Marketing Public Relation (Materi 5) NEW

Materi 5 : Implementasi Marketing Public Relation (MPR)

E-LEARNING DICTIO

Marketing Public Relation

Disusun Oleh : Ayu Retno Puri

1.1 Three Ways Strategi

Konsep MPR secara garis besarnya terdapat tiga taktik (Three Ways Strategy) untuk melaksanakan program dalam mencapai tujuan (goal), yaitu :

  1. PR merupakan penyandang suatu taktik pull strategy (menarik).
    Strategi “dorongan” diperlukan untuk menggunakan kekuatan penjualan dan promosi perdagangan untuk mendorong produk melalui saluran-saluran. Produsen secara agresif mendorong produk kepada agen, agen secara agresif mendorong produk kepada pengecer, dan pengecer secara agresif mendorong produk kepada konsumen.

  2. PR sebagai penyandang taktik power (kekuatan) untuk mendorong (push strategy) dalam hal pemasaran.
    Strategi “menarik” memerlukan pengeluaran uang banyak atas periklanan, dan promosi konsumen agar permintaan konsumen menjadi lebih berkembang. Jika strategi ini efektif, para konsumen akan meminta produk kepada pengecer mereka, pengecer akan meminta produk kepada agen mereka, dan agen akan menanyakan produknya kepada produsen.

  3. PR sebagai penyandang taktik pass strategy sebagai upaya mempengaruhi atau menciptakan opini publik.
    Dalam strategi “mendorong” dan “menarik”, mengusulkan bahwa dimensi ketiga, yaitu strategi “membujuk”, diperlukan pada pemasaran yang saat ini semakin kompleks. Itu didatangkan oleh faktor Kotler yang digambarkan pada megamarketing, terutama untuk keperluan memasuki pasar yang dihalangi atau dilindungi oleh partai lain daripada pengguna akhir. Partai ini termasuk, tetapi dengan tak ada arti terbatas, pembuat kebijakan pemerintah. Pembuat undang-undang, regulator, partai politik, aktivis, dan kelompok-kelompok kepentingan umum yang pernah mewakili tumbuhnya penyebab agenda, menarik, dan keprihatinan.

1.2 Program Marketing Public Relation

Program Marketing Public Relations di satu sisi, merupakan upaya untuk merangsang (push) pembelian dan sekaligus dapat memberikan nilai-nilai (added value) atau kepuasan bagi pelanggan (satisfied customer).

Di sisi lain melalui kiat PR dalam menyelenggarakan komunikasi timbal balik dua arah, diharapkan dapat menciptakan image yang positif dari lembaga / organisasi yang diwakilinya.

Hal ini merupakan ”sinergi” peranan Corporate Public Relations (CPR) dari taktik pull strategy (strategi untuk menarik), yang kemudian diikuti dengan taktik selanjutnya, pass strategy (strategi untuk membujuk) untuk mendukung (back up) demi mencapai tujuan dari Marketing Public Relations (MPR). Semua itu dilengkapi dengan upaya mendorong (push Strategy) baik dari segi perluasan pengaruh maupun bidang pemasarannya (product marketing oriented).

1.3 Fungsi Public Relation

Fungsi yang pertama yaitu menumbuh kembangkan citra positif perusahaan (corporate image) terhadap public eksternal atau masyarakat luas, demi tercapainya saling pengertian bagi kedua belah pihak.

Sedangkan fungsi yang kedua yaitu membina hubungan yang positif antar karyawan (employee relations), dan antara karyawan dengan pimpinan atau sebaliknya, sehingga akan tumbuh budaya perusahaan (corporate culture ) yang mengacu kepada disiplin dan motivasi kerja, profesionalisme yang tinggi, serta memiliki sense of belonging terhadap perusahaan yang baik.

Manfaat Marketing Public Relation Dalam Penyebaran Pesan dan Informasi yaitu

  • Dapat lebih efektif dan efisien dalam penggunaan pembiayaan publikasi mengingat semakin tingginya biaya promosi di media massa.

  • Saling melengkapi (komplementer) dengan promosi periklanan.

  • Dapat meningkatkan kredibilitas (kepercayaan) dari pasan-pesan yang disampaikan melalui jalur public relations, sehingga dapat menembus situasi yang relatif sulit dijangkau oleh iklan atau memiliki kemampuan menjembatani kesenjangan informasi jika disampaikan melalui teknik periklanan.

  • Kampanye melalui iklan mempunyai keterbatasan pada ruang (space) dan waktu (timely) yang tersedia di media elektronik dan media cetak, karena harus membeli space pada media. Sedangkan kampanye melalui Public Relations tidak membeli space media agar dapat dimuat oleh media yang bersangkutan. Pesan-pesan atau informasi PR tersebut, diolah dan dikemas sedemikian rupa ke dalam bentuk suatu berita (news) artikel sponsor (advertorial) atau feature sehingga mampu menarik perhatian pembaca.

Manfaat Marketing Public Relation Bagi Perusahaan yaitu :

  • Membangun posisi perusahaan sebagai pemimpin pasar

  • Membangun kepercayaan dan keyakinan konsumen

  • Membangun kembali, meluncurkan kembali, dan reposisi dari produkproduk yang sudah jenuh.

  • Membangun komunikasi melalui kelebihan manfaat produk / jasa.

  • Mengikut sertakan karyawan dan masyarakat untuk mengenal produk / jasa.

  • Mengembangkan daya jangkau iklan.

  • Membuat iklan lebih kredibel.

  • Membantu mengefisiensikan keuangan

1.4 Peranan Marketing Public Relation

Peranan Marketing Public Relations dalam upaya mencapai tujuan utama organisasi menurut Rosady Ruslan :

  • Menumbuh kembangkan kesadaran konsumennya terhadap produk yang tengah diluncurkan itu.

  • Membangun kepercayaan konsumen terhadap citra perusahaan atau manfaat (benefit) atas produk yang ditawarkan / digunakan.

  • Mendorong antusiasme (sales force) melalui suatu artikel sponsor (advertorial) tentang kegunaan dan manfaat suatu produk.

  • Menekan biaya promosi iklan komersial, baik di media elektronik maupun media cetak dan sebagainya demi tercapainya efisiensi biaya.

  • Komitmen untuk meningkatkan pelayanan kepada konsumen, termasuk upaya mengatasi keluhan-keluhan (complaint handling) dan lain sebagainya demi tercapainya kepuasan pihak pelanggan.

  • Membantu mengkampanyekan peluncuran produk-produk baru dan sekaligus merencanakan perubahan posisi produk yang lama.

  • Mengkomunikasikan terus-menerus melalui media PR (House PR Journal) tentang aktivitas dan program kerja yang berkaitan dengan kepedulian sosial dan lingkungan hidup, agar tercapai publikasi yang positif di mata masyarakat / publik.

  • Membina dan mempertahankan citra perusahaan atau produk barang dan jasa, baik segi kuantitas maupun kualitas pelayanan yang diberikan kepada konsumennya.

  • Berupaya secara proaktif dalam menghadapi suatu kejadian negatif yang mungkin akan muncul di masa mendatang, misalnya terjadinya krisis kepercayaan, menurunnya citra perusahaan hingga risiko terjadinya krisis manajemen, krisis moneter, krisis multi dimensional dan lain sebagainya

Marketing Public Relations (MPR) sebagai suatu proses perencanaan, pelaksanaan dan pengevaluasian program-program yang memungkinkan terjadinya pembelian dan pemuasan melalui komunikasi yang baik mengenai impresi dari perusahaan dan produk-produknya sesuai dengan kebutuhan, keinginan, perhatian dan kesan dari konsumen. Keberadaan MPR di perusahaan dianggap efektif, halini dikarenakan :

  1. MPR dianggap mampu dalam membangun brand awareness ( kesadaran akan merek) dan brand knowledge (pengetahuan akan merek).

  2. MPR dianggap potensial untuk membangun efektivitas pada area ”increasing category usage” dan “icreasing brand sales”.

  3. Dengan adanya MPR dalam beberapa hal dianggap lebih hemat biaya bila dibandingkan dengan perusahaan memasukkan produknya melalui iklan. Lebih cost-effective dari biaya media yang semakin meningkat.

1.5 Hubungan Perilaku Konsumen dan Konsep Pemasaran

Konsep atau strategi pemasaran adalah suatu rencana yang didesain untuk mempengaruhi pertukaran dalam mencapai tujuan organisasi. Strategi pemasaran diarahkan untuk meinngkatkan frekuensi perilaku konsumen, seperti peningkatan kunjungan atau pembelian. Peningkatan ini dapat dicapai dengan mengembangkan dan menyajikan bauran pemasaran yang diarahkan pada target pasar yang dipilih.

Untuk memahami konsumen dan mengembangkan strategi pemasaran yang tepat, kita harus memahami apa yang konsumen pikirkan, apa yang mereka rasakan, apa yang mereka lakukan, serta kejadian apa yang mempengaruhi pemikiran konsumen. Strategi pemasaran bukan hanya disesuaikan dengan konsumen , tetapi mengubah apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh konsumen tentang diri mereka sendiri, tentang berbagai macam tawaran pasar, serta situasi yang tepat untuk pembelian dan penggunaan produk.

Daftar Pustaka

  1. Ruslan, Rosady. 2008. Kiat Dan Strategi Kampanye Public Relation, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada
1 Like

saya kurang paham kenapa ini dijadikan poin bukan paragraf kak?

Yang ditulis refernsi sumber asli materi ini ya kak. Atau disesuaikan lagi kutipannya.

Ini mata kuliah apa ya ? Kok kategorinya masih di e-learning, bukan di mata kuliahnya. Apa belum dibikinkan kategorinya ya hehe…

kalau belum nanti saya bikinkan kategorinya