Maketing Public Relation (Materi 4) NEW

Materi 4 : Marketing Public Relation & Integrated Marketing Communication

E-LEARNING DICTIO
Marketing Public Relation

Disusun Oleh : Ayu Retno Puri

Materi 4 : Marketing Public Relation & Integrated Marketing Communication

1.1 Marketing Public Relation

Proses perencanaan, pelaksanaan dan pengevaluasian program–program yang merangsang pembelian dan kepuasan konsumen melalui komunikasi mengenai informasi yang dapat dipercaya dan melalui kesan-kesan yang menghubungkan perusahaan dan produknya sesuai dengan kebutuhan, keinginan, perhatian dan kepentingan para konsumen.

1.1.1 Arti Penting Marketing Public Relation

  • MPR dapat efektif dalam membangun brand awareness dan brand knowledge.

  • MPR potensial untuk membangun efektivitas pada area “increasing category usage” (menambah kategori penggunaan) dan “increasing brand sale (meningkatkan penjualan merek)”.

  • Untuk meningkatkan hasil yang ingin dicapai perlu adanya perpaduan antara periklanan dengan MPR.

  • MPR semakin penting sebab utamanya dengan semakin canggihnya teknologi media elektronik :

    1. PR lebih cost effective ditengah biaya media yang tinggi
    2. Dapat melengkapai iklan secara komplementer
    3. Dapat di pakai sebagai kegiatan yang dapat terpercaya serta dapat menembus situasi
    4. yang relatif sulit/terbatas

1.1.2 Faktor-faktor Pendorong Marketing Public Relation

Perkembangan kegiatan pemasaran yang ada yang semakin kompleks: consumer indifference (ketidakpedulian konsumen), resistance (perlawanan), dan clutter (kekacauan) maka Harus mampu mengembangkan pesan-pesan yang bersifat meningkatkan kredibilitas yang ada serta dampak positif bagi konsumen. Faktor pendorongnya adalah

  • Pecahnya pasar yang bersifat missal

  • Peledakan informasi dan teknologi

  • Peningkatan persaingan

  • Jaringan periklanan semakin kurang kuat

  • Dampak dari VCR (video camera recorder).

  • Biaya iklan semakin meningkat

  • Pergeseran biaya promosi

  • Ketahanan iklan berkurang

  • Ketahanan efektivitas TV

  • MPR dalam Marketing mix

  • Biro periklanan membutuhkan PR

  • Peluang media yang berkembang

Faktor yang dirasa masih menghambat adalah

  • Relatif sulit untuk dapat dilakukan penilaian/Evaluasi.

  • Relatif belum dipahami sepenuhnya manfaat dari MPR oleh manajemen serta belum sepenuhnya dukungan dapat diharapkan dari manajemen.

1.2 Manfaat Marketing PR

  • Membangun posisi perusahaan sebagai pemimpin pasar

  • Membangun kepercayaan dan keyakinan konsumen

  • Membangun kembali, meluncurkan kembali dan reposisi dari produk-produk yang sudah jenuh.

  • Membangun komunikasi dari kelebihan-kelebihan manfaat dari produk-produk yang sudah lama.

  • Dapat mengikut sertakan karyawan dan masyarakat untuk lebih mengenal produk.

  • Membangun pasar baru dan pasar yang lemah

  • Membangun dan memantapkan perhatian atas suatu kategori produk.

  • Mengembangkan daya jangkau iklan

  • Mengatasi resistensi (perlawanan) dari konsumen terhadap iklan

  • Membantu mengatasi kesulitan yang berkaitan dengan masalah keuangan yang ada kaitannya dengan pemasaran.

  • Membangun berita yang positif sebelum kegiatan kegiatan periklanan diadakan.

  • Membuat iklan lebih berharga pesan-pesannya.

  • Memberikan suplementasi terhadap kegiatan iklan dengan mengkomunikasikan manfaat produk.

  • Menyampaikan cerita mengenai produk dalam bentuk yang lebih mendalam.

  • Menambah eksposur dari produk-produk yang tidak dapat diiklankan kepada konsumen Dapat mempengaruhi opinion leader

  • Dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kampanye salles promotion.

  • Dapat dipakai mengidentifikasikan perusahaan dan produk dengan perbedaan etnik yang ada.

  • Dapat dipakai dalam meningkatkan brand awareness melalui sponsorship.

  • Dapat memberikan interpretasi yang tepat terhadap dampak dari issue yang bersifat emerging di pasar.

