Materi 2 Marketing Public Relation

Materi 2 : Segmenting, Targeting, Positioning

E-LEARNING DICTIO
Marketing Public Relation

Disusun Oleh : Ayu Retno Puri

Materi 2 : Segmenting, Targeting, Positioning

1.1 Segmenting (Segmentasi Pasar)

suatu aktivitas membagi atau mengelompokkan pasar yang heterogen menjadi pasar yang homogen atau memiliki kesamaan dalam hal minat, daya beli, geografi, perilaku pembelian maupun gaya hidup. Tujuannya membuat para pemasar mampu menyelesaikan bauran pemasaran untuk memenuhi kebutuhan satu atau lebih segmen pasar tertentu.

1.1.1 Peran Segmentasi

• Fokus dalam mengalokasikan sumber daya, mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai peta kompetisi serta menentukan posisi pasar perusahaan.
• Fasar untuk menentukan komponen-komponen strategi.
• Faktor kunci untuk mengalahkan pesaing, dengan memandang pasar dari sudut yang unik dan cara yang berbeda dari yang dilakukan pesaing.

1.1.2 Tingkatan Segmentasi Pasar

• Mengidentifikasi mass market, satu produk untuk semua.
• Segmentasi Pasar, heterogen ke homogen.
Niche marketing, menjadi sub segmen yang lebih kecil (premium).
Micro marketing, konsumen dilayani secara individu.

1.1.3 Prosedur dan Proses Segmentasi Pasar

Survey Stage FGD atau dengan wawancara terhadap beberapa kelompok konsumen untuk memperoleh keterangan mengenai motivasi, sikap dan perilaku konsumen.
Analysis Stage analisis terhadap informasi yang telah diperoleh melalui survey. Analisis dapat dilakukan dengan menerapkan analisis faktor untuk menelaah variabel-variabel mana yang berkolerasi tinggi kemudian menerapkan analisis cluster untuk menciptakan atau mengetahui kelompok-kelompok pasar yang secara signifikan memiliki perbedaan karakteristik.
Profiling Stage mengidentifikasi profil masing-masing cluster yang terbentuk. Dengan ini akan teridentifikasi perbedaan masing-masing cluster berdasarkan sikap dan perilaku, demografi, psikografi, manfaat atau value yang diharapkan, kemudian masing-masing cluster diberi nama berdasarkan karakteristik yang menonjol.

1.1.4 Dasar Segmentasi

Consumen Characteristic : Geografi, Demografi, & Psikogafis.
Consumers Responses : use occasion (saat pemakaian) dan Brand

1.1.5 Syarat Segmentasi Yang Efektif

Measurable (terukur) Measurable berarti segmen pasar harus dapat membantu perusahaan dalam mengukur potensi pasar, daya beli konsumen serta ukuran alokasi sumberdaya.
• Substansial (banyak) Substansial berarti segmen tersebut harus besar dan profitable untuk dilayani.
Accessible (dapat diakses) Accessible berarti segmen tersebut harus mudah dijangkau untuk dilayani.
Differentiable (dapat dibedakan) Differentiabeberarti segmen tersebut dapat dibedakan dengan jelas.
Actionable (dapat dilayani) Actionable berarti segmen tersebut dapat dijangkau atau dilayani dengan sumber daya yang dimiliki perusahaan.

1.1.6 Manfaat Segmentasi

Designing responsive products to meet the needs of the marketplace. Melalui penelitian preferensi (kecenderungan/kesukaan) konsumen. Menempatkan konsumen sebagai yang utama, kemudian mendisain dan menyeleksi produk untuk kepuasan konsumen.
Determining effective and cost efficient promosional strategies. Segmentasi sebagai alat perencanaan merupakan alat identifikasi dan analisa yang berharga untuk mengembangkan communication mix, sehingga dapat dipilih alat promosi yang sesuai untuk menargetkan pada media yang tepat.
Evaluating market competition in partikular the companys market position. Riset segmentasi menyediakan a competitive intelegence mechanism untuk mengakses dan membandingkan perusahaan agar sesuai dengan standar. Providing insight on present marketing strategies. Segmentasi sangat penting untuk melakukan evaluasi secara periodik terhadap marketing strategi perusahaan saat ini dengan melakukan analisis SWOT.

1.2 Target Market

Setelah perusahaan mengidentifikasi peluang segmen pasar, selanjutnya adalah mengevaluasi beragam segmen tersebut untuk memutuskan segmen mana yang menjadi target market. Dalam mengevaluasi segmen pasar yang berbeda perusahaan harus melihat dua faktor yaitu daya tarik pasar secara keseluruhan serta tujuan dan resource perusahaan. Sebuah kegiatan untuk mengelompokkan masyarakat berdasarkan segmentasi mereka. Dari segmentasi ini, kamu dapat mengolah data yang diperoleh dan menentukan segmen manakah yang paling cocok dengan karakteristik bisnis yang kamu bangun.

1.2.1 Menentukan Target Market

Single Segment Concentration. memilih satu segmen saja.
Selective Specialization. menyeleksi beberapa segmen. Segmen yang dipilih mungkin tidak saling berhubungan atau membentuk sinergi, tetapi masing – masing segmen menjanjikan uang.
Product Specialization. berkonsentrasi membuat produk khusus atau tertentu. Melalui cara ini, perusahaan membangun reputasi yang kuat di produk yang spesifik. Namun resikonya tetap ada, yaitu apabila terjadi kekurangan bahan untuk pembuatan produknya atau keterlambatan melakukan perubahan teknologi.
Market Specialization. berkonsentrasi melayani berbagai kebutuhan dalam kelompok tertentu. Perusahaan memperoleh reputasi yang kuat dan menjadi channel untuk semua produk baru yang dibutuhkan dan dipergunakan oleh kelompok tersebut. Resiko akan kerugian akan timbul apabila kelompok tadi mengurangi pembelian atau kebutuhannya.
Full Market Coverage. berusaha melayani semua kelompok dengan produk yang dibutuhkan. Namun, hanya perusahaan besar yang bisa melakukannya. Untuk menciptakan kepuasan konsumen, pemasar dapat melakukan diferensiasi dan menghasilkan lebih banyak penjualan daripada tidak melakukan diferensiasi, namun diferensiasi dapat meningkatkan biaya perusahaan. Secara umum, hal ini tetap akan bermanfaat khususnya apabila dikaitkan dengan strategy profitability, namun demikian perusahaan sebaiknya berhati – hati agar tidak terjadi over segmenting. Biaya yang diperkirakan adalah Product modification cost, manufacturing cost, administrative cost, inventory cost, dan promotion cost.

1.2.2 Pertimbangan Perusahaan Dalam Mengealuasi dan Memilih Segmen

• Pilihan etika atas pasar sasaran. Dalam menetapkan target market perusahaan hendaknya tidak menimbulkan pertentangan, seperti mengambil keuntungan dari kelompok yang rapuh seperti anak-anak atau mempromosikan produk yang berbahaya. Karena dalam pasar sasaran masalahnya bukanlah siapa yang dipilih sebagai target tapi bagaimana dan untuk apa. Pasar yang memiliki tanggungjawab sosial mengharuskan segmentasi dan target pasar yang melayani tidak hanya untuk kepentingan industri saja tetapi juga kepentingan mereka yang dijadikan sasaran.
• Interelasi dan segmen super. Segmen super adalah sekumpulan segmen yang memiliki kesamaan yang dapat dieksploitasi, sehingga perusahaan akan bijaksana jika memilih segmen super daripada segmen di dalam segmen super karena perusahaan tidak memiliki keunggulan kompetitif terhadap industri-industri yang telah berada dalam segmen super.
• Rencana serangan segmen per segmen. Pesaing tidak boleh tahu segmen mana yang dituju oleh perusahaan. Jika diketahui maka perusahaan harus mencari jalan keluar untuk menerobos yakni dengan cara menyerang pasar tertutup dengan pendekatan mega marketing artinya koordinasi strategis keahlian ekonomi, psikologis, politik dan hubungan masyarakat untuk memasuki atau beroperasi dalam pasar tertentu.
• Kerjasama antar segmen. Cara terbaik untuk mengelola segmen adalah kerjasama antara SDM di dalam perusahaan untuk membangun bisnis segmen perusahaan.

