Maketing Public Relation (Materi 1) NEW

Materi 1 : Marketing Public Relation

E-LEARNING DICTIO

Marketing Public Relation

Disusun Oleh : Ayu Retno Puri

Materi 1 : Marketing Public Relation

1.1 Definisi Marketing Public Relations

Philip Kotler yang pertama kali memunculkan konsep Mega Marketing yang merupakan perpaduan antara kekuatan Public Relations dan Marketing Mix . Kemudian muncul kembali dengan instilah Marketing Public Relations , sebagai pengembangan tahap berikutnya dari konsep sebelumnya (Mega Marketing).

Rosady Ruslan (2010: 245) mengutip dari buku Thomas L Harris yang berjudul The Marketer’s Guide to Public Relations , “ Marketing Public Relations is the process of planning and evaluating programs, that encourage purchase and customers trough credible communications of information and impression that identify companies and their products with the needs, concern of customer .” arti dari penyataan diatas bahwa Marketing Public Relations adalah sebuah proses perencanaan dan evaluasi program yang merangsang penjualan dan pelanggan. Hal tersebut dilakukan melalui pengkomunikasian informasi yang kredibel dan kesan-kesan yang dapat menghubungkan perusahaan, produk dengan kebutuhan serta perhatian pelanggan.

Menurut Tom L. Harris dalam buku Ludwig Suparmo (2011: 58), yaitu: “ Marketing Public Relations is the process of planning, executing and evaluating programs that encourage purchase and consumer satisfaction through credible communication of information and impressions that identify companies and their products with the needs, wants, concern and interest of consumer. ” Dari pengertian diatas dapat diartikan Marketing Public Relations adalah Proses perencanaan, melaksanakan dan mengevaluasi program-program yang mendorong pembelian dan kepuasan konsumen melalui komunikasi informasi yang kredibel dan tayangan yang mengidentifikasi perusahaan dan produk mereka dengan kebutuhan, keinginan, perhatian dan kepentingan konsumen.

Menurut Simamora (2003: 318) Marketing Public Relations adalah bagian dari kegiatan pemasaran, penanggung jawab tertinggi adalah manajer perusahaan, dan sasaran dari kegiatan marketing public relations adalah mendukung sasaran dibidang pemasaran Jadi, marketing public relations adalah konsep public relations yang relative memiliki relevansi bagi kegiatan marketing untuk membantu produk, layanan atau jasa, dan organisasi agar mencapai tujuan pemasarannya.

Dari pengertian yang sudah dipaparkan oleh beberapa pakar diatas, penulis menarik kesimpulan bahwa Marketing Public Relations adalah sebuah kegiatan yang berhubungan dengan masyarakat untuk mendukung kegiatan promosi dan pemasaran, dengan menimbulkan minat beli serta memberikan kepuasan terhadap konsumen melalui penyampaian informasi dengan kesan yang mengajak serta meyakinkan bahwa perusahaan beserta produknya sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen.

1.2 Peran Marketing Public Relations

Menurut Kotler dalam buku Manajemen Public Relations dan media komunikasi , Ruslan (2010: 254). Ada beberapa peranan marketing public relations dalam upaya mencapai tujuan utama organisasi atau perusahaan dalam berkompetisi, secara garis besar yaitu:

  • Menumbuhkembangkan kesadaran konsumennya terhadap produk atau jasa yang tengah diluncurkan itu.

  • Membangun kepercayaan konsumen terhadap citra perusahaan atau manfaat ( benefit ) atas produk yang ditawarkan atau digunakan.

  • Mendorong antusiasme ( sales force ) melalui suatu artikel sponsor ( advertorial ) tentang kegunaan dan manfaat suatu produk atau jasa.

  • Menekan biaya promosi iklan komersial, baik di media elektronik maupun media cetak dan sebagainya demi tercapainya efisiensi biaya.

  • Komitmen untuk meningkatkan pelayanan kepada konsumen, termasuk upaya mengatasi keluhan-keluhan dan lain sebagainya demi terciptanya kepuasan pihak pelanggan 6. Membantu mengkampanyekan peluncuran produk-produk baru dan sekaligus merencanakan perubahan pada produk yang lama.

  • Mengkomunikasikan terus-menerus melalui media public relations tentang aktifitas dan program kerja yang berkaitan dengan kepedulian sosial dan lingkungan hidup, agar tercapai publikasi yang positif di mata publik.

  • Membina dan mempertahankan citra perusahaan atau produk dan jasa, baik segi kuantitas maupun kualitas pelayaan yang diberikan kepada konsumen atau pelanggannya.

  • Berupaya secara proaktif dalam menghadapi suatu kejadian negatif yang mungkin akan muncul di masa mendatang, misalnya terjadinya krisis kepercayaan, menurunnya citra perusahaan hingga resiko terjadinya krisis manajemen, krisis multidimensional dan lain sebagainya. Menurut Philip Kotler dan Kevin Lane Keller dalam buku Marketing Management , ada enam peranan Marketing Public Relation (2006 :552), yaitu:

    1. Membantu dalam peluncuran produk baru
    2. Membantu dalam reposisi produk lama
    3. Membangun ketertarikan dalam kategori produk
    4. Mempengaruhi kelompok sasaran tertentu
    5. Membantu melindungi produk yang telah mengalami masalah public 6. Membangun citra perusahaan dengan cara mencerminkan hal baik atau positif mengenai produk-nya.

Dari beberapa peranan Marketing Public Relation yang sudah dipaparkan menurut beberapa pakar, penulis menarik kesimpulan bahwa peranan Marketing Public Relations ini berorientasi pada pihak perusahaan agar dapat membangun perusahaan kearah yang lebih baik lagi. Peranan ini dilihat dari segi penjualan melalui promosi produk (jasa talent modeling) dan perusahaan, membangun kepercayaan konsumen dengan membangun brand awareness dan brand knowledge , meringankan biaya promosi mendukung bauran marketing, khususnya promosi dalam bauran tersebut. Dalam hal ini, Marketing Public Relations dianggap menjadi strategi yang lebih hemat untuk mencapai target publisitas tinggi dalam publikasi serta juga dapat membantu dalam pembentukan citra perusahaan itu sendiri. Peranan Marketing Public Relations ini dimaksudkan agar dapat mengembangkan produk (jasa taleny modeling ) ataupun perusahaan sesuai dengan target yang ingin dicapai.

1.3 Sales VS Marketing

Apa perbedaan sales dan marketing?

Apakah sales dan marketing adalah hal yang sama?

Sebenarnya sales dan marketing sama-sama memiliki fungsi untuk bisnis sebuah perusahaan. Meski demikian, ada perbedaan antara sales dan marketing . sales merujuk pada semua aktivitas penjualan barang dan jasa. Orang yang bertugas di divisi sales memiliki tanggung jawab menjaga hubungan dengan calon klien yang akhirnya berujung pada penjualan.Sementara itu, marketing meliputi segala hal yang membantu meningkatkan ketertarikan pada barang dan jasa yang dijual.Departemen marketing memiliki tanggung jawab menjalankan campaign untuk menarik perhatian pada barang dan jasa yang dijual.

1.3.1 Proses Kerja yang Tidak Sama

Perbedaan sales dan marketing yang berikutnya terlihat dari proses kerja. Tim sales akan menghadapi langsung konsumen alias one-on-one . Sales bisa saja langsung datang ke lokasi calon konsumen atau pembeli, menghubungi lewat telepon, dan bisa juga bertemu di sebuah acara atau kegiatan. Pada beberapa jenis perusahaan, bahkan tim sales harus melakukan pendekatan dan perlakuan yang berbeda pada tiap konsumen karena proses kerjanya memang berupa aktivitas langsung. Supaya tim sales bisa melakukan penjualan, ada tim marketing yang melakukan analisis pasar, termasuk mengidentifikasi kebutuhan konsumen. Perbedaan sales dan marketing , tim marketing menyiapkan tools dan konsep yang akan membuat customer mencari barang dan produk yang sudah disiapkan. Tim sales yang bertugas melayani para calon customer ini agar produk bisa laku terjual. Tim marketing perlu membayangkan kembali produk yang sudah pernah sukses laku di pasaran sebelumnya, cara promosi, dan kelebihan produk sebelumnya. Hal itu dilakukan agar bisa merancang strategi yang akan dipakai saat memasarkan produk.

