Marketing Public Relation (Materi 6) NEW

Materi 6 : Social Marketing

E-LEARNING DICTIO
Marketing Public Relation

Disusun Oleh : Ayu Retno Puri

Materi 6 : Social Marketing

1.1 Konsep Social Marketing

Konsep mutakhir dalam Sosial Marketing PR, menyatakan tugas organisasi atau perusahaan adalah memadukan konsep-konsep pemasaran murni kedalam bentuk falsafah atau budaya perusahaan, serta kepeduliannya terhadap lingkungan hidup dan nilai-nilai kemasyarakatan.
Konsep-konsep sosial kemasyarakatan tersebut, disamping menghindari konflik-konflik yang mungkin timbul dari pihak masyarakat sebagai konsumen, dipihak lain berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan serta memenuhi hak-hak masyarakat sebagai konsumen. Berkaitan dengan banyaknya keluhan dari pihak masyarakat melalui konsep pemasaran masyarakat tersebut maka perumusan social marketing oleh pihak lembaga atau perusahaan yang bersangkutan menjadi sesuatu yang penting. Perumusan tersebut mengandung unsur-unsur:

1.1.1 Unsur-Unsur Social Marketing Publi Relation

  1. Laba perusahaan yang diharapkan dari bisnis yang dijalankan.

  2. Perumusan keinginan konsumen dalam jangka panjang.

  3. Tanggung jawab sosial, kemakmuran masyarakat, kelestarian lingkungan hidup dan perlindungan hak-hak konsumen.

  4. Produk yang dihasilkan berkaitan dengan kelestarian lingkungan atau berwawasan lingkungan, yang disebut dengan eco-labelling dan sebagainya, baik berlaku nasional maupun internasional.

1.2 Manajemen Social Marketing

  • Defining the product & marketing

    Mencari kecocokan ide, teori dan praktis tentang produk, marketing hingga target adopters. Disini dibutuhkan suatu konsep pemasaran suatu produk dan target adopter secara tepat dan jitu.

  • Designing the product &market fit

    Pada tahap ini yang dilakukan adalah mencari jawaban atas pertanyaan “whats makes a good fit?” dengan efektif sebagai cara mencari solusi bagi kelompok target adopters. Hal tersebut dilakukan melalui tiga langkah:
    Kesesuaian antara kebutuhan target adopter dengan ide dan praktik sosial. Memperkuat posisi (positioning) yang dipilih dengan memberikan label merek tertentu dengan pengemasan yang tepat dan menarik. Membangun citra dan kepercayaan tentang produk sosial tersebut dalam upaya menarik simpati dan empati.

  • Delivering the product &market fit

    Pada posisi ini, pihak social marketer siap untuk membawa produk sosial tersebut kepada target adopternya dengan melakukan perencanaan awal kampanye. Aktivitas tersebut yang dilakukan sebagai pemicu untuk memotivasi dan mengadopsikan kepada target adopternya dilaksanakan melalui beberapa cara yaitu sebagai berikut:

  1. The Delivery Personal
  2. The Delivery Presentation
  3. The Delivery Process
  4. The Defending of Market (kondisi dan situasi)

1.3 Tahapan Manajemen Sosial Marketing Public Relation

  • Menganalisis dan mengaudit lingkungan pemasaran sosial.

  • Meneliti dan menganalisis populasi target adopter.

  • Merancang strategi pemasaran sosial.

  • Perencanaan program social marketing.

  • Alasan Mengapa Sebuah Perencanaan Harus Dilakukan Dalam Kampanye, Yaitu :

  • Memfokuskan usaha. Berkonsentrasi pada prioritas dan alur kerja yang jelas.

  • Berkonsentrasi pada prioritas dan alur kerja yang jelas. Efek jangka Panjang.

  • Meminimalisi kegagalan. Alur serta tahapan kerja yang jelas, terukur, dan spesifik serta lengkap dengan langkah-langkah alternatif,

  • Mengurangi konflik Ada bentuk tertulis mengenai alur serta prioritas pekerjaan untuk tiap-tiap anggota tim.

