Manakah yang Anda Pilih Beauty Treatment atau Beauty Product? Lantas apakah alasannya?

iconic-smokey-eyes-sebastian-gunawan-couture-ss17

Membahas tentang standar kecantikan perempuan, kami yakin tiap perempuan memiliki keinginan yang berbeda. Tapi beberapa tren kecantikan seperti pipi tirus (v-shape), wajah flawless, dewy, dan glowing, hampir semua perempuan menginginkannya. Karena cantik itu mahal, jadi wajar saja jika perempuan begitu teliti melakukan perawatan wajahnya.

1 Like

Menurut saya, untuk perempuan yang ingin mendapatkan hasil maksimal, sesuai apa yang diinginkan, berkunjung ke klinik kecantikan mungkin akan dilakukan. Ya, biaya yang diperlukan pun tentu tak sedikit. Perawatan wajah seperti botox, filler dan v-shape treatment, menjadi pilihan favorit perempuan modern jika berkunjung ke klinik perawatan wajah.

Tapi banyak juga perempuan yang hanya mengandalkan produk skincare pilihan. Teknologi yang semakin berkembang, turut mempengaruhi inovasi lini kecantikan untuk memuaskan keinginan perempuan yang ingin tampil cantik. Pilihan produk yang ditawarkan pun bervariasi. Tak hanya untuk mengatasi masalah kulit seperti jerawat atau tanda-tanda penuaan saja. Tapi juga menawarkan solusi untuk mendaptkan kulit flawless, glowing, dan bebas dari dehidrasi.

Metode perawatan pada kulit wajah berbeda dengan kulit pada bagian tubuh lainnya, hal ini dikarenakan kulit wajah menjadi fokus utama bagaimana orang lain dapat mengenali seseorang. Oleh karena itu perawatan untuk kulit wajah dilakukan lebih intensif daripada kulit pada bagian tubuh lainnya. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh klinik kecantikan Zap Beauty pada laman zapclinic.com diketahui bahwa pelanggan klinik kecantikan tersebut rela mengeluarkan biaya rata-rata Rp. 700.000 sampai Rp. 1.500.000 per bulan untuk perawatan kulit wajah mereka. Apalagi bagi seseorang yang memiliki jenis kulit sensitif yang notabene mudah mengalami perubahan kondisi kulit ketika mendapat suatu perlakukan.

Motivasi untuk menampilkan kulit wajah yang sehat seringkali meningkatkan kesadaran seseorang dalam merawat kulit wajah. (Farage, 2019)

Perawatan kulit wajah pada intinya adalah rangkaian 3 kegiatan yaitu; 1. cleansing atau pembersihan 2. hydrating atau penggunaan pelembab dan 3. protecting atau penjagaan. Setiap orang memiliki gaya tersendiri untuk merawat wajah mereka, untuk menjelaskan bagaimana tahapan terbaik untuk merawat kulit wajah maka terdapat beberapa pilihan berdasarkan kriteria kepribadian yang dimiliki:

1. Telaten dan sabar


Sumber: republika.co.id

Apabila anda merupakan tipe telaten maka perwatan kulit wajah yang cocok adalah dengan metode urutan perawatan kulit lengkap standar yaitu; sabun pencuci wajah -> toner -> essence -> serum -> pelembab -> tabir surya (siang) atau masker tidur (malam). Produk yang digunakan biasanya dijual dengan bebas dan memiliki formulasi yang berbeda sehingga harus ada proses trial and error. Hasil yag didapat melalui metode ini biasanya tidak cepat namun keberhasilan akan bertahan lebih lama dan bahan yang digunakan alami.

2. Aktif dan memiliki banyak kegiatan


Sumber: alodokter.com

Metode perawatan wajah standar dirasa membutuhkan waktu dan kesempatan yang banyak sehingga kurang cocok bagi anda dengan kegiatan atau aktivitas menumpuk. Solusi untuk tetap melakukan perawatan wajah dengan waktu singkat adalah penggunaan klinik kecantikan rutin. Biaya yang dikeluarkan akan lebih banyak daripada penggunaan metode perawatan kulit standar akan tetapi kulit wajah bisa terjamin terawat karena terdapat dokter ahli. Catatan ketika mempercayakan perawatan kulit wajah pada klinik kecantikan adalah adanya efek samping seperti ketergantungan sehingga tidak bisa berhenti dari rangkaian perawatan dalam klinik kecantikan.

3. Kurang Telaten
alodokter
Sumber: bukalapak.com

Menjaga kulit wajah artinya memiliki komitmen untuk memperhatikan kesehatannya. Akan tetapi rangkaian perawatan kulit yang panjang atau biaya perawatan kulit wajah di klinik kesehatan menjadi masalah seseorang dalam merawat kulit wajah miliknya. Kulit sejatinya dapat memiliki masalah apabila terdapat kekurangan pada salah satu nutrisi di dalamnya. Apabila anda tipe kurang telaten maka lebih baik memiliki kebiasaan hidup sehat dan nutrisi cukup sehingga mengurangi adanya masalah kulit wajah yang timbul.

Referensi
  1. Farage, M.A. (2019). The Prevalence of Sensitive Skin. Frontiers in Medicine, 6, pp. 98.
  2. Duarte, et al. (2017). Sensitive Skin: Review of an Ascending Concept. Anais Brasileiros de Dermatologia, 92(4), pp. 521–525.
  3. Rodan, et al. (2016). Skincare Bootcamp: The Evolving Role of Skincare: Plastic and Reconstructive Surgery. Global Open, 4(12 Suppl Anatomy and Safety in Cosmetic Medicine: Cosmetic Bootcamp), e1152.