Makna Kompetisi Berjuang Meraih Mimpi


Tema : Berjuang Meraih Mimpi

MAKNA KOMPETISI
:fountain_pen:Novita Ayu Lathifah

"Mimpi hanya menjadi suatu ilusi tanpa diiringi dengan sebuah aksi. Teruslah berlari meski kaki tertatih-tatih, sebab dalam kompetisi menjadi juara bukanlah sebuah opsi. Namun, serupa arena berlatih agar mimpi yang indah mampu diraih "

Bandung, 4 Juli 2020

Maksudnya, tanpa sebuah usaha cita-cita hanyalah ilusi atau sebatas mimpi. Karena mimpi harus diperjuangkan bukan sekadar diinginkan. Usahanya yaitu dengan belajar dan berkompetisi untuk mengetahui kemampuan diri, meski harus tertatih-tatih dengan kalah yang berulang kali. Karena dalam kompetisi menjadi juara bukan merupakan keharusan yang dituai. Namun ajang untuk menilai kemampuan diri untuk terus diperbaiki di masa yang akan datang. Serupa arena untuk berlatih bagaimana diri ketika cita-cita telah terangkai rapi di masa depan. Tanpa perjuangan maka mahkota kesombongan akan meraja lela. Maka dari itu setiap kesuksesan butuh perjuangan, tanpa perjuangan kesuksesan akan mudah jungkir balik menjadi kegagalan. Karena kesombongan yang tak mau berupaya memperbaiki diri hanya akan menjadi bumerang yang akan menyerang diri sendiri.

Yuk berlatih, berkompetisi, menuai pelajaran lalu belajar dari kesalahan. Dengarkan saran yang baik, tanpa harus merendah diri. Semoga kita adalah orang-orang yang sukses yang mau merangkai pondasi mimpi dengan perjuangan tanpa menyerah sebelum kalah.!

TIPS MERAIH MIMPI

1. Ingat Tujuan Awal Kenapa Kamu Mempunyai Mimpi Tersebut

Biasanya saat seseorang mempunyai mimpi seseorang tersebut mempunyai tujuan kenapa harus meraih mimpi tersebut. Misalnya saat sahabat ingin menjadi juara kelas biasanya ingin membuat bangga kedua orang tua dengan prestasi yang di raih

2. Harus Punya Pendirian Yang Kuat

Seseorang yang mempunyai mimpi yang besar harus mempunyai pendirian yang kuat, karena dengan mempunyai pendirian yang kuat kita bisa lebih konsisten dalam meraih mimpi kita. Sebagai anak muda memang cenderung labil, namun jadikan itu sebagai tantangan dalam meraih mimpimu itu. elangkah demi selangkah, setapak demi setapak, jalani saja prosesnya dan nikmati suka dukanya mengejar mimpi dan cita-cita. Nanti Insya Allah sahabat akan memetik buah dari usaha dan kerja kerasmu.

3. Jangan Pernah Menyerah

Dalam meraih mimpi, ujian pasti silih berganti. Mulai dari ujian ringan hingga yang berat pasti datang menghampirimu. Ibaratkan sahabat ingin menuju lantai lima, maka sahabat sebelum mencapainya harus melewati lantai tiga dan empat. Sama seperti meraih mimpi, kita harus semangat dan pastinya pantang menyerah.

4. Tetapkan Deadline

Mimpi hanya akan menjadi angan serta khayalan kalau sahabat nggak mau berusaha untuk mewujudkannya. Maka dari itu banyak hal yang mesti kamu lakukan salah satu caranya dengan menetapkan waktu atau deadline. Tujuan dari deadline ini adalah agar fokus serta tujuan sahabat dalam meraih segala cita-cita dan mimpimu jadi lebih terarah. Tentunya ini juga bertujuan agar segala mimpimu terwujud sesuai dengan deadline yang sudah kamu buat sebelumnya.

5. Selalu Berfikir Positif

Yakini mimpi serta proses yang sedang kamu jalani akan mengantarkanmu menuju kesuksesan. Kalau kamu nggak berpikir positif tentunya keberhasilan itu nggak akan bisa kamu raih, kan? Kamu pasti akan stagnan, jalan ditempat karena selalu takut jika semua yang sahabat lakukan akan meraih kegagalan. Oleh karena itu berpikir positif sangatlah perlu.

6. Apabila Kamu Punya Beberapa Mimpi, Maka Harus Ada Yang Dikorbankan

Mempunyai banyak mimpi sebenarnya tidak salah, namun berusaha mewujudkan semua mimpimu tampaknya terlalu sulit karena bisa memecah fokus dan konsentrasi sahabat. Sebaiknya pilihlah mimpi yang menjadi prioritas sahabat, sehingga sahabat bisa dengan sungguh-sungguh meraihnya.

