Manakah yang lebih diutamakan didalam membuat produk, kualitas atau kuantitas?


(Putera Maranatha sitorus) #1

berikan penjelasan tentang pilihan anda tentang kualitas atau kuantitas ?
(dont choose both of them)


(Mei Rinda Septi Hapsari) #2

I prefer quality.
Menurut saya, kualitas suatu produk sangat penting untuk menaikkan nilai jual produk tersebut. Hal pertama yang diliat konsumen selain harga dari sebuah produk adalah kualitasnya. Jika harga barang murah, kuantitas yang diproduksi banyak namun kualitas buruk, konsumen tidak akan mau membeli barang atau produk tersebut. Kualitas yang bagus meski kuantitas yang di produksi cenderung sedikit dan tidak terlau banyak di produksi tetap memiliki pangsa pasar sendiri dan dianggap ekslusif.


(Himawat Aryadita) #3

Sumber gambar : datafloq.com

Diskusi yang sangat menarik dalam membahas apakah lebih baik kuantitas atau kualitas.
Mengapa diskusi tersebut menjadi menarik, karena tidak ada jawaban yang pasti terkait dengan kondisi tersebut. Semua bergantung dengan kondisi dan target.

Produk yang berkualitas membutuhkan waktu yang lebih banyak dan biaya yang lebih besar, sehingga produk tersebut harus dijual dengan harga yang mahal.
Produk yang kurang berkualitas membutuhkan waktu yang lebih sedikit dan biaya yang lebih kecil, sehingga produk tersebut dapat dijual dengan harga yang lebih murah

Semua produk pasti mempunyai pangsa pasar sendiri. Banyak orang yang lebih memilih makanan yang tidak menggunakan bahan makanan terbaik, asalkan porsinya banyak dan harganya murah. Tetapi tidak sedikit yang membeli makanan dengan harga yang mahal, dengan kualitas bahan yang terbaik.

Salah satu contoh yang menarik adalah perusahaan toyota, mereka membuat produk dengan berbagai macam kualitas, mulai dari yang low hingga yang high.
Tetapi beda dengan BMW, dimana produk yang mereka buat selalu dalam tataran high, walaupun BMW sendiri membagi-bagi produknya menjadi beberapa kelas.

Sumber gambar : www.azquotes.com

Pendapat menarik disampaikan oleh Johnathan Ive [1], the head designer at Apple, bahwa mengurangi harga tidak harus menurunkan kualitas produk secara drastis. Yang anda laukakn adalah dengan mengurangi komponen-komponen yang tidak penting, memperbaiki desain produk dan menghilangkan redundancies.

Hanya dengan mengganti plastik pada chasing komputer dengan bahan aluminium yang dicat dengan baik dan meminimalkan penggunaan sekrup, membuat produk Apple terlihat lebih mewah dibandingkan kompetitornya.

Terdapat percobaan menarik yang dilakukan oleh seorang guru terkait dengan produk yang berkualitas [2] :

Seorang guru membagi kelasnya menjadi 2 grup. Satu grup diminta untuk membuat sebuah vas bunga hanya dengan mempertimbangkan kuantitas, group lainnya diminta untuk membuat vas bunga hanya dengan mempertimbangkan kualitas.

Penilainnya sederhana, diakhir jam kelas, bagi grup yang fokus pada kuantitas, akan mendapatkan nilai A apabila membuat 8 vas, nilai B apabila membuat 6 vas dan seterusnya.Sedangkan bagi grup yang fokus pada kualitas, cukup hanya membuat 1 vas, tetapi nilai A didapat apabila grup tersebut dapat membuat vas yang sempurna.

Hasilnya, sangat mengejutkan, Vas bunga terbaik dibuat oleh grup yang fokus pada kuantitas.

Hal tersebut terjadi karena, grup yang fokus pada kuantitas, sibuk bekerja membuat vas, dan belajar dari kesalahan yang mereka buat. Sedangkan group yang fokus pada kualitas, sibuk hanya mendiskusikan bagaimana membuat vas bunga yang terbaik. Mereka terlalu sibuk untuk berteori.

Dari contoh kasus tersebut, dalam membuat produk, terutama produk perngkat lunak, hal yang paling penting adalah lakukanlah dengan segera. Buat produkmu secepat mungkin. Dengan membuat produk, maka kita dituntut untuk belajar teori dari kesalahan-kesalahan yang kita buat. Membuat dan belajar harus berjalan beriringan.

Kesimpulannya, kuantitas dan kualitas sangan bergantung dengan kondisi dan target. Yang harus digarisbawahi adalah bagaimana kita bisa menyeimbangkan antara kualitas dengan kuantitas itu sendiri. Kualitas tetap akan menjadi tujuan utama, tetapi kalau kita terlalu fokus terhadap kualitas, maka kemungkinan produk kita akan sangat terlambat untuk diluncurkan.

Tetapi ketika produk kita selalu dalam kondisi tidak berkualitas tanpa adanya perbaikan secara terus menerus, maka kemungkinan besar pengguna akan meninggalkan produk anda.

Referensi :

[1] http://www.businessdictionary.com/article/581/the-importance-of-quality-over-quantity/

[2] Art & Fear: Observations On the Perils (and Rewards) of Artmaking, by David Bayles dan Ted Orland