Manfaat mengkonsumsi kedelai?

Saya sering mendengar bahwa kedelai memiliki berbagai macam manfaat, kira-kira manfaat apa saja yang akan didapat oleh konsumen jika mengkonsumsi kedelai?

Halo kak. Kandungan utama tanaman kedelai berupa isoflavon yang dikenal sebagai senyawa fitoestrogen atau estrogen dari tanaman. Menurut Adisarwanto (2008), kandungan isoflavon dari kedelai sering dimanfaatkan untuk penanganan gejala menopouse dan kanker payudara, mencegah terjadinya osteoporosis, dan menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. Studi epidemologi juga telah membuktikan bahwa masyarakat yang secara teratur mengkonsumsi makanan dari kedelai, memiliki kasus kanker payudara, kolon dan prostat yang lebih rendah.

1 Like

Kedelai dapat dijadikan sebagai bahan pangan karena memiliki kandungan protein berkualitas tinggi dengan kandungan lemak jenuh yang rendah dan sumber pangan serat. Kedelai biasa digunakan sebagai bahan baku produk olahan seperti susu kedelai, tahu, tempe dan lain lain. Kacang kedelai mengandung nutrisi dan kandungan bioaktif yang sangat
bermanfaat untuk kesehatan antara lain seperti protein, lemak, mineral, isoflavon
dan saponin.

Manfaat kacang kedelai salah satunya dapat menghambat kerapuhan tulang atau mencegah osteoporosis, karena kedelai mengandung isoflavon yang dapat mencegah tubuh kekurangan kalsium melalui urin . Selain itu makanan berbasis kacang
kedelai mengandung hipolipidemik,antikolesterolemik, dan antiaterogenik yang dapat mengurangi alergenisitas (Vissers,2011)

Referensi

Vissers YM, Blanc F, Skov PS, Johnson PE, RigbyNM, Przybylski-Nicaise L, Bernard H, Wal JM,Ballmer-Weber B, Zuidmeer-Jongejan L,Szepfalusi Z, Ruinemans-Koerts Janneke,Jansen APH, Savelkoul HFJ, Wichers HJ,Mackie AR, Mills CEN, Adel-Patient K. 2011.Effect of heating and glycation on theallergenicity of 2S albumins (Ara h 2/6) frompeanut. PLoS One 6: e23998. DOI: 10.1371/ journal.pone.0023998

Kedelai sebagai sumber pangan fungsional mengandung komponen penting yang berguna untuk kesehatan, termasuk vitamin (vitamin A, E, K dan beberapa jenis vitamin B) dan mineral (K, Fe, Zn dan P). Lemak kedelai mengandung 15% asam lemak jenuh dan sekitar 60% lemak tidak jenuh yang berisi asam linolenat dan linoleat, keduanya diketahui membantu menyehatkan jantung dan mengurangi risiko terkena kanker (Anonim, 2006 dalam Krisnawati, A., 2017).
Kedelai mengandung protein 35-40% basis bobot kering, 90% di antaranya merupakan protein tersimpan yang penyusun utamanya adalah 11S glycinin dan 7S βconglycinin (Liu 1997). Minyak kedelai merupakan sumber asam linolenat, yang merupakan asam lemak esensial tergolong asam lemak omega-3. Asam lemak omega-3, terutama asam lemak omega-3 rantai panjang, adalah asam eikosapentaenoat (EPA) dan dokosaheksaenoat
(DHA) yang dapat berfungsi menurunkan panyakit jantung dan kanker. Kandungan DHA penting bagi pertumbuhan janin dan bayi (Gelfer 2009, Jordan 2010).
Protein kedelai mengandung konsentrasi isoflavon yang tinggi, hingga 1 g/kg (Setchell et al. 1990). Isoflavon memiliki banyak manfaat kesehatan, antara lain antiinflamasi (Kole 2011), berhubungan dengan pengurangan kadar kolesterol dan gejala menopause, serta pengurangan risiko untuk beberapa penyakit kronis, antara lain kanker, penyakit jantung, dan osteoporosis (Han et al. 2002, Taku et al. 2007, Zaheer and Akhtar 2015).

  • Lemak tak jenuh ( asam linolenat dan omega 3, untuk mengurangi penyakit jantung dan resiko kanker)
  • protein (untuk membantu pertumbuhan sel-sel tubuh)
  • lechitin (untuk menghilangkan lemak dalam hati

Kedelai merupakan salah satu makanan tergolong pangan fungsional yang memiliki kandungan gizi yang baik. Didalamnya terdapat vitamin A, K, B, dan E serta mineral K, Fe, Zn, dan P. Kandungan isoflavon, kadar asam lemak jenuh yang rendah serta tidak memiliki kandungan kolesterol pada kedelai dimanfaatkan di negara maju untuk kesehatan, seperti penurunan kadar kolesterol. Hal ini didukung oleh (Krisnawati, 2017). yang menyatakan bahwa konsumsi kedelai 25gr perhari dapat membantu menurunkan kadar kolesterol tinggi (hiperkolesterolemik) dan dapat mengobati osteoporosis, menyehatkan jantung serta dapat mengurangi resiko kanker.