7. Jalin Networking

Setelah semua yang kamu lakukan tercapai, hal lain yang harus kamu lakukan adalah melakukan networking atau jaringan. Sahabat harus terbuka dengan orang-orang baru agar pencapaianmu semakin sempurna. Kamu bisa memulainya dengan membantu kesulitan mereka, sekalipun nantinya kamu tidak mendapatkan timbal baliknya secara langsung. Tapi setidaknya, ada pelajaran yang bisa kamu ambil dari orang-orang baru tersebut.

6 ALASAN MIMPI YANG TERTUNDA HARUS DIPERJUANGKAN

1. Perjalanan mewujudkan mimpi sama persis seperti mendaki.

Jalur yang kamu lalui menanjak dan berkerikil, dengan banyak tempat berhenti.
Rintangan pasti akan kau hadapi sepanjang perjalanan. Jika hidup adalah mendaki gunung, mewujudkan mimpi ibarat mencapai puncaknya. Namun jika hidup memang seperti mendaki gunung, tentu kamu tak bisa mencapai puncaknya dengan sekejap mata. Proses mencapai puncak ini perlu waktu berhari-hari, dengan persiapan berbulan-bulan sebelumnya. Belum lagi kondisi medan yang penuh semak belukar, kerikil, dan jalan tanjakan. Wajar jika gunung yang menjadi lokasi pendakian akan menyediakan beberapa tempat perkemahan dan perhentian. Kamu harus beberapa kali istirahat dan memasak agar bisa lancar sampai puncak. Ini sama saja dengan proses mewujudkan mimpi.

Demi melakukannya, kamu harus dihadapkan pada perjalanan yang berat dan lama. Mungkin kamu merasa kejatuhan musibah saat mimpimu tertunda karena kecelakaan tak tertunda. Kamu pun merasa lebih tak percaya diri saat harus bekerja terlebih dulu dibandingkan meneruskan pendidikan S-1. Tapi hei, apa ini berarti kamu tak boleh lagi bermimpi?

Semakin besar cita-citamu, semakin banyak hambatan yang akan datang. Jadi, bukankah kesulitan justru akan semakin membuktikan kemuliaan mimpimu itu?

Tak perlu merasa sial sendiri saat mimpimu belum terwujud sampai saat ini. Sebagaimana para pendaki yang sedang berkemah di tempat perhentian sementara, kamu hanya perlu waktu untuk mempersiapkan hal-hal yang kamu perlukan untuk ke puncak. Ingatlah bahwa hambatan bukan berarti kamu harus undur diri. Selalu ada opsi untuk sukses jika mau berpikir lebih jeli lagi.

2. Berjalan sendirian mungkin membuatmu lebih cepat sampai tujuan.

Namun adalah hukum alam bahwa manusia tak pernah sendirian dari lahir hingga dikuburkan.

Ada keluarga yang juga harus kamu bahagiakan
Ada keluarga yang juga harus kamu bahagiakan

“Manusia itu dilahirkan sendirian. Meninggal juga nanti sendirian.”
“Ah, masa? Gimana caranya kamu lahir sendiri? Terus ibu kamu sama dokter mau kamu kemanain? Nanti juga yang mau ngubur kamu siapa kalau kamu sendiri?”
Manusia tidak diciptakan untuk hidup sendirian. Kita adalah makhluk sosial, satu dan lainnya saling berkaitan. Maka dari itu, tak jarang kita dituntut untuk mau berkompromi. Termasuk dalam hal mengejar mimpi.

Mungkin sebenarnya kamu ingin meniti karir dengan bekerja di perusahan swasta terkenal, tapi orangtua justru menyarankanmu untuk menikah saja. Mungkin kamu ingin melanjutkan kuliah master, tapi keluarga menyuruhmu untuk bekerja dan membantu keuangan rumah. Dihadapkan pada situasi ini, kamu tahu kamu harus berkompromi dan menunda mimpi.

Tanpa harus marah pada keadaan, gak ada salahnya kamu coba nikmati saja. Karena hidup bukan hanya soal kamu, masih ada orangtua, saudara dan keluarga yang menjadi warna dihidupmu. Sampai puncak dalam waktu singkat akan membuatmu puas, tapi apakah kamu akan merasa bahagia jika harus meninggalkan orang-orang kesayangan di belakang?

Toh, kebahagian tak akan nikmat jika hanya dinikmati sendirian.

3. Kadang mimpimu harus tertunda karena tipisnya uang yang kamu punya.

Tapi mimpi tidak materialistis, tak akan langsung pergi hanya karena dompetmu tipis!

