Lukisan "Women and children, washing in a river in a Balinese landscape" karya Arie Smit

Lukisan “Women and children, washing in a river in a Balinese landscape” karya Arie Smit

image

Lukisan Women and children, washing in a river in a Balinese landscape merupakan salah satu tema karya perupa seni lukis Indonesia, Arie Smit. Lukisan ini dibuat pada tahun 1960 dengan menggunakan media Oil On Canvas serta berukuran 58 cm x 70 cm.

Lukisan ini merupakan lukisan realisme, naturalisme dengan gaya mooi indie. Dengan teknik melukis menggunakan cat akrilik diatas kanvas.

Lukisan ini menggambarkan pemandangan alam di Bali dengan latar perempuan dan anak-anak sedang mencuci di sebuah sungai.

Makna Lukisan “Women and children, washing in a river in a Balinese landscape”

Smit adalah seorang maestro pemburu cahaya. Lukisan – lukisan karya Arie Smit memiliki bentuk sederhana atau naif. Panorama Bali yang berlimpah “cahaya” menjadi esensi lukisannya yang termanifestasi dalam setiap sapuan kuas di atas kanvas yang bergelimang warna.

Dalam melukis, Arie selalu menghadirkan lapisan-lapisan warna. Di dalam biru ada biru lain, ada biru yang lain, dan ada biru-biru yang lain lagi. Di atas kanvas atau kertas, goresannya serta merta bersemburan citra ragam unsur warna yang selalu nampak menyelimuti segala benda dan panorama yang diabadikan.

Karya-karya seni hasil ciptaan Arie Smith menjadi koleksi sejumlah museum di dalam dan luar negeri, antara lain mengangkat tema-tema objek beragam dari gunung sampai laut. Ciri dan warna lukisannya adalah antara semu dan samar, ditimpa berbagai warna marak. Dua unsur utama lukisan-lukisannya, yakni bentuk dan warna, menyatu dalan sintesa yang masing-masing tampak tidak perlu ditampilkan dominasinya.

Karya-karya Arie merupakan wujud ucapan terima kasihnya kepada matahari. Apabila kita melihat lukisan Arie yang menggambarkan pemandangan kota, persawahan, pohon beringin, gunung, kebun bunga, atau orang-orang di pura, sesungguhnya yang ingin dihadirkan adalah warna, sebagai representasi dari cahaya.

Sumber: