Manusia di Penghujung Sangkakala

Sumber : Galeri Penulis

Tapak senja dikau menutup telinga.
Kala fajar dikau menutup mata.
Katanya, dikau manusia sempurna.
Nyatanya, dikau tak luput dari lantunan dosa.

Di pelupuk sang surya dikau peras darah dan air mata.
Membuat orang menoleh terkesima.
Tetapi melupa adanya Sang Pencipta.

Dikau ini hamba atau apa?
Status hamba tetapi tak mau menghadap pada-Nya.
Status manusia tetapi merasa paling sempurna.

Jika dikau ini lupa,
Aku mengingatkan sahaja.
Jikalau dikau hanya manusia biasa.

Dikau dan yang lainnya memang sebatas hamba.
Bukan berarti dikau tak memiliki guna.
Dikau ini, bisa menjadi manusia seutuhnya.
Menghamba pada Yang Maha Kuasa,
pun saling mengasihi antar sesama.

Dikau ini tidak buruk hati.
Dikau hanya perlu mereparasi diri.

3 Likes