1.3 Positioning

Positioning pada hakikatnya adalah menanamkan sebuah persepsi, identitas dan kepribadian di dalam benak konsumen. Untuk itu agar positioning kuat maka perusahaan harus selalu konsisten dan tidak berubah. Karena persepsi, identitas dan kepribadian yang terus menerus berubah akan menimbulkan kebingungan di benak konsumen dan pemahaman mereka akan tawaran perusahaan akan kehilangan fokus.

1.3.1 Cara Menentukan Positioning

• Identifikasi target,
• Menentukan frame of reference pelanggan (siapa diri),
• Merumuskan point of differentiation (Mengapa konsumen memilih perusahaan),
• Menetapkan keunggulan kompetitif produk (bisa dinikmati sebagai sesuatu yang beda).

1.3.2 Empat Kriteria Menentukan Positioning

• kajian terhadap konsumen (customer). Disini positioning harus mendeskripsikan value bagi konsumen karena positioning mendeskripsikan value yang unggul. Selain itu positioning merupakan penentu penting bagi konsumen pada saat memutuskan untuk membeli.
• kajian pada kapabilitas perusahaan (company). Disini positioning harus mencerminkan kekuatan dan keunggulan kompetitif perusahaan. Seperti lokasi yang strategis.
• kajian pada pesaing (competitor). Disini positioning harus bersifat unik, sehingga dengan mudah dapat mendiferensiasikan diri dari para pesaing.
• kajian terhadap perubahan yang terjadi dalam lingkungan bisnis (change). Dikatakan bahwa positioning harus berkelanjutan dan selalu relevan dengan berbagai perubahan lingkungan bisnis.

1.3.3 Faktor Penentuan Positioning

• Proposisi nilai dan manfaat yang dapat diberikan perusahaan
• Capaian yang telah dihasilkan perusahaan
• Segmen pasar dan pelanggan yang ditargetkan
• Atribut yang jadi keunggulan produk dan merk perusahaan
• Bisnis baru yang dimasuki
• Originalitas dan posisi sebagai perusahaan atau merk baru di pasar

1.3.4 Faktor Dalam Mengkomunikasikan Positioning

Be creative Be creative maksudnya adalah bahwa perusahaan harus kreatif untuk mencuri perhatian konsumen atau target market.
Simplicity Simplicity maksudnya adalah komunikasi yang disampaikan harus sesederhana dan sejelas mungkin
Consistent yet flexible Consistent yet flexible maksudnya adalah perusahaan harus konsisten dan melihat kondisi.
Own, dominate, & protect Own, dominate, & protect maksudnya adalah dalam komunikasi perusahaan harus memiliki satu atau beberapa kata ampuh di benak pelanggan
User their language User their language maksudnya adalah dalam mengkomunikasikan positioning perusahaan harus menggunakan bahasa pelanggan.

Daftar Pustaka
• Clow, Kenneth E & Donald Baack, Integrated Advertising, Promotion, and Marketing Communication : 3rd Edition, New Jersey : Prentice Hall.
• Kasali, Renald . 2005. Manajemen Public Relation : Konsep dan Aplikasinya Di Indonesia : PT. Pustaka Utama Grafiti : Jakarta.
• Kotler, Philip., Hermawan Kartajaya. Dan Iwan Setiawan. 2010. Marketing 3.0. From Product to Customers to the Human Spirit. New Jersey: John Wiley &Sons
• Ruslan, Rosady. 2008. Kiat Dan Strategi Kampanye Public Relation, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada
• __________. 2014. Manajemen Publi Relation dan Media Komunikasi (Konsep dan Aplikasi). Jakarta : PT. Raja Grafindo

1 Like

Di awal kalimat pertama sepertinya ada kata yang hilang kak. Mungkin maskudnya segmentasi pasar adalah … ya


1.1 Segmenting (Segmentasi Pasar)

1.1.1 Peran Segmentasi
1.1.2 Tingkatan Segmentasi Pasar


Karena modul ini akan digunakan oleh orang-orang dari berbagai latar belakang, saya kira bagian ini perlu dijelaskan lebih lanjut kak. Misalnya di poin segmentasi pasar untuk menentukan komponen strategi, dijelaskan seperti apa komponen strategi yang dimaksud dan kalau bisa ada contoh case nya.


Untuk poin yang seperti ini, judul poin di-bold dan penjelasan dienter ke bawahnya dan antar poin diberi spasi