Lembar Lama Tak Sengaja Menyapa


pictureBy Google

Suatu senja kita kembali bertatap muka

Dalam kereta, tanpa sengaja

Keningku mengernyit penuh tanya

Wajah itu bagaimana bisa aku lupa

Kita berdiri, saling berhadapan

Terhalang langkah beberapa orang

Rasanya aku ingin pamit pulang

Agar tak menganggu arahmu memandang

Sayang tak kutemukan alasan

Sama seperti dulu aku pergi tanpa berpamitan

Dan kau mungkin hanya kebingungan

Sejak aku tak sekalipun menghiraukan

Aku sama sekali tak menatap

Sibuk mencari gerak untuk dilihat

Sama seperti dulu saat aku meninggalkanmu tanpa harap

Karena alasan yang kusesalkan kemudian

Aku berpura-pura mengantuk

Dari pantulan kaca kulihat kepalamu mengangguk

Dan aku pura-pura terantuk

Kau tersenyum dengan suara gemerutuk

Bibirku menyungging

Sudut mataku mengalirkan bulir-bulir bening

Apa kau sendiri?

Tanyamu yang telah mendekat tanpa kusadari

Aku hanya mengangguk kaku

Kau menepuk bahuku kemudian berlalu

Aku hanya sanggup memandang bayangmu

Sama seperti yang kau rasakan dahulu

Kuharap lukamu telah benar-benar kering

Kataku dalam hening

Biar lembar lama itu menjadi mantra

Yang menjadikan kita lebih bijaksana

Merauke, 16 Oktober 2020