  • Dapat mengkomunikasikan keputusan pemasaran sesuai dengan perhatian publik.

  • Dapat membantu mengatasi masalah produk yang sedang dalam resiko.

  • Dapat menggairahkan bantuan dari pengecer.

1.2.1 Peranan Marketing Public Relation

Menurut Daniel J. Edelman terdapat beberapa situasi dimana MPR dapat berperan banyak. Situasi itu antara lain :

  • Adanya suatu konsep baru dari produk yang mempunyai nilai berita.

  • Perusahaan tidak mempunyai biaya untuk beriklan.

  • Tidak dapat menggunakan media TV disebabkan berbagai peraturan.

  • Bila dibutuhkan suatu gebrakan untuk produk yang sudah ada di pasar.

  • Bila iklan kurang berhasil dalam menciptakan pengenalan produk.

  • Bila produk sukar untuk dapat diterangkan kekuatannya.

  • “Program MPR saat diarahkan secara baik untuk menegaskan segmen pasar secara strategis yang telah direncanakan untuk menjangkau pasar mereka .”

1.2.2 Strategi Marketing Public Relation

  • Melibatkan konsumen dalam pelaksanaan rancangan program kerjanya.

  • Cepat tanggap terhadap informasi dan pelayanan yang memang dibutuhkan konsumennya.

  • Proaktif dalam partisipasinya terhadap program yang diselenggarakan oleh pihak lembaga pemerintah dan berkaitan erat dengan kepentingan masyarakat luas.

  • Target dan tujuan yang hendak dicapai dalam strategi marketing PR harus sejalan dengan bagian pemasaran dan tujuan pemasaran.

1.3 Pendekatan Marketing Public Relation

Baru saja selama yang dilakukan oleh media sebagai penjaga gawang (gatekeeper), mengetahui berita yang mana akan atau tidak akan masuk, organisasi ini bertindak sebagai penjaga gawang ke marketplace. Para pemasar harus berhasil melewati mereka, yaitu untuk memasuki pasar tertentu dan untuk mengatasi atau menetralkan lawan.
Peran PR adalah merancang strategi mengurusi program-program serta mengijinkan para agen pemasaran untuk melewati para penjaga gawang dan masuk ke pasar. Dalam pandangan Kotler, CPR dan MPR harus memainkan sebuah peran, apa yang disebut rencana strategis “membujuk”. Ketika para pelanggan membuat keputusan untuk membeli, mereka sangat yakin perasaan memutuskan untuk membeli dua hal, produk dan perusahaan.

  • Push

    Strategi “dorongan” diperlukan untuk menggunakan kekuatan penjualan dan promosi perdagangan untuk mendorong produk melalui saluran-saluran. Produsen secara agresif mendorong produk kepada agen, agen secara agresif mendorong produk kepada pengecer, dan pengecer secara agresif mendorong produk kepada konsumen.

  • Pull

    Strategi “menarik” memerlukan pengeluaran uang banyak atas periklanan, dan promosi konsumen agar permintaan konsumen menjadi lebih berkembang. Jika strategi ini efektif, para konsumen akan meminta produk kepada pengecer mereka, pengecer akan meminta produk kepada agen mereka, dan agen akan menanyakan produknya kepada produsen.

  • Pass

    Dalam strategi “mendorong” dan “menarik”, mengusulkan bahwa dimensi ketiga, yaitu strategi “membujuk”, diperlukan pada pemasaran yang saat ini semakin kompleks. Itu didatangkan oleh faktor Kotler yang digambarkan pada megamarketing, terutama untuk keperluan memasuki pasar yang dihalangi atau dilindungi oleh partai lain daripada pengguna akhir. Partai ini termasuk, tetapi dengan tak ada arti terbatas, pembuat kebijakan pemerintah. Pembuat undang-undang, regulator, partai politik, aktivis, dan kelompok-kelompok kepentingan umum yang pernah mewakili tumbuhnya penyebab agenda, menarik, dan keprihatinan.

1.4 Integrated Marketing Communication

  • Sebuah konsep perencanaan komunikasi pemasaran yang memberikan nilai tambah terhadap suatu perencanaan yang mendalam dengan cara melakukan evaluasi terhadap peran strategis dari berbagai macam ilmu komunikasi dan mengkombinasikannya untuk menghasilkan keakuratan, konsistensi, dan efek komunikasi secara maksimal melalui integrasi dari pesan – pesan yang terpisah.

