Manakah Lukisan pemandangan alam yang terbaik menurut anda?

Lukisan pemandangan alam adalah lukisan yang menggambarkan pemandangan alam (landscape painting).

Manakah Lukisan pemandangan alam yang terbaik menurut anda ?

Wajib untuk menyebutkan nama pelukisnya.

Frederic Edwin Church (1826 - 1900)

Lahir : 04 May 1826; Hartford, Connecticut, United States
Meninggal : 07 April 1900; olana, greenport, new york, United States
Kebangsaan : American
Art Movement : Romanticism
Almamater : Hudson River School
Genre : landscape
Field : painting
Art institution : National Academy Museum and School (National Academy of Design), New York City, NY, US


John Constable atau Yohanes Constable adalah seorang pelukis pemandangan asal Inggris. Ia lahir di Suffolk pada 11 Juni 1776, dan meninggal di London pada 31 Maret 1837.

Ia belajar di Akademi Royal London, namun ia lebih banyak belajar secara otodidak dengan mengamati pemandangan secara langsung daripada belajar secara akademis. Walaupun ia tidak beraliran naturalis, ia menjadi pelukis yang pertama kali melukis warna-warna dalam alam dan kegemerlapan sinar cahaya seperti yang dilihatnya.

Ia mengembangkan cara-cara melukisnya dengan mengamati lukisan tokoh Belanda abad 17, misalnya pada Hobbema, ia juga mengamati lukisan bergaya akuarel seperti pada pelukis bernama Inggeris Bainsborough. John Constable melukis dengan menekankan intensitas dari citarasanya tentang alam.

Ia juga memengaruhi gaya pelukis setelahnya, misalnya Delacroix, terutama dalam pewarnaan, kemudian Corot dan mazhab Barbizon. Para pelukis impresionis juga berkembang dalam pengaruh John Constable. John Constable dikenal sebagai sosok perenung pemandangan dan melukiskannya dengan penuh emosi.

Karya John Constable :


Wivenhoe Park, Essex, 1816

"Il cavallo bianco", 1819

Branch Hill Pond, Hampstead, 1819

Stratford Mill, 1820

Weymouth Bay: Bowleaze Cove and Jordon Hill, 1816-17

The Hay Wain, 1821

Salisbury Cathedral and Leadenhall from the River Avon, 1820

The Cornfield, 1826

Referensi :

Hassan Shadily & Redaksi Ensiklopedi Indonesia (Red & Peny)., Ensiklopedi Indonesia Jilid 2 (CES-HAM). Jakarta: Ichtiar Baru-van Hoeve

Kalau saya tertarik dengan karya-karya pelukis Jepang yang menggunakan biasanya menggunakan washi (kertas jepang) atau eginu (sutra) menggunakan kuas.

Lukisan-lukisan ini dalam beberapa hal terinspirasi dari seni dari Cina, impressionisme dan romantisisme Eropa.

Umumnya lukisan Jepang terbagi menjadi 3 jenis. Wabi yang berarti keindahan mencolok, Sabi yang berarti keindahan dari patina alami dan penuaan, dan yugen yang berarti keanggunan dan kehalusan adalah tiga aspek yang berpengaruh dalam lukisan Jepang.


Tamioka Tesai - Abe-no-Nakamoro Menulis Puisi Nostalgia Seraya Melihat Rembulan

Tamioka Tessai adalah nama samaran dari artis dan kaligrafer Jepang yang terkenal. Ia dianggap sebagai seniman terakhir dari tradisi Bunjinga dan salah satu dari seniman besar pada gaya Nihonga. Tradisi Bunjinga adalah sebuah sekolah lukis Jepang yang berkembang diantara seniman periode akhir zaman Edo yang dianggap sebagai ahli literatur. Beberapa seniman tersebut termasuk Tessai mengembangkan gaya dan teknik masing-masing, namun mereka semua adalah pengagum dari seni dan budaya Cina.


Fujishima Takeji - Matahari Terbit di Lautan Timur

Fujishima Takeji adalah seorang pelukis Jepang, dikenal karena mengembangkan seni Romantisisme dan Impresionisme didalam pergerakan seni yōga (gaya barat) pada lukisan Jepang akhir abad 19 dan awal 20 Pada tahun 1905, Ia mengunjungi Prancis, dimana ia mengikuti pergerakan seni Prancis pada zaman itu yang berfokus pada Impresionis. Hal ini dapat dilihat pada lukisannya diatas yang dibuat pada tahun 1932.


