Lukisan "Gedung-Gedung Tua" karya Bagong Kussudiardja

Lukisan “Gedung-Gedung Tua” karya Bagong Kussudiardja

image

Lukisan Gedung-Gedung Tua merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Bagong Kussudiardja. Dibuat pada tahun 1987 dengan menggunakan media Mixed Media On Canvas serta berukuran 197 cm x 133 cm.

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya abstrak, impressionisme dan realisme. Dengan teknik melukis menggunakan bahan campuran di atas kanvas.

Imajinasi yang total merupakan pegangan kreasi dalam lukisan ini, yang kemudian terjelma dalam susunan warna yang jernih. Lukisan ini menggambarkan gedung-gedung tua dengan aksentuasi bentuk dan garis yang kuat. Dalam bahasa visual, semua bentuk yang dihadirkan pelukis dapat dibaca dengan berbagai tingkatan penafsiran.

Karakter Lukisan dari Bagong Kussudiardja

Bagong merupakan pelukis yang produktif dengan karakter yang kuat. ia lebih dikenal dengan lukisan batik cat minyak dan cat airnya. Semua lukisannya mencitrakan aspek mitos dan mistik dari kultur Jawa, pemandangan dan tentu saja tari Bali dalam guratannya yang penuh warna.

Ia telah menghasilkan karya lukisan batik tentang tema-tema Kristen seperti Kelahiran Kristus dan Penyaliban. Penyaliban Kristus di ekspresikan melalui sosok wayang tradisional yang memperkuat rasa tragedi. Kendati demikian penggunaan warna yang misterius, kepala Kristus yang tertutup oleh sinar hijau dengan latar belakang kegelapan, memberikan efek kontras. Disini Kristus di ungkapkan bukan melalui simbol-simbol kesenian asing, melainkan dalam konteks Indonesia.

Karyanya penuh spirit dan sarat dinamika gerak. Pameran telah dilakukannya ratusan kali baik di Indonesia maupun di luar negeri. Ia juga telah banyak menerima penghargaan, salah satunya berupa Medali Emas dari Paus Paulus II untuk lukisannya yang menggambarkan Yesus dalam cita rasa Indonesia dan Medali Emas dari Pemerintah Bangladesh untuk karya lukis abstaraknya yang dipamerkan dalam pameran seniman Asia-Pasifik di Kota Dakka.

Tanpa kecerdasan sosial, tidak terbayangkan seorang Bagong Kussudiardja memiliki kiprah yang begitu luas, menembus batas sekat: agama, birokrasi dan kekuasaan. Sepanjang 76 tahun kehadirannya di dunia, lebih dari separuh usia Bagong didedikasikan untuk dunia seni dengan seluruh virtousitasnya, dengan kesadaran ulang-alik antara yang profan dan yang religius, yang berujung pada sikap sumeleh sebagai penyerahan diri kepada kehendak Tuhan.

Semangat, gairah, dinamika dan modus kreatif Bagong Kussudiardja yang sangat besar membuatnya tidak bisa membendung gairah penciptaan. Produktivitas yang demikian dalam pandangan sinis sering digelincirkan sebagai pelukis yang komersial dan hal itu tidak membuatnya berhenti dalam berkarya. Hal itu justru menggairahkannya karena energi kreativitasnya justru membebaskan dirinya sebagai makhluk bermain. Bagong hanya ingin menjadi makhluk kreatif yang bisa dengan seenaknya ulang-alik menjamah aneka macam ruang kreatif.

Sumber:
https://lukisanku.id/lukisan-gedung-gedung-tua-bagong-kussudiardja/