Makna Grafis dalam Seni Gerak Tubuh


(HARRY BALI KUSUMA) #1

Perkembangan tari di Indonesia rupanya mulai menggembirakan. Eksistensinya terekam jelas lewat acara-acara nasional hingga internasional yang disleenggarakan di tanah air. Namarina Youth Dance (NYD) menjadi salah satunya. Gelaran tahunan yang digagas oleh sebuah institusi pendidikan non-formal yang bergerak di bidang tari balet, dan jazz, Namarina kembali digelar. “Tahun ini adalah gelaran yang kesembilan, temanya Batavia Hotel. Disajikan sedemikian rupa untuk mengajak penonton masuk ke era Batavia yaitu tahun 1930-an,” ungkap salah satu koreografer, Dinar Karina. Batavia Hotel, menurut Dinar, merupakan terjemahan dari grafis dan ilustrasi hasil karya “tulisan”. Digambarkan dengan kehidupan sosok Aku dan Harlequin yang hidup dan dibesarkan di panti asuhan. Jalan hidup membawa keduanya ke dalam dunia yang berbeda pula. Aku berhasil mempertahankan idealismenya, sedangkan Harlequin tunduk pada kesenangan dunia, obsesinya menjadi kaum elit Batavia ditempuh dengan segala cara. “Ini kali kedua kami terinspirasi dari grafis, full repertoire di mana karya dapat diterjemahkan dalam tari. Kehidupan Batavia lekat dengan sejarah bangsa. Kami ambil salah satu sisinya dan menjadikannya sebuah cerita yang menyenangkan. Penonton akan disajikan cerita dari dua tokoh yang saling bertolak belakang, kehidupan lampau di era Batavia,” tuturnya.

Penyelenggaraan NYD tahun ini melibatkan 38 penari dengan proses penggarapan 4 bulan. Tak mudah menerjemahkan grafis dalam gerak tubuh. Untuk itu, Dinar menjelaskan bahwa sinkronisasi hati, gerak tubuh dan mimik menjadi bagian penting dalam pementasan tari. “Tiap pelaku di panggung harus sudah mengenal betul perannya. Mimik dan gestur datangnya dari hati. Kalau hati bertolak belakang sulit sekali mengeluarkan ekspresi. Penari harus dapat mengontrol hatinya, ia harus dapat membawa peran dan suasana. Misal perannya sedang sedih, gerak harus melambat, tubuh dibiarkan bergerak menunduk, menciut dengan mimik yang mengharukan agar pesan dan cerita sampai ke penonton,” urainya. NYD diselenggarakan mulai tanggal 29-30 November 2014 di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ). Untuk dapat menikmati persembahan NYD, tertera harga tiket Rp 250.000. Selain melihat pertunjukan tari, pengunjung dapat menikmati grafis karya “tulisan” yang turut dipamerkan.