[Materi 1] Psikologi PSDM (Pengembangan Sumber Daya Manusia)

Modul 1 : Konseling Karir

1.1 Definisi Konseling karir
Konseling karir adalah sebuah proses kegiatan, strategi dan intervensi yang digunakan untuk membantu konselee (klien) dalam mengeksplorasi karirnya sendiri, melakukan perencanaan karir dan pengambilan keputusan karirnya dalam proses belajar pada lingkup sekolah dan atau dalam proses lingkungan kerja. Serta konselee (klien) dapat mengidentifikasi masalah dan mencari jalan keluar dari berbagai permasalahan klien yang berkaitan dengan karir. Konseling karir dapat di gambarkan dengan sebuah proses dimana seorang konselor yang objektif dan berpengetahuan membantu seseorang dalam mengidentifikasi dan memahami isu-isu yang terkait dengan karirnya dan menyediakan peralatan serta bantuan yang dapat menentukan pilihan-pilihan jurusannya.Konseling karir adalah konseling mengenai segala hal tentang aspek-aspek karir seseorang. Konseling meliputi pemberian nasihat atau saran-saran, pelatihan, motivasi dan terapi apabila diperlukan. Konseling karir memberikan bantuan untuk menentukan kekuatan dan bakat yang dapat dikembangkan menjadi karir yang solid.
Fungsi konseling karir adalah memberikan layanan pada para konseli dalam membuat perencanaan dan pengambilan keputusan karir secara berkesinambungan berfungsi dalam lingkup lembaga kerja. Selain itu Fungsi konseling karir itu sendiri adalah untuk menggali minat dan keterampilan berdasarkan latar belakang pendidikan seseorang sehingga mereka bisa bekerja melalui pelatihan profesional di bidang tertentu. Konselor akan memfasilitasi proses pemilihan profesi atau pekerjaan dengan berperan sebagai pemandu atau guru bagi siapa saja yang ingin memulai suatu karier, pindah karier, atau mendalami karier baru. Konseling ini menawarkan pendekatan sistematis dan objektif untuk belajar tentang keterampilan, pengalaman kerja, aspirasi, dan kebiasaan kerja seseorang. Hal ini tentunya akan membantu seseorang menemukan pekerjaan atau profesi yang cocok dan menawarkan cara-cara untuk mendapatkan sumber-sumber yang bisa menjadiacuan seseorang untuk mencari pekerjaan. Konseling dapat dilakukan secara undividu maupun kelompok dengan melibatkan seorang konselor yang melibatkan topik seputar mencari pekerjaan, penulisan resume, wawancara, minat dan keterampilan, serta metode perencanaan karir jangka panjang dan pendek.
1.2 Tujuan Konseling Karir
Tujuan utama dalam konseling dalam Perusahaan
• Memfasilitasi perubahan perilaku para karyawan
• Memperbaiki kemampuan karyawan dalam relasi sosialnya
• Mengajak karyawan agar dapat menyesuaikan diri dengan berbagai keadaan
• Mendorong karyawan agar mampu membuat keputusan
• Memfasilitasi perkembangan potensi yang dimiliki karyawan

Tujuan Konseling Peran Konselor
Memfasilitasi perubahan perilaku Menetapkan tujuan : Individual differences, berdasarkan nilai dan kebutuhan karyawan, observable
Memperbaiki kemampuan karyawan dalam relasi sosialnya Membantu karyawan memiliki konsep diri yang positif
Mengajak karyawan agar dapat menyesuaikan diri dengan berbagai keadaan Memperhatikan dan memahami tugas-tugas perkembangan karyawan
Mendorong karyawan agar mampu membuat keputusan Menggali informasi dan mengenali karakteristik, emosi, kemampuan, minat, dan peluang yang dimiliki oleh karyawan pada suatu perusahaan
Memfasilitasi perkembangan potensi yang dimiliki karyawan Memberi kesempatan karyawan dalam berkreasi dan berimprovisasi

1.3 Isu-isu terkait Konseling Karir dan Fase Tahapan Konseling Karir
1.3.1 Area permasalahan dalam konseling karir
• Kurangnya Kesadaran Diri tentang Kekuatan-kekuatan diri, Pengetahuan, keterampilan diri yang dimiliki
• Ketidakmampuan Berkomunikasi Secara Efektif
• Kurangnya Jaringan yang mendukung
• Tujuan karir dan nilai-nilai diri yang tidak selaras, tujuan karir dan nilai diri yang selaras maka akan memberikan daya dorong yang kuat untuk sukses mencapai tujuan yang diinginkan
• Kurangnya percaya diri, Rasa tidak yakin akan kompetensi diri ini membuat individu kurang kompetitif.
• Kebiasaan dan perilaku buruk, sikap kerja yang baik seperti kurangnya rasa tanggung jawab, sering tidak ada di tempat, malas, suka terlambat, dll.
• Kurangnya informasi untuk mengembangkan karir, tidak memahami jalur karir di perusahaan sehingga kurang focus untuk mempersiapkan kompetensi pribadinya menuju jalur karir berikutnya yang lebih tinggi. Selain itu, kriteria-kriteria dan persyaratan untuk mendapatkan promosi jabatan sering tidak dipahami.

1.3.2 Fase Tahapan Konseling Karir

I. Fase Perencanaan
• Membangun Rapport :
a) Agar terciptanya suasana hangat dan menyenangkan
b) Mengembalikan rasa percaya diri klien dalam menyelesaikan permasalahan yang berhubungan dengan karir.
• Kontak Psikologis (memberikan respon empati)
a) Komunikasi verbal
b) Komunasi non Verbal

• Memberi persepsi positif bagi sudut pandang klien
a) No Judgement statement
b) Menjaga kerahasiaan, membangun image positif
c) Konsep diri dan sikap positif dari Konselor
• Mengurangi Kecemasan
a) Tidak menyudutkan klien dengan penyataan tertentu
b) Membebaskan klien berekspresi

II. Fase Pengarahan
• Identifikasi permasalahan klien
a) Identifikasi permasalahan karyawan ditempat kerja
b) Contohnya : Kepuasan Kerja, Stress Kerja dan lain-lain

• Analisis Permasalahan dan faktor penyebab
a) Mengkaji SWOT Perusahaan dalam penerapan manajemen SDM
b) Faktor penyebab : internal & eksternal individu

• Mengembangkan strategi penyelesaian masalah
a) Mendiskusikan sasaran spesifik dan tingkahlaku yang memadai untuk meminimalisir permasalahan yang dihadapi oleh klien.
III. Fase Pengembangan
• Fase pengembangan merupakan tenggang waktu yang digunakan oleh pekerja untuk memenuhi persyaratan yang memungkinkan gerak dari satu posisi ke posisi lain yang diinginkannya.

• Kegiatan yang dapat dilakukan:

  1. Penyelenggaraan system monitoring
  2. Pelatihan
  3. Rotasi jabatan
  4. Program beasiswa atau ikatan dinas

1.4 Manfaat Konseling Karir

Konseling karir memiliki banyak manfaat untuk seseorang yang baru akan memulai karirnya atau ditengah pergantian pekerjaan. Demikian juga untuk para pelajar yang hendak merencanakan karir agar berkesinambungan dengan jurusan yang diambilnya.
Berikut manfaat Konseling Karir :

  1. Membantu seseorang dalam mengenali minat, keterampilan dan kemampuannya melalui Tes Potensi Karir.
  2. Memperluas wawasan seseorang dengan mengetahui pilihan-pilihan karir yang beragam.
  3. Memberikan pengetahuan tentang berbagai bidang karir/disiplin/kursus untuk dipelajari dalam berbagai tingkatan.
  4. Memberikan informasi mengenai gaji, deskripsi pekerjaan dan hal-hal yang berkaitan dengan profesional di berbagai bidang karir.
  5. Mengidentifikasi keterampilan dasar dan karakteristik kepribadian yang diperlukan untuk memenuhi perkerjaan tertentu.
  6. Mengetahui kemungkinan peluang kerja di berbagai industri.
  7. Pengambilan keputusan untuk beberapa pilihan karir yang sesuai, baik untuk pendidikan dan pekerjaan.
  8. Menggali minat, keterampilan, dan latar belakang pendidikan seseorang yang mengarah pada kompetensi individu.
  9. Mengarahkan individu untuk mengikuti program pelatihan dan pengembangan diri sesuai dengan hasil asesmen, pendekatan yang sistematis dan objektif untuk belajar tentang keterampilan, pengalaman kerja, aspirasi, dan kebiasaan kerja seseorang.
  10. Memfasilitasi proses pemilihan profesi atau pekerjaan, membantu kliennya menemukan pekerjaan atau profesi yang cocok dan menawarkan cara-cara untuk mendapatkan sumber-sumber yang bisa menjadi alat untuk mencari pekerjaan
    Konseling karir adalah proses untuk membantu seseorang untuk menemukan dan mengembangkan potensi pendidikan, kejuruan, profesional dan psikologi yang digunakan untuk mencapai tingkat kebahagiaan pribadi dan manfaat sosial. Konseling karir adalah sebuah proses mengeluarkan potensi terbesar seseorang sehingga dapat mencapai tujuan pokok.
    Menemukan karir yang sesuai dan selaras dengan jurusan serta perencanaan yang matang tentunya dapat membantu siswa untuk fokus meraih cita-cita di masa depan. Bila diperlukan konseling karir dengan berbagai manfaatnya dapat memberikan pencerahan untuk siswa yang masih ragu terhadap minat, keterampilan ataupun bakatnya.

Daftar Pustaka
Gomes, Mejia et al. 2011. Managing Human Resources. 7th edition
Wiley. 2003 Handbook of Psychology Volume 12, Industrial and Organizational Psychology

2 Likes