Kamu harus sabar dan berjuang lebih keras
Kamu harus sabar dan berjuang lebih keras

Keterbatasan ekonomi seringkali memaksamu harus menunda dalam mewujudkan mimpi. Mungkin kamu harus bekerja sebagai karyawan dan menunda menjadi wirausaha karena belum ada modal. Atau mungkin, kamu rela menunda masuk kuliah karena keluargamu baru tertimpa musibah.

Karena ini, kamu sempat berpikir bahwa mimpimu itu memang tak pantas kamu dapatkan. Alih-alih berjuang lebih keras lagi, gak kamu ingin menyerah dan mengubur mimpimu dalam-dalam.

Hey, tak perlu khawatir akan masa depan, karena faktanya orang-orang yang sekarang sudah mewujudkan mimpi pun juga pernah mengalami penundaan hal yang sama. Penundaan ini terjadi bukan karena kamu tak pantas mendapatkannya, tapi karena kamu butuh persiapan yang lebih matang dan perjuangan lebih keras. Mimpi tidak materialistis: dia tak akan langsung melayang hanya karena dompetmu tipis!

4. Boleh jadi mimpimu tertunda berkali-kali, sampai hatimu “kebas” dan malas berjuang lagi.

Tapi, menyerah itu sama saja dengan bunuh diri.
Kamu bisa mati tanpa mimpi
Kamu bisa mati tanpa mimpi
Hidup tanpa mimpi membuatmu seperti mayat hidup.

Hidup tanpa ada sesuatu yang ingin dicapai juga membuatmu tak bersemangat menjalani hari. Bahkan seringkali kamu jadi tak tahu kemana harus melangkahkan kaki. Jadi kamu adalah orang beruntung karena pernah merasakan hidup dengan mimpi-mimpi yang kamu buat dulu.

Namun kenyataan hidup bisa membuatmu jadi takut bermimpi. Kegagalan yang pernah alami membuatmu takut memperjuangkannya lagi. Mungkin kamu dulu pernah bermimpi bisa menulis novel, namun penolakan dari penerbit membuat nyalimu mengerut drastis. Mungkin kamu pernah bermimpi menjadi karyawan di perusahaan internasional, namun penolakan pertama membuatmu enggan untuk mencoba lagi. Hal ini sama saja dengan bunuh diri. Nah, daripada membabat habis semua mimpi, bukankah belajar lebih keras lagi dan memantaskan diri justru bisa memperbesar kemungkinan untuk membuatmu hidup lagi?

5. Semakin besar mimpi, gunung yang harus kamu daki semakin tinggi.

Kamu bisa memilih menikmati perjalanan daripada mengeluh karena tak juga sampai tujuan.

Kamu butuh waktu yang lama untuk menempuhnya. Kamu butuh waktu yang lama untuk menempuhnya. Mimpimu besar, misalnya melanjutkan studi di universitas nomor satu. Dengan ini, ibaratnya kamu ingin mendaki gunung tinggi nan indah dan bukan hanya sekedar bukit. Namun, lamanya waktu untuk mencapai kesana seringkali membuatmu tak semangat lagi.

Tak hanya sekedar berangkat pagi lalu bisa sampai pada malam hari, kamu kudu beberapa istirahat dan menghadapi tantangan yang lebih besar. Jadi, jika kamu benar-benar ingin mencapai puncak, pastikan kamu tak bosan di tengah jalan. Karena kamu pantas untuk mencapainya.

6. Keberhasilan bukan tentang seberapa cepat, melainkan seberapa bermanfaat.

Hidup bukan lomba lari, melainkan lomba berbagi!

Tak usah membandingkan diri dengan orang lain; menikmati setiap tahapan hidupmu sendiri sudah cukup membuatmu bahagia. Mungkin kamu mulai khawatir saat teman-temanmu sudah menjadi PNS, sedangkan kamu masih sibuk menyiapkan diri untuk tes CPNS-nya. Tapi untuk apa kamu merasa iri, kalau setiap orang sudah punya jalannya sendiri?

Hidup itu bukan lomba lari, melainkan lomba berbagi. Yang paling berharga bukanlah seberapa cepat kamu bisa mewujudkan mimpi, namun seberapa banyak manfaat yang bisa kamu berikan ke orang lain saat mimpi tersebut akhirnya terwujud.

Manusia tanpa punya mimpi itu sama saja dengan manusia yang mati suri. Maka, beruntunglah kamu yang masih punya cita-cita dan mimpi. Walau sekarang mimpimu masih belum bisa diwujudkan sepenuhnya, teruslah percaya bahwa kamu tetap berhak untuk meraihnya.

Beranikah kamu memperjuangkan mimpi kembali?

2 Likes