Makhluk (tak) bersalah

                                         Makhluk (tak) Bersalah

Perlahan-lahan, jariku mengusap ke layar sesaat melirik berita yang ramai di negaraku. Tak terdengar sama sekali sorakan bermain di balik jendela. Di tutup besar-besaran event tahunan di bandar negara. Di uji ketat para migran masuk wilayah. Semuanya begitu panik… panik dan panik berkali-kali hingga hilangnya nyawa tanpa disadari. Kepalaku mulai bercakap-cakap, bibirku mulai tertutup rapat. Tanganku menghentak-hentak meja. Suasana menjadi hampa hening. Huhhh… hidupku seketika diguncang oleh makhluk tak terlihat.

Makhluk itu berinisial lengkap VOC (Viruses Ountoloud Consiueruses) atau disapa Vuorus-25. Ditemukan pertama kalinya pada tahun 2025 di Prancis. Awalnya, warga Prancis tak biasa hidup sehat dan bersih. Seperti kurang jaga jarak dengan sesama, kurang istirahat, dan makan dengan alat makan yang kotor. Hasilnya, virus tersebut masuk ke dalam tubuh tanpa disadari melalui udara. Lalu, menyerang organ pernafasan, saluran pencernaan dan merusak jantung dan hati. Sehingga virus ini dapat keliling dunia dan mengancam nyawa dengan cepat.

Jarum jam menunjukkan pukul 20.25 malam. Ku nyalakan TV dan menyaksikan Breaking News . Terdengar kata :

“ mulai hari ini, sudah ada 1.246 orang terkena Vuorus-25 di Indonesia …” ucap Presiden Indonesia, 26 Desember 2025.

Aku sekejap merinding dan tak tau siapa yang bertindak dalam masalah ini, apakah Pemerintah? Saat itu juga, Kucari obat untuk menyembuhkan penyakit ini di Google. Tertulis jelas bahwa ‘ untuk penyakit ini belum ada obat dan antivirus nya saat ini ’

Lantas, Pemerintah harus menghadapi ini, bukan hanya Tim Medis saja. Pada kenyataannya, pemerintah tak melakukan apa-apa. Apakah begitu? YA, mereka hanya memberi peringatan dan himbauan saja untuk masyarakat B.U.K.A.N tindakan! Seperti halnya…

“ Siapapun yang melanggar PSBB, akan di pidana” ujar Kapolri.

“… masyarakat Indonesia harus di rumah terus, banyak-banyak stok kebutuhan sehari-hari, jangan lupa untuk tidak ke luar kota saat libur Idul Fitri dan terapkan pola hidup sehat …” kata Kejaksaan Agung.

“… sudah ada 1.638.473 hoax yang tersebar di sosial media dan hanya ada 382 berita fakta di sosial media Indonesia. Lahhh… kenapa rakyat begini? Harusnya kita bersama-sama menyebar informasi yang sesuai kebenarannya…” ucap Kementerian Komunikasi dan Informatika.


Huhhh… Setelah itu, ku matikan TV dan duduk di kursi belajar. Aku melihat dan membaca selembar pengumuman bahwa libur sekolah diperpanjang selama 14 hari kedepan. Sudah di rumah terus selama 16 hari 20 jam 50 menit 34 detik.

Ku sesaat membuka Google, kuketik ‘ apa dampak dari Vuorus-25?’. Lalu, kubaca salah satu website. Sesaat hatiku tersentuh oleh tanggapan dari masyarakat seperti

“ bagaimana lagi, kami ini hanya rakyat biasa dan tidak punya uang banyak, kami pun tak diberi arahan harus berbuat apa. Hanya diberi himbauan yang membuat kami bingung. Harusnya, Pemerintah kasih bantuan untuk kami.” ujar karyawan yang baru saja di pecat.

Tahun baru telah tiba, hidupku tak terasa sudah berganti tahun dan resah semakin banyak. Vuorus-25 belum mereda dan Pemerintah makin lama makin egois. Langkah ku menuju keluar semakin cepat dan membuka mataku selebar mungkin sambil berkata “ Ya Allah, hari ini kulihat awan yang sepi ke arah selatan, burung yang sunyi, dan aku mohon sembuhkanlah dunia ini dan tidak menangis lagi.” :slight_smile:

1 Like