Lemahnya Implikasi Aktif dalam Perpolitikan di Indonesia. Mengapa hal ini cenderung dibiarkan mengudara disaat situasi krusial maupun tidak?

Apa itu partisipasi politik? Tidak lain adalah aktivitas warga yang mempengaruhi politik. Secara spesifik, partisipasi politik dapat dipahami sebagai aktivitas warga negara yang berkenaan dengan proses pembuatan dan pelaksanaan keputusan politik.

Ini erat kaitannya dengan kegiatan politik di negara demokrasi. Keterlibatan rakyat dalam perpolitikan dianggap sebagai barometer utama dalam mengukur tingkatan implementasi demokrasi dari suatu negara. Dalam demokrasi, masyarakat punya hak untuk ikut menentukan siapa wakil mereka untuk duduk dalam jabatan penting kenegaraan.

Sebetulnya, partisipasi politik ini relevan untuk setiap sistem politik. Akan tetapi, hal ini paling dibutuhkan dalam sistem politik demokrasi. Keterlibatan pemerintah yang meluas dalam urusan sosial, ekonomi, dan kebudayaan sangat memungkinkan menjadi faktor gerakan ke arah partisipasi politik dari masyarakat awam.

Namun, ada masalah yang bisa berefek keras jika dibiarkan melayang seperti keterlibatan yang pasif. Ini maksudnya kegiatan warga negara yang menerima atau menaati begitu saja segala kebijakan pemerintah. Jadi, partisipasi pasif cenderung tidak mempersoalkan apapun kebijakan publik yang dibuat oleh pemerintah. Kita harus melek dengan kebijakan yang dikeluarkan aktor kenegaraan. Melek politik adalah hal yang sudah familiar, namun belum sepenuhnya dipahami secara komprehensif. Ini tentu akan berbahaya bagi semua warga bahkan aktor aktif terimplikasi politik dan pemerintahan.

Kira-kira apa menurut sobat yang sebenarnya terlintas di pikiran mereka sehingga mengabaikan segala peraturan yang terbit di Indonesia misalnya.

Bebas untuk berdiskusi untuk kepentingan sosial dan mari jadikan pembelajaran bagi semua.

sumber: https://portal-ilmu.com/pengertian-partisipasi-politik/

1 Like

artikel yang sangat bagus, sebagai partisipatif pasif aku sering melihat berita tentang suap mengenai perizinan. oleh karena itu mungkin proses permohonan izin di Indonesia sangat rumit sehingga beberapa memilih jalan tengah (suap) untuk mempersingkat hal tersebut.

artikel yg menarik!
setuju bahwa melek politik merupakan hal yg sudah familiar. jika dilihat pun, sdh byk masyarakat yg melek thd politik. namun tdk sepenuhnya paham scr komprehensif.
bagaimana ya kira2 agar masyarakat melek politik sekaligus paham scr komprehensif?