Mama Bergelar PhD: Perempuan Double Agent

Kartini abad 21 terus berkarya memberikan kebaikan untuk bangsa. Para wonderwomen ini bukan mereka yang tidak tembus kena peluru atau mengalahkan preman dengan tendangan mematikan. Para wonderwomen ini adalah para wanita yang multitalenta penuh karya. Salah satunya adalah meneliti. Menjadi ibu, istri dan juga peneliti bukan perkara gampang. Bagaimana para PhD mama ini mengatasinya?

Tak lupa akan tanggung jawab sebagai seorang istri dan ibu
Menjadi seorang Istri, dan ibu adalah hal yang menyenangkan, terlebih lagi dapat membagi waktu untuk perempuan yang sudah menikah, bekerja dan kuliah lagi. memang keadaannya akan sangat berbeda dengan saat menjadi mahasiswi belum bekerja bahkan belum menikah. Kuliah itu memang penting, bekerja juga merupakan amanah yang diberikan kepada kita, namun keluarga dan tanggungjawab sebagai seorang istri dan ibu merupakan tanggungjawab yang tidak kalah pentingnya.

Untuk dapat menjalani semuanya dengan beriringan, tidak lah lupa akan tanggung jawab, misalnya, meski dimalam hari harus kuliah sepulang bekerja, tentunya suami harus makan malam, maka tanggung jawab sebagai istri tetap bisa menyajikan masakan untuk makan malam suami. Artinya, harus ada waktu untuk memasak, maka untuk dapat mensiasatinya, bangun lebih awal dengan melakukan aktifitas ibu rumah tangga, dari mulai masak, bersih-bersih rumah, harus memandikan dan memberi makan anak dan tentunya mempersiapkan keperluan suami. Begitu juga untuk keesokan harinya, walaupun lelah rasanya.

Pantang mundur, jangan banyak mengeluh
Meski tidak mudah sebuah kondisi yang harus berjalan seiringan, bekerja, mengurus rumah tangga dan kuliah, namun semua itu harus dijalani, dilakukan dengan semangat tanpa mengeluh. Karena mengeluh hanya karena mengurangi kepercayaan diri anda untuk terus maju, mengeluh dapat membuat anda lupa bersyukur bahwa anda dapat pada kondisi seperti ini.

Mundur dari kondisi yang sudah dijalani dan diraih jauh-jauh sebelumnya, tidak akan menjadikan anda lebih sukses, malah akan membuat anda terperangkap pada perasaan menyesal di suatu hari nanti.

Jadi, Mundur dan mengeluh harus dihilangkan dari lubuk hati, jika dan fikiran anda. tanamkan di hati dan fikiran kalau dalam hidup harus terus maju, tidak mengeluh, selalu bersyukur dengan yang anda miliki, karena tidak semua orang diluar sana bisa mengalami yang saat ini anda alami, maka terus semangat pantang mundur dan mengeluh

Sumber: