Masalah Sampah Kecantikan


Penggunaan skincare dan kosmetik tidak terlepas dengan kehidupan masyarakat Indonesia dan hal tersebut memberikan peluang yang baik dalam meningkatkan pertumbuhan sektor industri kecantikan di Indonesia. Melansir dari MEDIAINDO.co.id, industri kecantikan khususnya pasar skincare di Indonesia akan mencapai lebih dari US$2 miliar di tahun 2019 atau sekitar 33% dari pendapatan total dalam pasar kecantikan dan akan terus berkembang di tahun-tahun berikutnya menurut Euromonitor International (2015).

Budaya konsumtif terhadap kosmetik tersebut tentunya membawa second effect sendiri yaitu menumpuknya limbah kosmetik mulai dari limbah bahan pembuatan hingga limbah tempat atau wadah kosmetik tersebut. Hal ini menambah daftar panjang limbah setelah limbah industri dan limbah rumah tangga dan berdampak adanya bermiliar-miliar ton sampah kemasan kosmetik dibuang setiap tahunnya sampai tidak terpikir betapa buruk dampak dari sampah tersebut untuk kemudian hari. Penggunaan mikroplastik pada produk-produk kosmetik menjadi salah satu penyebab pencemaran lingkungan. Pasalnya mikroplastik yang biasanya terdapat pada produk kosmetik ditemukan sangat sulit terurai di tanah, sungai, saluran pembuangan, dan laut. Faktanya setiap tahun, industri kosmetik memproduksi miliaran ton kemasan yang tidak dapat didaur ulang. International Coastal Cleanup (ICC) merilis, pada 2019 sebanyak 97.457.984 jenis sampah dengan berat total 10.584.041 kilogram ditemukan di laut. Limbah industri dan Sampah-sampah plastik tadi mengancam setidaknya 800 spesies. Hal itu terungkap dari hasil penelitian yang diterbitkan Sekretariat Konvensi tentang Keanekaragaman Hayati (United Nations Convention On Biological Diversity) pada 2016. Sebanyak 40 persennya adalah mamalia laut dan 44 persen lainnya spesies burung laut.

Sama halnya dengan laut yang ada di Indonesia karena setiap tahun laut Indonesia diperkirakan mendapat kiriman dari darat 70-80 persen sampah plastik bekas konsumsi manusia. Jumlahnya antara 480 ribu-1,29 juta ton sampah plastik dari total 3,22 juta ton sampah yang masuk ke laut dan pesisir. Hal itu diungkapkan
peneliti mikrobiologi laut dari Pusat Penelitian Oseanografi (P2O) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ariani Hatmanti pada seminar International Conference on the Ocean and Earth Sciences (ICOES), yang dilaksanakan secara daring di Jakarta, 19 November 2020. Meskipun tidak semuanya berasal dari sampah kosmetik, tetapi berdasarkan laporan yang dimuat World Wildlife Fund mengungkapkan bahwa, terdapat 10,8 milyar sampah tisu basah dan 13,2 milyar sampah cotton buds.

Fakta-fakta yang dikemukakan di bagian-bagian sebelumnya menggambarkan tentang keadaan sampah plastik yang meningkat jumlahnya akibat tren skincare yang terjadi di masyarakat baik muda maupun tua. Hal yang sangat penting untuk ditangani apabila dampaknya tidak ingin dirasakan secara langsung dan masa yang akan datang. Permasalahan sampah plastik dapat ditangani dengan baik diawali dari kesadaran diri khususnya di lingkup rumah tangga. Misalnya sampah plastik wadah skincare yang bisa kita manfaatkan sebagai barang baru dengan nilai yang lebih bermanfaat atau pengurangan pemakaian alat-alat skincare atau kecantikan yang sekali pakai, seperti mengganti penggunaan kapas kecantikan menjadi reusable coootn pad atau penggunaan handuk kecil yang lembut. Selain itu, cara meminimalkan sampah dari skincare yang salah satunya berdampak pada air adalah menggunakan spons penghapus masker karena dapat menghemat air yang keluar serta mengganti skincare yang memiliki kandungan jauh lebih ramah pada kulit dan lingkungan.

Mari bersama memulai melestarikan lingkungan, Youdics sendiri, telah melakukan apa saja yaa dalam menyelesaikan permasalahan sampah kecantikan yang ada?

Sumber

Hartriani J. 2016 Sept 05. Ekonomi melingkar, solusi sampah Indonesia. Infografik. https://katadata.co.id/herisusanto/infografik/5e9a56c32c3b0/ekonomimelingkar-solusi-sampah-indonesia
Hasuki I. 2016 Januari 31. Plastik di Lautan akan Lebih Banyak dari Jumlah Ikan
pada Tahun 2050 [internet]. National Geographic
Indonesia. Tersedia pada:
Plastik di Lautan akan Lebih Banyak dari Jumlah Ikan pada Tahun 2050 - National Geographiclebih-banyak-dari-jumlah-ikan-pada-tahun-2050.
Sahroni M. 2020 July 28. Bisnis skincare menjadi booming dan menarik di tahun
2020. MEDIAINDO.co.id. Bisnis.
https://www.mediaindo.co.id/bisnis-skincare-menjadi-booming-dan-menarikdi-tahun-2020/