Lukisan "Sketsa Kecil" karya Bagong Kussudiardja

Lukisan “Sketsa Kecil” karya Bagong Kussudiardja

image

Lukisan Sketsa Kecil merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Bagong Kussudiardja. Dibuat pada tahun 1982 dengan menggunakan media Paint On Canvas serta berukuran 73 cm x 73 cm.

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya abstrak, impressionisme dan realisme. Dengan teknik melukis menggunakan bahan cat di atas kanvas.

Imajinasi yang total merupakan pegangan kreasi dalam lukisan ini, yang kemudian terjelma dalam susunan warna yang jernih. Dengan aksentuasi bentuk dan garis yang kuat. Dalam bahasa visual, semua bentuk yang dihadirkan pelukis dapat dibaca dengan berbagai tingkatan penafsiran.

Makna Lukisan Secara Global

Almarhum Bagong Kussudiardja tidak hanya dikenal dan terkenal sebagai seniman tari, namun ia adalah seniman yang memiliki banyak talenta, selain menari ia juga melukis. Di samping multi talenta, ia juga memiliki energi yang besar yang dapat meledak kapan saja dan ledakan itu mewujud dalam karya-karyanya.

Karakter Lukisan

Bagong merupakan pelukis yang produktif dengan karakter yang kuat. ia lebih dikenal dengan lukisan batik cat minyak dan cat airnya. Semua lukisannya mencitrakan aspek mitos dan mistik dari kultur Jawa, pemandangan dan tentu saja tari Bali dalam guratannya yang penuh warna. Ia telah menghasilkan karya lukisan batik tentang tema-tema Kristen seperti Kelahiran Kristus dan Penyaliban. Penyaliban Kristus di ekspresikan melalui sosok wayang tradisional yang memperkuat rasa tragedi. Kendati demikian penggunaan warna yang misterius, kepala Kristus yang tertutup oleh sinar hijau dengan latar belakang kegelapan, memberikan efek kontras.

Semangat, gairah, dinamika dan modus kreatif Bagong Kussudiardja yang sangat besar membuatnya tidak bisa membendung gairah penciptaan. Produktivitas yang demikian dalam pandangan sinis sering digelincirkan sebagai pelukis yang komersial dan hal itu tidak membuatnya berhenti dalam berkarya. Hal itu justru menggairahkannya karena energi kreativitasnya justru membebaskan dirinya sebagai makhluk bermain. Bagong hanya ingin menjadi makhluk kreatif yang bisa dengan seenaknya ulang-alik menjamah aneka macam ruang kreatif.

Sumber: