MATERI 1 Psikologi Perkembangan

Materi 1 Psikologi dan Perkembangan Manusia

1.1 Proses biologis, kognitif, dan sosioemosional

1.1.1 Proses Biologis adalah serangkaian proses yang menciptakan perubahan fisik pada individu. Contoh proses biologis yang memengaruhi perkembangan diantaranya gen yang diwarisi orangtua, perkembangan otak, tinggi dan berat badan, keterampilan motorik, olahraga dan perubahan hormon. Secara sederhana, proses biologis merupakan perubahan pada aspek fisik seorang individu.

1.1.2 Proses kognitif mengacu pada perubahan cara berfikir, kemampuan intelejensi, dan Bahasa. Kegiatan-kegiatan yang melibatkan proses kognitif diantaranya adalah menyusun kata-kata menjadi sebuah kalimat, menghafal sebuah lagu, membayangkan seperti apa rasanya menjadi pahlawan superhero, dan memecahkan teka-teki silang.

1.1.3 Proses sosioemosional melibatkan perubahan pada hubungan individu dengan orang lain disekitarnya, perubahan pada emosi dan kepribadian. Proses sosioemosional berperan pada begitu banyak kegiatan seorang individu, contohnya seorang bayi tersenyum saat merasakan sentuhan orangtuanya, balita menyerang teman sebayanya, anak usia sekolah bersosialisasi dan membentuk kelompok bermain, kegembiraan remaja pada acara prom night, dan kasih sayang pasangan lansia.

Lalu, bagaimana ketiga proses ini saling mempengaruhi? Menurut para ilmuwan, walaupun masing-masing proses dipelajari secara terpisah, tetapi ketiga proses ini saling mempengaruhi secara dua arah dan menyusun perkembangan individu sehingga pikiran dan tubuh saling terintegrasi dan bergantung satu sama lainnya.

1.2 Periode perkembangan

Mengacu pada kerangka waktu pada kehidupan seseorang yang ditandai oleh kejadian momen-momen tertentu. Pembagian periode perkembangan yang secara luas digunakan terbagi menjadi 8 bagian periode.

Periode 1─ periode ini disebut periode prenatal, atau kurun waktu dari masa konsepsi hingga seseorang dilahirkan. Pada periode ini terjadi perkembangan dan pertumbuhan yang luar biasa, bagaimana tidak? Kita semua berawal dari satu sel gumpalan darah hingga menjadi organisme yang lengkap dengan kemampuan otak serta perilaku.

Periode 2─ periode ini disebut periode infancy atau masa dimana seorang anak yang baru lahir disebut bayi. Periode ini berlangsung dari bayi lahir hingga 18-24 bulan. Pada periode ini, bayi sangat tergantung pada orang tua, dan banyak terjadi kegiatan psikologis seperti perkembangan kemampuan memahami Bahasa, simbol, koordinasi sensorimotor, hingga pembelajaran sosial.

Periode 3─ periode ini disebut masa kanak-kanak awal, berlangsung setelah masa bayi hingga anak usia 5 hingga 6 tahun. Pada periode ini anak-anak belajar menjadi lebih mandiri dan merawat diri mereka sendiri, mengembangkan keterampilan sekolah seperti mengikuti instruksi, dan bermain dengan teman-teman sebayanya.

Periode 4─ pada periode ini kita memasuki masa kanak-kanak tengah dan akhir, dimana anak berusia 6 hingga 11 tahun. Selama periode ini, anak akan menguasai keterampilan dasar membaca, menulis dan berhitung, disamping itu anak akan terpapar ke dunia dan budaya lain yang lebih luas. Dengan dikuasainya keterampilan-keterampilan dasar pada periode ini, maka prestasi menjadi perhatian utama anak.

Periode 5─ masa remaja adalah periode perkembangan transisi dari masa kanak-kanak ke dewasa awal. Berlangsung sejak individu berusia 10-12 tahun hingga usia 18-21 tahun. Periode ini dimulai dengan perubahan fisik yang cepat seperti peningkatan tinggi dan berat badan secara drastis, perubahan bentuk tubuh, perubahan karakteristik seksual seperti pembesaran payudara, pertumbuhan rambut wajah dan kemaluan, dan pendalaman suara. Pada periode ini individu dengan gencarnya mencari dan mencoba mendefinisikan kemerdekaan dan identitas akan dirinya, sehingga individu akan menghabiskan banyak waktu dengan teman-teman di lingkungan sekitar daripada keluarga. Pada periode ini juga individu membentuk pola pikir yang lebih logis dan idealis,

Periode 6─ periode ini disebut dewasa awal, yang dimulai sejak individu berusia 20 hingga 30. Periode ini adalah masa dimana individu membangun kemandirian finansial dan pribadi, pengembangan karir, memilih jodoh dan membangun hubungan intim, memulai keluarga hingga membesarkan anak.

Periode 7─ periode dewasa tengah, dimulai saat individu menginjak kisaran usia 40 hingga 60 tahun. Periode ini adalah masa dimana individu memperluas keterlibatan dan tanggung jawab kepada diri sendiri maupun lingkungan sosial. Hal tersebut dilakukan untuk membantu generasi selanjutnya agar menjadi individu yang kompeten dan sebagai media untuk mencapai serta mempertahankan kepuasan karir.

Periode 8─ periode dewasa lanjut adalah periode perkembangan yang dimulai saat individu menginjak kisaran usia 60 hingga 70 tahun dan berlangsung sampai akhir hayatnya. Periode ini merupakan masa refleksi terhadap hidup yang telah dijalani dan penyesuaian peran sosial yang baru yang berdampak pada kekuatan dan kesehatan fisik individu.

1.3 Isu-isu pada masa perkembangan

1.3.1 Nature-Nurture. Isu ini mengacu pada perdebatan tentang apakah alam (nature) atau nurture (pengasuhan) yang lebih memberikan pengaruh utama pada perkembangan seorang individu. Nature mengacu pada warisan biologis individu, sedangkan nurture pada pengalaman individu dengan lingkungan sekitar. Para pendukung nature

1.3.2 Stability-Change. Isu ini mengacu pada perdebatan apakah menjadi diri kita yang sekarang karena pengalaman yang selama ini dihadapi ( stability) atau apakah kita berkembang menjadi seseorang yang berbeda dari diri kita pada awal masa perkembangan.

1.3.3 Continuity-Discontinuity. Isu ini berfokus pada sejauh mana pengembangan melibatkan perubahan yang bertahap dan kumulatif (continuity) atau tahapan yang berbeda (discontinuity).

1.4 Dasar teori perkembangan

1.4.1 Menurut teori Psikoanalitis, perkembangan sangat bergantung pada pikiran dan emosi alam bawah sadar yang sangat terselubung. Freud sebagai pemuka teori ini berpendapat bahwa individu melewati 5 tahap perkembangan psikoseksual yaitu

  1. fase oral (usia 0-1 tahun),
  2. fase anal (usia 1-3 tahun),
  3. fase falik (3-6 tahun),
  4. fase laten (5-12 tahun),
  5. fase genital (12 tahun keatas).

Selain itu, teori Erikson menekankan 8 tahapan perkembangan psikososial yaitu:

  1. kepercayaan vs ketidakpercayaan,
  2. otonomi vs rasa malu dan keraguan,
  3. inisiatif vs rasa bersalah,
  4. industri vs inferioritas,
  5. identitas vs kebingungan identitas,
  6. keintiman vs isolasi,
  7. generativitas vs stagnasi, dan
  8. integritas vs keputusasaan.

Secara keseluruhan, teori ini berkontribusi pada hubungan keluarga, dan aspek bawah sadar dari pikiran individu. Namun disamping itu, teori ini mendapat kritik karena dinilai lemahnya dukungan ilmiah terhadap teori, terlalu kuatnya penekanan pada basis seksual serta penilaian yang terlalu negatif terhadap orang lain.

1.4.2 Teori kognitif menekankan pemikiran, penalaran, Bahasa dan proses kognitif lainnya. Terdapat beberapa tokoh pemuka teori ini, dalam teori Piaget anak-anak melewati 4 tahapan kognitif yaitu sensorimotor, pra-operasional, operasional konkret, dan operasional formal. Selanjutnya, teori kognitif Vygotsky menekankan bagaimana hubungan budaya dan interaksi sosial mempengaruhi perkembangan kognitif individu. Secara keseluruhan, teori kognitif ini menuai kritik karena tidak memberikan cukup perhatian pada variasi individu.

1.4.3 Dua pemuka teori perilaku dan sosial kognitif adalah Skinner dengan teori pengkondisian operannya, dan Bandura dengan teori kognitif sosialnya. Pada teori pengkondisian operan Skinner, konsekuensi atas suatu perilaku menghasilkan perubahan terhadap kemungkinan terjadinya perilaku tersebut. Sedangkan dalam teori kognitif sosial, Bandura menekankan interaksi timbal balik antara individu yang terdiri dari kemampuan kognisi, perilaku dan pengaruh lingkungan. Secara keseluruhan, teori ini berkontribusi pada penekanan penelitian ilmiah dan fokus pada pengaruh faktor lingkungan. Di samping itu, teori ini juga menuai kritik karena dinilai tidak menaruh perhatian yang cukup terhadap perubahan perkembangan dan kognisi.

1 Like