1.3.2 Ruang Lingkup Pekerjaan

Ruang kerja dan durasinya juga bisa menggambarkan perbedaan sales dan marketing . Pekerjaan tim sales cenderung bersifat jangka pendek sementara tim marketing cenderung lebih jangka panjang . Hal ini karena tim marketing harus menjaga hubungan dan membina relasi yang harmonis dengan para mitra bisnis serta vendor yang terkait pemasaran produk. Lingkup pekerjaan marketing termasuk market research , public relations , dan customer satisfaction . Sementara itu, ruang lingkup pekerjaan tim sales adalah meyakinkan (calon) customer untuk terus merasakan kebutuhan akan produk yang kamu jual. Sekarang, kamu yang ingin bekerja di kedua divisi ini semakin bisa melihat adanya perbedaan sales dan marketing yang cukup signifikan.

1.3.3 Prioritas Dan Fungsi

Perbedaan sales dan marketing selanjutnya bisa dilihat dari prioritas dan fungsi kerja kedua divisi ini. Dalam hal prioritas kerja, perbedaan sales dan marketing terletak pada target kegiatan. Prioritas tim marketing adalah menjangkau customer , dan membangun relasi yang baik dengan para customer sampai bisa menjadi pelanggan setia. Kamu bisa bayangkan keuntungan yang jelas didapat jika ada beberapa perusahaan besar menjadi pelanggan tetap produk yang perusahaan kamu punya. Semakin banyak pelanggan tetap, semakin besar juga tentunya keuntungan yang didapat. Terlepas dari itu, pelanggan tetap ini akan ada kalau pelayanan dan respon dari tim sales yang juga mendukung kualitas produk dan customer yang sudah dijangkau. Fungsi tim sales adalah mengakomodasi dan menarget customer sambil membantu memenuhi kebutuhan mereka dengan produk yang ditawarkan. Adanya perbedaan sales dan marketing dalam fungsi dan prioritas ini justru yang kemudian membuat keduanya saling bersinergi.

1.3.4 Aktifitas Kerja Dan Goal

Goal atau target juga menjadi salah satu faktor perbedaan sales dan marketing yang perlu kamu ketahui sebelum memilih salah satu divisi ini. Beberapa contoh sederhana yang menggambarkan perbedaan sales dan marketing saat melakukan aktivitasnya. Misalnya dalam sebuah startup , tim sales yang akan menghubungi langsung calon klien sampai menemukan kesepakatan kerja. Sementara itu, tim marketing sebelumnya sudah memastikan dulu produk atau jasa yang ditawarkan sudah terjamin kualitasnya sehingga bisa dibawa oleh tim sales . Perbedaan sales dan marketing ini menuntut tipe pekerja yang berbeda pula. Dengan aktivitas marketing yang sebagian ada di belakang layar, kamu yang suka menganalisis cukup punya kesempatan di bidang ini. Sementara itu, bagi kamu yang senang berurusan langsung dengan customer dan tidak ragu untuk beramah-tamah setiap saat dengan (calon) klien atau customer , masuk tim sales akan semakin mengasah potensi yang kamu punya.

Daftar Pustaka

  1. Kotler, Philip., Hermawan Kartajaya. Dan Iwan Setiawan. 2010. Marketing 3.0. From Product to Customers to the Human Spirit. New Jersey: John Wiley &Sons

  2. Ruslan, Rosady. 2008. Kiat Dan Strategi Kampanye Public Relation, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada

1 Like

Setelah saya baca-baca sepertinya ini diambil dari blog ya kak? Kalau bisa penyampaiannya disesuaikan dengan penyampaian materi di referensi. Kalau diambil dari blog nanti khawatir tidak terpakai, karena konten yang sama itu dideteksi oleh google dan membuat kredibilitas web jadi turun.

Ini mata kuliah apa ya ? Kok kategorinya masih di e-learning, bukan di mata kuliahnya. Apa belum dibikinkan kategorinya ya hehe…

kalau belum nanti saya bikinkan kategorinya