  • Memperlancar kerja sama dengan pihak lain. Memunculkan rasa percaya para pendukung potensial serta media

1.4 10 Tahapan Perencanaan

  1. Analisis Situasi
  • Analisis PEST Teknik yang biasa digunakan dan sangat berguna untuk menganalisis lingkungan eksternal. Empat area tersebut adalah Politik, Ekonomi, Sosial dan Teknologi.

  • Menurut Gregory (2004:41) pertanyaan-pertanyaan dasar yang diungkapkan ketika melaksanakan analisis PEST adalah : apa faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi organisasi?, mana dari faktor-faktor tersebut yang paling penting saat ini?, mana yang akan menjadi faktor yang paling penting empat tahun kemudian?

  • Analisis SWOT Strength (kekuatan), Weakness (kelemahan), Oppurtunities (kesempatan), dan Threats (tantangan). Strength dan oppurtunities dapat dikelompokan sebagai pertimbangan-pertimbangan positif yang mendukung terlaksananya program kampanye, sedangkan weakness dan threats dikelompokan pada kondisi-kondisi negatif yang harus dihadapi kampanye.

  1. Tujuan

SMART

  • Specific : tujuan harus fokus, jelas dan ringkas
  • Measurable : harus dapat dibandingkan, diukur, untuk melakukan evaluasi yang lebih mudah.
  • Achievable : realistis, dapat dicapai. Jangan berandai-andai.
  • Time : waktu yang spesifik
  1. Mengenali Publik

James Grunig (1984) mendefinisikan empat jenis publik, yaitu :

  1. Nonpublik, adalah kelompok yang tidak terpengaruh maupun mempengaruhi organisasi.
  2. Publik yang tersembunyi (latent public), adalah kelompok yang menghadapi masalah akibat tindakan suatu organisasi, namun mereka tidak menyadarinya.
  3. Publik yang sadar (aware public), adalah kelompok yang mengenali adanya masalah.
  4. Publik yang aktif, adalah kelompok yang mengambil tindakan terhadap suatu masalah.

Sementara itu, publik yang aktif dapat dikelompokan dalam tiga kategori berikut :

  1. Publik semua masalah (all-issue public) sangat aktif terhadap semua masalah yang mempengaruhi organisasi.

  2. Publik masalah tunggal (single-issue public) sangat aktif terhadap satu masalah atau sekelompok kecil masalah.

  3. Publik masalah hangat (hot-issue public) adalah mereka yang terlibat dalam suatu masalah yang memiliki dukungan publik luas dan biasanya mendapatkan liputan khusus dari media.
    Pemilihan publik mana yang akan menjadi sasaran bergantung pada tujuan kampanye yang akan dilaksanakan. Arens dalam Venus (2007:150) mengatakan bahwa identifikasi dan segmentasi ssasaran kampanye dilaksanakan dengan melakukan pemilahan atau segmentasi terhadap kondisi geografis, kondisi demografis, kondisi perilaku dan kondisi psikografis.

  4. Pesan

  • menggunakan persepsi yang sudah ada,
  • menjelaskan pergeseran yang dapat dilakukan terhadap persepsi tersebut,
  • mengidentifikasi unsur-unsur persuasi,
  • memastikan bahwa pesan tersebut dapat dipercaya dan dapat disampaikan melalui Public Relation.
  1. Strategi

Pendekatan keseluruhan untuk suatu program atau kampanye. Strategi adalah faktor pengkoordinasi, prinsip yang menjadi penuntun, ide utama dan pemikiran dibalik program taktis. (Venus 2007:152)

  1. Taktik

Berbicara taktik pelaksanaan suatu program kampanye yang harus berkaitan erat dengan program dari strategi utama, tujuan kampanye, ketika akan mengembangkan taktik pelaksanaan kampanye tersebut tidak terlepas dari faktor-faktor kekuatan, kreativitas atau kemampuan tim pelaksana, pengembangan program hingga pencapaian tujuan terukur, seperti yang diungkapkan Ruslan (2007:102) sebagai berikut :

