Materi 1 : Pengantar Social Marketing

1.1 Pengertian Social Marketing

Konsep social marketing diciptakan pada tahun 1971 oleh Kotler dan Zaltman. Social marketing atau yang bisa disebut dengan pemasaran sosial merupakan suatu adaptasi dari teori-teori pemasaran untuk mendesain suatu program yang bertujuan untuk mempengaruhi hidup seseorang dengan merubah perilakunya secara sukarela dalam rangka meningkatkan kesejahteraan individu dan juga masyarakat sekitarnya (Andreassen, 1994). Sinonim untuk social marketing adalah “pemasaran non-profit”, karena konsep pemasaran ini berorientasi pada tujuan dan tidak berorientasi pada keuntungan. Jadi bisa disimpulkan bahwa social marketing merupakan sebuah kegiatan yang bertujuan untuk mempengaruhi kehidupan individu ataupun lingkungan sekitarnya dengan mengadaptasi teori-teori pemasaran komersil. Social marketing ini menggunakan unsur-unsur pemasaran komersil seperti needs and wants, 4P, STP (Segmenting, targeting, positioning), serta berbagai unsur lainnya agar persuasi yang diajukan masuk akal bagi individu/kelompok sasarannya.

Dalam bukunya yang berjudul Social Marketing : Changing Behaviors for Good, Philip Kotler dan Nancy Lee menyatakan bahwa social marketing adalah tentang mempengaruhi perilaku, memanfaatkan proses perencanaan sistematis yang berlaku pada prinsip-prinsip pemasaran dan teknik, fokus pada prioritas targetnya yaitu masyarakat, dan memberikan manfaat positif bagi masyarakat.

1.2 Social Marketing dan Perubahan Perilaku

Perubahan perilaku suatu individu sangat dipengaruhi oleh niat individu tersebut untuk merubah sikapnya. Oleh karena itu, seorang pemasar sosial harus mampu merubah sikap serta menciptakan lingkungan yang mendukung perubahan perilaku individu tersebut.

Salah satu contoh social marketing yang diterapkan oleh pemerintah Indonesia dan cukup sukses adalah Program Keluarga Berencana. Program ini mempunyai slogan yang mudah diingat, yaitu dua anak lebih baik. Program ini bisa dibilang cukup berhasil karna dapat mengurangi tingkat kelahiran di Indonesia.

Perubahan yang diharapkan dari pemasaran sosial adalah :

  • Perubahan kognitif
    Perubahan kognitif adalah ketika setelah diberikan informasi secara terus menerus, maka kelompok sasaran atau target paham dan merubah konsepnya yang selama ini keliru dengan konsep baru.

  • Perubahan perilaku
    Perubahan perilaku dipengaruhi oleh minat atau tujuan suatu individu untuk mengimplemetasikan pengetahuannya.

  • Perubahan nilai
    Perubahan nilai merupakan perubahan yang paling diharapkan karena setelah adanya perubahan nilai, individu tersebut tidak akan kembali ke perilaku lama yang telah ditinggalkan.

1.3 Perbedaan Social Marketing, Social Campaign, dan CSR

  1. Social Marketing
  • Fokus kepada perubahan individu (behavior change) untuk menangani permasalahan sosial.
  • Adaptasi dari pemasaran komersil (riset, STP, 4P)
  • Untuk jangka panjang
  1. Social Campaign
  • Fokus utama pada public awareness dan positioning
  • Dapat menjadi tool/alat yang digunakan dalam social marketing
  1. CSR
  • Fokus kepada bentuk rasa tanggung jawab perusahaan pada sosial dan lingkungan sekitar perusahaan berdiri.
  • Sebaiknya berdasarkan dari panduan ISO 26000.
  • Mempertimbangkan dan memperhatikan kepentingan di dalam serta di luar perusahaan.
Referensi