MATERI 5 Usia Lanjut

Berdasarkan usia kronologis, orang tua dengan rentang usia 65 hingga 74 dikategorikan sebagai the young-old atau dipandang sebagai orang tua yang “masih muda”. Kemudian orang tua yang berusia di atas 75 tahun dikategorikan sebagai the old-old atau cukup tua untuk dipanggil orangtua. Kategori terakhir, the oldest-old atau orangtua yang sangat tua dan sosok yang ditua kan di keluarga, berusia di atas 85 tahun.

5.1 Perkembangan dan Perubahan Secara Fisik

Perkembangan otak : seiring bertambahnya usia, berat dan kapasitas otak manusia berkurang. Pada usia lanjut, terjadi penurunan fungsi sistem saraf pusat yang signifikan.

Sistem kekebalan tubuh : pada fase ini, orangtua mengalami penurunan fungsi sistem kekebalan tubuh yang cukup drastis. Dikatakan olahraga dapat meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh.

Kemampuan penglihatan : pada fase ini, terjadi penurunan ketajaman penglihatan dan kemampuan membedakan warna, terutama setelah usia 75 tahun. 3 penyakit umum yang terkait dengan penurunan kemampuan penglihatan pada orangtua diantaranya katarak, glaukoma dan degenerasi makula.

5.2 Perkembangan dan Perubahan Pada Aspek Kognitif

Orang tua lebih cenderung menunjukkan penurunan ingatan pada memori yang eksplisit daripada implisit. Walaupun secara keseluruhan, pada fase ini orang tua mengalami penurunan kemampuan fungsional dalam dirinya, tapi tidak dengan aspek pengambilan keputusan dan kebijaksanaan. Sebaliknya, semakin seseorang bertambah usia, semakin baik pula kemampuannya dalam pengambilan keputusan dan pengetahuan-pengetahuan penting tentang kehidupan yang didapatkan seiring berjalannya hidup.

5.3 Perkembangan dan Perubahan Pada Aspek Sosioemosional

Menyambut masa pensiun : individu dinilai mampu menyesuaikan diri dengan masa pensiun apabila individu tersebut sehat, memiliki pendapatan yang memadai, aktif dalam berbagai bidang, memiliki latar pendidikan yang baik, memiliki jejaring sosial yang luas, dan puas dengan kehidupan mereka sebelum pensiun.

Pandangan masyarakat terhadap kelompok lanjut usia : terlalu banyak stereotip negatif yang disematkan kepada golongan lanjut usia, berbagai permasalahan tidak hilang begitu saja seiring bertambahnya usia. Permasalahan terkait kebijakan sosial, jaminan sosial, perawatan kesehatan dan ketidaksetaraan generasi ini berdampak luarbiasa pada golongan lanjut usia. Terutama bagi mereka yang hidup dibawah garis kemiskinan.

Keluarga : sekitar 80% orang tua lanjut usia memiliki anak yang sebagian besar merupakan golongan usia dewasa menengah. Anak-anak perempuan cenderung lebih peduli dan terlibat dalam kehidupan orang tuanya daripada anak laki-laki.

Kehidupan sosial : dukungan sosial memiliki keterkaitan positif terhadap peningkatan kesehatan fisik dan mental pada orang tua lanjut usia. Orang tua yang lebih terlibat pada komunitas atau organisasi dapat bertahan hidup lebih lama daripada orang tua dengan keterlibatan sosial yang rendah. itu, altruism juga disebutkan berdampak pada usia yang lebih panjang.