  • Konsep sederhana yang menyatukan semua bentuk dari komunikasi menjadi satu kesatuan solusi. Pada intinya IMC mengintegrasikan semua alat-alat promosi sehingga alat-alat tersebut dapat bekerja bersama-sama secara harmonis.

  • Sebuah konsep dimana suatu perusahaan mengintegrasikan dan mengkoordinasikan berbagai saluran komunikasi untuk mengirim pesan yang jelas, konsisten, dan meyakinkan berkenaan dengan perusahaan dan produknya.

1.5 Langkah Proses Perencanaan Integrated Marketing Communication

  1. Kenali target konsumen (Segmenting)
    membagi pasar menjadi Segmen -Segmen konsumen yang sama jenisnya,targeting adalah memilih satu atau lebih segment pasar dan positioning adalah Penempatan produk agar tercipta kesan tertentu diingatan konsumen.

  2. Menganalisa situasi (SWOT)
    SWOT adalah singkatan dari Strengths (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (peluang), dan Threats (ancaman). Analisis SWOT mengatur kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman utama Anda ke dalam daftar yang terorganisir dan biasanya disajikan dalam bilah kisi-kisi yang sederhana.

  3. Membuat marketing objectives (Brand Awareness)
    strategi pemasaran yang dapat menggambarkan tingkat kesadaran konsumen terhadap suatu produk. Mempromosikan suatu produk baru atau menghidupkan kembali suatu merek lama

  4. Menyusun strategi (ide: konsep & tema)
    sebuah proses yang terdiri dari tiga kegiatan antara lain perumusan strategi, implementasi strategi dan evaluasi strategi. Perumusan strategi terdiri dari kegiatan-kegiatan mengembangkan misi bisnis, mengenali peluang dan ancaman eksternal perusahaan, menetapkan kekuatan dan kelemahan internal, menetapkan obyektif jangka panjang, menghasilkan strategi alternatif dan memilih strategi tertentu untuk dilaksanakan Isu perumusan strategi termasuk memutuskan bisnis apa yang akan dimasuki bisnis apa yang harus dihentikan, bagaimana mengalokasikan sumber daya, apakah memperluas operasi atau diversivikasi, apakah akan memasuki pasar internasional, apakah akan melakukan merjer atau membentuk usaha patungan, dan bagaimana menghindari pengambilalihan perusahaan pesaing. Keputusan perumusan strategis mengikat suatu organisasi pada produk,pasar, sumber daya, dan teknologi spesifik selama periode waktu tertentu.

  5. Evaluasi
    Evaluasi diperlukan dalam setiap kegiatan yang telah dijalankan. Ini untuk menjamin bahwa apa yang kita jalankan tersebut sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

1.5.1 Manfaat Integrated Marketing Communication

  • Membentuk identitas merk yang kuat di pasar dengan mengikat bersama dan memperkuat semua citra dan pesan komunikasi perusahaan.

  • Mengkoordinasikan semua pesan, positioning dan citra, serta identitas perusahaan melalui semua bentuk komunikasi pemasaran.

  • Adanya hubungan yang lebih erat antara perusahaan (melalui produk/jasanya) dengan para konsumennya.

1.6 Tujuan dari Integrated Marketing Communiation

  1. Komunikasi pemasaran terpadu mengarah ke pengembangan dan pemeliharaan hubungan pelanggan perusahaan yang baik dan harmonis.

  2. Strategi yang digunakan mempromosikan merek perusahaan untuk klien potensial, meyakinkan mereka untuk mencoba merek-merek baru.

  3. Efek keseluruhan adalah bahwa perusahaan menikmati margin keuntungan meningkat yang merupakan satu-satunya alasan perusahaan menjalankan fungsinya.

Daftar Pustaka

  1. Clow, Kenneth E & Donald Baack, Integrated Advertising, Promotion, and Marketing Communication : 3rd Edition, New Jersey : Prentice Hall.

  2. Kasali, Renald . 2005. Manajemen Public Relation : Konsep dan Aplikasinya Di Indonesia : PT. Pustaka Utama Grafiti : Jakarta.

  3. Kotler, Philip., Hermawan Kartajaya. Dan Iwan Setiawan. 2010. Marketing 3.0. From Product to Customers to the Human Spirit. New Jersey: John Wiley &Sons

  4. Ruslan, Rosady. 2008. Kiat Dan Strategi Kampanye Public Relation, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada

  5. __________. 2014. Manajemen Publi Relation dan Media Komunikasi (Konsep dan Aplikasi). Jakarta : PT. Raja Grafindo