Hiroshi Yoshida - Gunung Fuji dari Danau Kawaguchi

Hiroshi Yoshida dikenal sebagai figur penting dari gaya shin-hanga (shin-hanga adalah sebuah pergerakan seni di awal abad 20 di Jepang, pada periode Taishō and Shōwa, dimana periode tersebut menghidupkan kembali seni tradisional ukiyo-e yang berakar dari periode Edo dan Meiji (abad ke-17 hingga ke-19). Ia dilatih menggunakan tradisi lukisan minyak ala Barat yang diadopsi di Jepang pada periode Meiji.


Katsushika Hokusai - Ombak Besar di Kanagawa

Lukisan ini merupakan lukisan yang paling dikenal di Jepang. Lukisan ini merupakan seni lukisan yang paling menonjol asal Jepang. Lukisan ini menggambarkan gelombang ombak yang sangat besar yang mengancam kapal-kapal lepas pantai di prefektur Kanagawa. Terkadang diasumsikan sebagai Tsunami, seperti yang dijelaskan judul lukisan ini, ombak tersebut lebih dianggap sebagai ombak yang curam. Lukisan ini menggunakan tradisi ukiyo-e.


Tohaku Hasegawa - Pohon Pinus

Layar Kiri

Layar Kanan

Layar “Pohon Pinus” (Shorin-zu-byobu) adalah salah satu mahakarya Tohaku dan salah satu dari lukisan luar dalam yang paling terkenal di Jepang yang dianggap sebagai harta negara. Pengaruh dari Sesshu Toyo dan teknik “memercik tinta” sangat jelas di layar ini dan dianggap sebagai lukisan pertama dalam sejarah yang hanya menggambarkan pohon, hanya sebagaian kecil dari puncak gunung yang sedikit terlihat di ujung kanan dari layar kiri

Meskipun sudah terlihat indah dari pandangan sesaat, untuk betul-betul mengapresiasi lukisan ini kita harus memahami konsep Ma di Jepang, sebuah kata yang tidak ada pantarannya dalam bahasa lain. Ini mengacu pada ruang negatif, sebuah ruang substansi. Menurut filsuf Taosime Lao Tzu, “Bentuk dinding dan pintu dari rumah, namun ruang kosong diantaranya adalah esensi dari rumah itu sendiri”. Pada Shorin-zu-byobu, pinus tersebut menggambarkan pemandangan. Ruang kosong tersebut yang disebut sebagai pemandangan itu.

Sumber:
http://www.widewalls.ch/japanese-painting/727-2.htm
http://www.theartwolf.com/landscapes/hasegawa-tohaku-pine-trees

1 Like

Indonesia punya maestro besar di bidang seni lukis, yaitu Basuki Abdullah

Lahir : Surakarta, Jawa Tengah, 27 Januari 1915
Meninggal : Jakarta, 5 November 1993 (umur 78)

Pendidikan

  • Hollandsch-Inlandsche School (HIS) Katolik
  • Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) Katolik, Solo.
  • Academie Voor Beeldende Kunsten, Sertifikat Royal International of Art (RIA), di Den Haag, Belanda, 1933.

Organisasi

  • Gerakan Poetra.
  • Pusat Tenaga Rakyat.
  • Keimin Bunka Sidhosjo (Pusat Kebudayaan rezim Jepang).

Karya-karya beliau terkait lukisan landscape,

Jean Désiré Gustave Courbet

Lahir : 10 June 1819, Ornans, Doubs, Kingdom of France
Meninggal : 31 December 1877 (aged 58), La Tour-de-Peilz, Switzerland
Warganegara : Perancis
Known for Painting, Sculpting
Karya terkenal : A Burial At Ornans (1849–50), The Painter’s Studio (1855), L’Origine du monde (1866)
Aliran : Realism
Penghargaan : Gold-Medal winner - 1848 Salon; Nominated to receive the French Legion of Honor in 1870, - Refused.


La falaise d’Étretat

The Wave

The Sea

Pont Ambroix on the Vidourle in Herault

Stream in the Jura Mountains (The Torrent)

Effet de neige

Grotto of Sarrazine near Nans-sous-Sainte-Anne

Chillon Castle

Vincent van Gogh

Saint-Rémy - Road with Cypress and Star

Starry Night

Cypresses with two female figures

Wheat Field with Cypresses

Cypresses

View of Arles, flowering orchards

Flowering orchard, surrounded by cypress

The Pink Orchard also Orchard with Blooming Apricot Trees

Wheatfield under thunderclouds

House at Auvers

Landscape with wheat sheaves and rising moon

Wheat Field in Rain

Berglandschaft bei Sonnenaufgang mit eingezäunter Wiese

Peach Tree in Blossom / Flowering Peach Tree