Referensi: Krisnawati, A. 2017. Kedelai sebagai Sumber Pangan Nasional. 12(1). Malang.

Manfaat Kacang Kedelai

Mendengar kata kedelai tentunya tak asing bagi kita, khususnya warga Indonesia.Kedelai merupakan salah satu jenis kacang-kacangan. Kacang yang satu ini biasa diolah menjadi susu atau bahan makanan ringan. Kedelai yang tinggi protein ternyata memiliki kandungan gizi yang tinggi dan sangat baik untuk kesehatan. Kedelai merupakan salah satu jenis kacang-kacangan yang dipercaya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Kedelai memiliki kandungan nutrisi yang cukup lengkap dengan kandungan protein yang tinggi dan diseimbangi dengan karbohidrat dan lemak yang lebih rendah. Kandungan lemak yang ada dalam kedelai adalah asam lemak tak jenuh tunggal dan asam lemak tak jenuh ganda seperti omega-3 dan omega-6.

Kedelai memiliki kandungan vitamin meliputi vitamin K, folat, vitamin B2, vitamin B6, vitamin B1, dan sedikit vitamin C, vitamin B3, vitamin E, dan vitamin B5. Sedangkan mineral yang terkandung dalam kedelai antara lain seperti mangan, zat besi, fosfor, magnesium, tembaga, kalium, kalsium, selenium, dan zinc. Kedelai juga memiliki kandungan serat yang tinggi. Kandungan senyawa lainnya yang ada dalam kedelai antara lain adalah asam fitat, saponin, dan tidak lupa juga isoflavon. Senyawa isoflavon merupakan antioksidan golongan polifenol yang paling banyak terkandung dalam kedelai.

Manfaat Kedelai

Melihat dari banyaknya nutrisi yang dimiliki kedelai, tentunya dapat dikatakan bahwa kedelai merupakan salah satu bahan makanan bergizi yang baik untuk tubuh. Kedelai dapat memberikan berbagai manfaat untuk kesehatan. Lebih jelasnya lagi, berikut adalah penjelasan mengenai berbagai manfaat kedelai untuk kesehatan:

1. Pengganti susu sapi

Manfaat kedelai yang pertama adalah sebagai pengganti susu sapi. Salah satu olahan kedelai yang paling populer memang adalah susu kedelai. Kandungan gizi dalam susu sasu kedelai tentunya berbeda, namun karena kandungan nutrisinya yang juga tinggi, sehingga susu kedelai juga tidak kalah manfaatnya dengan susu sapi.

Susu kedelai dapat dikonsumsi oleh para vegetarian atau oleh orang yang memiliki hipersensitivitas terhadap susu sapi. Susu kedelai juga aman untuk dikonsumsi oleh penderita intoleransi laktosa karena susu kedelai tidak mengandung laktosa. Keamanan susu kedelai telah teruji, dibuktikan dengan adanya produk susu formula dari susu kedelai yang dapat digunakan untuk menggantikan susu sapi.

2. Mengontrol kolesterol

Manfaat kedelai yang kedua adalah untuk mengontrol kolesterol dalam darah. Kedelai memiliki kemampuan untuk mengontrol kadar lemak darah darah. Kandungan asam lemak tak jenuh dalam kedelai dapat membantu menurunkan kadar trigliserida dalam darah.

Kandungan protein dan saponin juga dipercaya dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Hal ini masih baru dibuktikan melalui penelitian pada hewan, sehingga masih harus diuji kembali efektivitasnya pada manusia.

3. Menurunkan tekanan darah

Manfaat kedelai lainnya adalah dapat menurunkan tekanan darah. Kandungan asam lemak dalam kedelai dapat membantu melancarkan tekanan darah sehingga tekanan darah lebih terkontrol. Selain itu, kandungan kalium dalam kedelai juga dapat membantu mengatasi kelebihan natrium dalam darah sehingga Anda dapat terhindar dari tekanan darah tinggi.

4. Menjaga kesehatan jantung

Makanan yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dan juga mengontrol tekanan darah adalah makanan yang berpotensi untuk meningkatkan kesehatan jantung. Ketika kada kolesterol dan tekanan darah normal, maka risiko penyakit kardiovaskular juga akan berkutang. Manfaat kedelai untuk melancarkan tekanan darah juga berfungsi untuk menjaga jantung bekerja dengan baik.

5. Menjaga kesehatan tulang dan sendi

Kandungan kalsium dalam susu kedelai memang tidak sebanyak pada susu sapi, tapi bukan berarti kedelai tidak dapat memelihara kesehatan tulang. Kedelai juga memiliki kandungan kalsium, magnesium, kalium, dan fosfor yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang.