  • Appropriateness, adanya kecocokan secara aktual dengan teknik-teknik taktik pelaksanaan, pencapaian target khalayak publik, hasil-hasil yang dicapai dalam melaksanakan pesan-pesan kampanye dan termasuk kecocokan dengan teknik-teknik Public Relations serta media komunikasi yang dipergunakan.
  • Deliverability, apakah anda mampu melaksanakan teknik-teknik berkampanye secara sukses sesuai dengan target? berapa besar alokasi dana yang diperlukan? Bagaimana dengan jadwal waktu pelaksanaan kampanye tersebut apakah sudah tepat? Termasuk memiliki tim ahli dan pendukungnya dalam taktik pelaksanaan secara tepat?.
  1. Skala Waktu

Tidak pernah ada waktu yang cukup untuk melakukan semua pekerjaan yang harus dilakukan, tugas dan tanggung jawab yang ada lebih besar daripada waktu yang tersedia.
Tugas-tugas Public Relations seringkali melibatkan orang lain dan memerlukan koordinasi dari beberapa unsur.

Ada dua faktor utama yang saling berkaitan yang harus diamati ketika mempertimbangkan skala waktu.

  • Pertama, tenggat waktu (deadline) harus di identifikasi sehingga tugas-tugas yang dihubungkan dengan suatu proyek dapat diselesaikan tepat waktu.
  • lalu Sumber daya yang tepat perlu dialokasikan sehingga tugas-tugas yang ada dapat diselesaikan. (Gregory, 2004:124)
  1. Sumber Daya
  • (SDM) yang terlibat langsung dalam kegiatan kampanye berupa tenaga profesional, dan ahli hingga terampil, staf pendukung atau tenaga lapangan.
  • sumber biaya operasional untuk menunjang kegiatan kampanye yang dikelola secara efisien dalam pembiayaan pelaksanaan operasional (implementation fee), consultant or professional fee, space of advertising cost, dan equipment fee (biaya penyewaan perlatan penunjang, publikasi, transportasi, sound system dan lighting system dan sebagainya).
  • sumber perlengkapan transportasi, dukungan perlatan teknis, pemanfaatan media komunikasi dan tim kerja lain dan sebagainya.
  1. Evaluasi

Menurut Gregory (2004:138) evaluasi adalah proses yang berkelanjutan jika kita berbicara tentang program berjangka panjang. Jika dilaksanakan dengan benar, evaluasi memudahkan anda untuk mengendalikan kegiatan Public Relations. Berikut adalah alasan mengapa kita perlu mencantumkan evaluasi dalam kampanye dan program yang kita buat.

  • Memfokuskan usaha.
  • Menunjukan keefektifan.
  • Memastikan efisiensi biaya.
  • Mendukung manajemen yang baik.
  • Memfasilitasi pertanggungjawaban.
  1. Review

Sementara evaluasi dilakukan secara teratur, review yang menyeluruh dilakukan dengan frekuensi yang lebih jarang. Setelah memutuskan untuk melakukan review, siklus proses perencanaan akan terulang lagi.
Selain itu, peninjauan kembali terhadap penilaian perencanaan, pelaksanaan selama program dan pencapaian tujuan tertentu suatu kampanye berlangsung secara periodik setiap tahun tujuan program kampanye Public Relations melalui proses input (perolehan riset data, fakta, dan informasi di lapangan), output (kecocokan dengan isi pesan, tujuan dan media yang dipergunakan) dan result (hasil-hasil dari tujuan dan efektivitas program kampanye yang telah dicapai, apakah adanya perubahan sikap atau perilaku khalayak sasaran).

1.5 Formula 3P

Selain mengacu kepada formula 4-Ps (Product, Price, Promotion, and Place) maka dalam hubungan dengan pengiriman dan pelayanan produk pemasaran sosial, pihak pemasaran sosial (social marketing) paling tidak harus dilengkapi dengan 3-P, yaitu:

  1. Personal, pihak-pihak yang terlibat penjualan atau pengiriman produk sosial kepada target adopter tersebut memiliki keterampilan (skill) yang baik dalam berkomunikasi dan penguasaan pengetahuan mengenai produk (product knowledge) yang akan disampaikan.

  2. Presentation, kemampuan melakukan presentasi (tatap muka) secara teknis, komunikatif, aktraktif, dan kreatif dalam penyampaian produk sosial untuk membangkitkan minat dari pihak target adopter.

  3. Process, langkah-langkah yang dibutuhkan target adopter untuk memperoleh atau memanfaatkan produk yang ditawarkan tersebut dengan cara lebih mudah.

1.6 Tolak Ukur Keberhasilan

  • Cause, yaitu sasaran sosial yang dipercaya oleh agen perubahan (change agent) akan dapat memberikan jawaban terhadap suatu masalah sosial ataupun kehidupan masyarakat.

  • Change agent, yaitu individu atau kelompok yang mencoba mengadakan suatu perubahan sosial dengan melancarkan suatu kampanye perubahan sosial.

  • Target adopter, yaitu suatu kelomopk masyarakat yang menjadi sasaran dari target sosial marketing.

  • Channels, saluran komunikasi sebagai media atau saluran yang dipergunakan untuk mempengaruhi opini, pandangan, dan nilai-nilai dari kelompok sasaran (target adopters).

  • Change strategy, yaitu strategi, petunjuk atau program yang digunakan pihak agen perubahan sosial (social marketer) dalam menghasilkan suatu perubahan sikap dan tingkah laku dari target sasaran tersebut.

1.6.1 Produk Sosial

Ide sosial (social idea) yang berhubungan dengan nilai-nilai (value), dan kepercayaan (belief), serta sikap tindakan (attitude) atau norma-norma yang berlaku dimasyarakat yang merupakan atau mempengaruhi tingkah pola atau pandangan tertentu yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat.

Praktik sosial (social practice) yang berhubungan dengan tindakan dan perilaku (act & behavior), seperti peran serta masyarakat dalam vaksinasi atau kampanye Polio Nasional (PIN), kampanye Cinta Rupiah dan produk Indonesia, program KB atau kampanye berhenti merokok.

Suatu objek nyata yang merupakan produk fisik dari produk-produk sosial.

1.6.2 Unsur-Unsur Utama Yang Harus Diperhatikan Dalam Merancang Strategi Kampanye PR

  • Karakter sosial demografis

Yakni terdiri dari atribut eksternal kelas sosial, tingkat pendapatan ekonomi, tingkat pendidikan, usia, dan kemampuan masing-masing masyarakat dan sebagainya.

  • Profil psikologis

Merupakan atribut internal seperti sikap, nilai-nilai individu, motivasi, trendi, kepribadian, dan lain-lain.

  • Karakteristik perilaku masyarakat

Seperti pola perilaku, adat kebiasaan, karakteristik dalam mengambil keputusan, musyawarah dan mufakat, kegotong royongan, dan lain-lain.

  • Teknologi Manajemen Perubahan SosialTeknologi manajemen perubahan sosial harus mampu menjawab perubahan secara efektif melalui empat (4) pertanyaan:
  1. Gagasan atau praktek sosial apa yang akan diubah, dan kelompok adopter mana yang akan dituju? (Tujuan mendefinisikan perubahan).
  2. Hal apa yang akan membentuk suatu perubahan berkualitas? (Tujuan mendesain perubahan).
  3. Bagaimana membawa perubahan tersebut untuk kelompok target adopter? (Tujuan mengirim perubahan).
  4. Bagaimana membuat kesinambungan agar tidak terjadi keberlangsungan perubahan yang sesaat? (Tujuan mempertahankan perubahan)

Pihak pemasaran sosial harus mampu melakukan penyesuaian ketika menghadapi hambatan-hambatan aktual atau faktual dalam “wilayah pasar sasaran” yang berkaitan dengan tujuan, pemanfaatan situasi, anggaran, waktu, dana personel secara lebih optimal.

  • Mendefinisikan Pengiriman Produk

Kebutuhan pertama dalam keberhasilan pemasaran sosial adalah menciptakan suatu produk sosial baru dengan mngantisipasi kebutuhan dan dapat memuaskan tagret adopter. Mendefinisikan tujuan, sasaran, dan konsep pemasaran sosial secara tepat agar produk gagasan atau praktik sosial lebih dapat diterima oleh masyarakat sebagai target adopter.

  • Merancang Pemasaran Produk Sosial Terdapat tiga hal yang perlu diperhatikan pihak pemasaran sosial sebagai berikut:
  1. Menerjemahkan pemasaran produk sosial dengan mengaitkannya kepada penerapan gagasan atau praktik sosial.

  2. Melengkapi dan menguatkan pertnyataan penempatan.

  3. Mengembangkan dan menciptakan citra secara konsisten dan memiliki pengaruh terhadap perubahan sosial kearah kehidupan yang lebih baik dan bermanfaat.

  • Mengirim (memasarkan) ke Target Adopter

Pemasaran sosial diharapkan lebih mampu untuk mempresentasikan suatu perubahan dan dapat membangkitkan minat target adopternya.

  • Mempertahankan Pasar

Upaya pemasaran sosial adalah untuk mempertahankan atau menjaga kelangsungan perubahan sosial sesuai dengan perencanaan. Terdapat tiga tahapan perencanaan kampanye pemasaran sosial, sebagai berikut:
meneliti dan memonitor kondisi target adopter untuk lebih mengetahui alternatif mana yang lebih tepat untuk pelaksanaan program, gagasan, dan praktik-praktik sosial.

memprediksi secara tepat berbagai alternatif yang sesuai dengan keinginan atau kebutuhan target adopter.

merencanakan pemasaran sosial yang dapat menghadapi atau mengantisipasi terjadinya perubahan atau dinamika dari kehidupan secara tepat dan efektif.

Daftar Pustaka

  1. Clow, Kenneth E & Donald Baack, Integrated Advertising, Promotion, and Marketing Communication : 3rd Edition, New Jersey : Prentice Hall.

  2. Kasali, Renald . 2005. Manajemen Public Relation : Konsep dan Aplikasinya Di Indonesia : PT. Pustaka Utama Grafiti : Jakarta.

  3. Kotler, Philip., Hermawan Kartajaya. Dan Iwan Setiawan. 2010. Marketing 3.0. From Product to Customers to the Human Spirit. New Jersey: John Wiley &Sons

  4. Ruslan, Rosady. 2008. Kiat Dan Strategi Kampanye Public Relation, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada

  5. __________. 2014. Manajemen Publi Relation dan Media Komunikasi (Konsep dan Aplikasi). Jakarta : PT. Raja Grafindo

1 Like

ini nanti tidak perlu dijadikan sub-sub bab. Jadi judulnya dihapus saja. Di atas kan sudah disebutkan


Nah ini penjelasan manajemen sosial marketingnya ditambahkan sebelum poin-poin alurnya (defining, designing dst)


Saya kurang paham bagian ini kak. Terutama bagian yang saya bold. Mungkin bisa dijelaskan lagi.


Bagian tahap pencarian ini dirapikan lagi ya kak. Pertama diseragamkan dulu judul dengan number, poin dengan bullet (karena masih ada yang belum sama, menggunakan number juga). setelah itu supaya judul dan poin tidak sejajar, setiap poin di enter.

manajemen social marketingnya dijelaksan dulu definisi atau pengertiannya sebelum masuk ke alur manajemennya (defining, designing dst)


dirapikan lagi supaya poin dan judul tidak sejajar.


Kenapa ini dituliskan dalam poin-poin kak?

Ini ada kutipan dari gregory tapi belum dicantumkan di daftar pustaka. Nama-nama lain yang belum saya temukan kutipannya malah ada.