Bentuk-bentuk duka berbeda antar budaya, sebagian besar mayat dikubur dan sebagiannya lagi dikremasi. Pada banyak budaya, aspek penting pada kematian seseorang adalah pemakaman dan seremonial yang mengawali atau mengakhirinya. Pada kebudayaan Indonesia, seremonial berkabung seringkali berlangsung hingga hari ke-40 kematian diiringi pengajian pada hari-hari tertentu.