Konsumsi kedelai secara rutin dapat menjaga kesehatan tulang dan menurunkan risiko pengeroposan tulang. Kedelai yang mengandung isoflavon ini juga dipercaya dapat memelihara sendiri dan mengatasi gejala radang sendi.

6. Mengatasi gejala menopause

Menopause merupakan menurunnya hormon reproduksi wanita ketika memasuki usia 40 tahun ke atas. Kondisi ini bisa ditandai dengan berbagai gejala yang membuat tidak nyaman seperti menurunnya gairah seksual, gangguan tidur, depresi, hot flashes, dan masih banyak lagi gejala lainnya. Wanita yang mengalami menopause juga membuat seorang wanita lebih rentan terhadap berbagai penyakit.

Kedelai memiliki kandungan phytoestrogen yang dengan efektif menggantikan kekurangan hormon estrogen pada tubuh. Konsumsi kedelai secara rutin ketika memasuki masa menopause akan dapat mencegah dan mengatasi sindrom pascamenopause.

7. Mengontrol berat badan

Manfaat kedelai selanjutnya adalah untuk mengontrol berat badan. Kedelai adalah makanan dengan kadar glikemik indeks rendah dan sangat baik untuk dikonsumsi oleh Anda yang ingin menurunkan berat badan. Tidak heran jika kedelai sering dijadikan sebagai camilan sehat untuk menurunkan berat badan.

Di sisi lain, kedelai juga dipercaya dapat membantu meningkatkan berat badan jika dikonsumsi dalam kadar tertentu. Hal ini karena adanya kandungan pretein dan serat yang tinggi dalam kedelai. Jadi apapun yang Anda ingin lakukan dengan berat badan, kedelai bisa menjadi solusi yang tepat.

8. Melawan kanker

Manfaat kacang kedelai untuk kesehatan lainnya adalah dapat melawan kanker. Kandungan antioksidan yang tinggi dalam kedelai membuat kedelai mampu untuk melawan radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan sel. Konsumsi kedelai secara rutin juga diketahui dapat menurunkan risiko kanker prostat pada pria dan kanker payudara pada wanita.

9. Mengatasi insomnia

Kedelai juga bisa menjadi salah satu solusi untuk gangguan tidur. Masalah insomnia dapat disebabkan oleh berbagai sebab. Jika dibiarkan, maka insomnia dapat memicu gangguan kesehatan lainnya. Kandungan magnesium dalam kedelai dapat membantu untuk memperbaiki kualitas tidur seseorang.

10. Meningkatkan sistem imun

Manfaat kedelai selanjutnya tentu saja adalah untuk meningkatkan sistem imun tubuh. Konsumsi makanan bergizi dan kaya akan antioksidan adalah salah satu kunci untuk meningkatkan imunitas tubuh. Jika imunitas terjaga, maka tubuh akan dapat terlindungi dari berbagai macam patogen yang dapat menginfeksi tubuh.

Cara Mengonsumsi Kedelai

Kedelai dapat diolah menjadi berbagai macam makanan atau minuman. Susu kedelai merupakan salah satu olahan yang paling umum. Olahan lain yang lebih populer lagi adalah tempa dan tahu. Selain itu, kedelai juga bisa dijadikan berbagai macam bahan camilan seperti pudding atau kue. Jika ingin mendapatkan manfaat kacang kedelai, konsumsilah kedelai dengan tidak berlebihan dan memerhatikan asupan makanan lainnya.

Efek Samping Konsumsi Kedelai

Manfaat kedelai untuk kesehatan memang sangat banyak, namun ternyata terdapat beberapa kondisi yang membuat seseorang tidak disarankan untuk mengonsumsi kedelai. Kondisi seperti kekurangan hormon tiroid, perut kembung dan diare, serta alergi kedelai adalah beberapa kondisi di mana seseorang tidak diperbolehkan mengonsumsi kedelai.

Konsumsi kedelai dalam jumlah banyak diduga dapat menekan fungsi tiroid sehingga potensi hipotiroidisme pun meningkat. Kandungan beberapa serat dalam kedelai juga diduga tidak baik dikonsumsi seseorang yang sedang mengalami gejala diare dan perut kembung, karena dapat memperburuk keadaan.

Sedangkan bagi seseorang yang alergi dengan kedelai, umumnya akan ditandai dengan gejala seperti bersin-bersin, muncul ruam merah, gatal, pembengkakan, hingga kesulitan bernapas. Segera hentikan konsumsi jika Anda mengalami salah satu gejala yang disebutkan di atas.

Selalu ingat bahwa setiap yang memiliki manfaat untuk kesehatan, tentunya juga dapat memberikan bahaya jika tidak dikonsumsi secara bijak. Maka dari itu, tetap konsumsi makanan dengan gizi yang cukup dan seimbang. Jangan lupa juga untuk berolahraga secara rutin dan mengatur pola tidur untuk menyempurnakan pola hidup sehat.

Sumber: