Larry Fink, CEO Pengelola Keuangan Terbesar di Dunia

larry fink
Apakah 5.1 triliun dolar US cukup? Tidak jika Anda adalah Larry Fink. Larry Fink adalah orang yang membangun BlackRock Inc. dan membantu mempopulerkan reksa dana Exchange-Traded Funds yang sekarang berambisi untuk membuat perusahaan pengelola aset terbesar di dunia ini besar seperti Google. Ini semua berkat Aladdin, perangkat lunak yang dikembangkan perusahaannya untuk menganalisis investasi. Fink melihat Aladdin sebagai Android dalam bidang keuangan dan memprediksi teknologi akan menjadi salah satu bisnis BlackRock terbesar dengan pendapatan sekitar 5 juta dolar US dalam lima tahun.

BlackRock dibangun pada tahun 1988 oleh sekumpulan orang dari Wall Street yang dipimpin oleh Larry Fink. BlackRock sukses dalam menawarkan investasi produk pasif yang bertujuan untuk melacak indeks seperti S&P 500. Cara ini adalah alternatif murah terhadap reksa dana tradisional yang biasanya hanya memperkaya manajer daripada kliennya. Sektor ini terus berkembang dengan cepat, dan BlackRock menjadi kompetitor terbesar dalam industri yang membawa keuntungan besar ini.

Pada Desember 2008 lalu ketika Fink mengakuisisi Barclays Global Investor telah final, BlackRock, perusahaan yang ia bangun 22 tahun lalu, secara resmi menjadi perusahaan pengelola uang terbesar di dunia. BlackRock—dengan aset senilai 3.3 triliun dolar US yang dikelolanya secara langsung dan aset pembantunya senilai 9 triliun dolar US—mengelola sekitar 1 triliun dolar US dana pensiun untuk jutaan warga Amerika dan mengawasi sejumlah investasi sejumlah institusi di seluruh dunia : dari pemerintahan negara dan lokal sampai kampus, dari perusahaan sampai negara seperti Abu Dhabi dan Singapura.

Daya tarik BlackRock bukan hanya jangkauannya yang luas dalam pasar global. Saat Fink menarik perjanjian Barclays akibat dari kehancuran keuangan pada tahun 2008 merupakan keputusan yang luar biasa, tetapi Ia melakukan lebih dari sekedar selamat dari reruntuhan tanpa cedera. Di puncak kehancuran, saat ekonomi Amerika berada pada ambang kehancuran, Fink adalah orang yang membantu dan memberikan konsul. Termasuk U.S. Treasury dan Bank Cadangan Federal New York (Federal Reserve Bank of New York) yang meminta pendapat Fink tentang pasar keuangan dan bantuan pada pembiayaan penjualan Bear Stearns kepada J.P. Morgan, bailout senilai 180 miliar dolar US dari A.I.G, penyelamatan Citigroup senilai 45 miliar dolar US dan penjualan Fannie Mae serta Freddie Mac senilai 112 miliar dolar US dan masih terus berkembang.

Fink yang memiliki perusahaan dengan aset senilai lebih dari 5 triliun dolr US ini perjalanan karirnya awalnya tidak mendapatkan jalan yang mulus. Sewaktu Ia masih di Wall Street, Ia diberi julukan “big swinging dick”, sebuah sebutan yang diambil dari buku semi autobiografi Michael Lewis yang berjudul Liar’s Poker, mendeskripsikan pedagang obligasi Wall Street yang arogan dan agresif. Selama bertahun-tahun, Fink mengalami pengalaman pahit karena perlakuan tidak mengenakkan padanya. Ia menyalahkan keangkuhan para banker WASP—White Anglo-Saxon Protestant, sebutan untuk kelas sosial elit orang kulit putih Amerika keturunan Inggris Protestan—di Wall Street.yang memandang rendah para trader Yahudi dan Italia.

Berjalannya waktu, berkat keteguhannya Ia berhasil menyusun kesepakatan penting, termasuk sekuritisasi GMAC pada tahun 1986 senilai 4.6 juta dolar US. Fink dihargai dengan uang dan status. Ia kemudian menjadi managing director termuda dalam sejarah First Boston. Salah seorang rekan kerjanya di First Boston mengatakan, “Fink selalu menginginkan lebih dari yang sudah Ia punya”, membuat orang-orang percaya suatu saat Fink akan memimpin perusahaannya saat itu, First Boston.

Fink diberhentikan dari First Boston menjadi salah satu “pemecatan” yang spektakular dan memalukan sepanjang sejarah Wall Street. Fink meyakinkan bahwa Ia tidak dipecat, tetapi Wall Street punya banyak cara untuk menyingkirkan orang. Fink pergi dari First Boston di tahun 1988 setelah dua tahun menjadi persona non grata, perusahaannya mengumumkan ke publik bahwa kepergian Fink merupakan suatu paksaan. “Dia tidak punya alasan untuk mempertahankan pekerjaannya saat itu” ungkap salah seorang juru bicara bank investasi.

“Saat itu sangat menyakitkan,” kata Fink.

“Aku tidak diperlakukan sebagai rekan kerja atau dihormati seperti yang kuharapkan. Hubungan kerja berubah dan terlalu sulit untuk aku kendalikan. Akhirnya, 2 tahun sebelum aku meninggalkan First Boston aku kehilangan kepercayaan diri.”

Setelah keluar dari First Boston, pada tahun 1988 bersama beberapa rekan kerjanya termasuk Ralph Schlosstein membangun perusahaan kecil, Blackstone Group yang pada tahun 1992 mengadopsi nama BlackRock. Pada tahun 1993 perusahaan kecilnya itu memiliki lebih dari 20 juta dolar US yang dikelola. Tetapi pada tahun selanjutnya Blackstone mengalami perpecahan. Setelah Fink dan Schwarzman memutuskan untuk menjual saham ke publik, mereka mengalami perbedaan dalam metode kompensasi dan ekuitas. Kemudian mereka setuju untuk berpisah, Schwarzman tetap di Blackstone sedangkan Fink menjadi CEO BlackRock Inc.

Lima belas tahun setelahnya, BlackRock berkembang dengan pesat. BlackRock menjadi perusahaan publik pada tahun 1999, membeli State Street Research & Management Co. senilai 375 juta dolar US, bergabung dengan Merrill Lynch Investment Manager di tahun 2006, membeli Quellos dan kesepakatan terbesarnya, mengakuisisi bisnis pengelola aset global Barclays.

Mengadopsi sistem Aladdin, sistem yang secara efektif terkomputerisasi dengan 5000 komputer yang menyala 24 jam, diawasi oleh teknisi, matematikawan, analis dan programer, “kebun komputer” milik BlackRock ini mampu memonitor jutaan trade tiap hari dan menjaga setiap keamanan dalam investasi portofolio klien untuk melihat seberapa mereka terpengaruh dengan perubahan paling kecil sekali pun dalam ekonomi.

Dengan Aladdin, BlackRock mampu mengevaluasi saham klien dalam sehari, walaupun harus mencari lewat portofolio senilai 30 juta dolar US, seperti yang BlackRock lakukan pada Bear Stearns di tahun 2008. BlackRock juga “menyewakan” kegunaan BlackRock kepada sekitar 40 klien, menyediakan dengan seluruh servis tapi tetap dikontrol dari kantor pusat.

Fink mengalami pasang surut dalam kehidupannya di bisnis konsultan. Fink telah berjalan di jalan yang lurus dan mulus sekarang ini berkat apa yang terjadi saat dia masih di Wall Street. “Apa yang terjadi di First Boston adalah kejadian yang membuatnya menjadi sekarang ini,” ujar teman Fink, Greg Fleming, mantan presiden Merrill Lynch. Tak mudah, Fink masih sedih ketika mengingat kejadian itu. Yang pasti, ia hanya tidak suka dengan cara kerja Wall Street—bagaimana mereka memperlakukan orang, karyawan dan klien.

Sumber :


https://www.bloomberg.com/features/2017-blackrock-larry-fink-interview/

2 Likes

Fink_1772405c
Perjalanan Pilu Yang Berbuah Kesuksesan

Walaupun sebagian kecil dari orang amerika mengenal namanya, Larry Fink mungkin menjadi orang terkuat pada post-bailout economy. Perusahaan besar bernama Blackrock pada sektor manajemen keuangannya mengatur atau mengawasi lebih dari $12 triliun di seluruh dunia—termasuk dengan kondisi finansial perusahaan Fannie Mae dan Freddie Mac, dan toxic assets milik A.I.G serta aset Bear Stearns diambil alih oleh pemerintah Amerika tahun lalu. Lalu bagaimana Larry Fink membalikkan keadaan mulai dari kegagalan yang pedih sehingga menjadi titik pusat penunjang finansial bagi Washington dan Wall Street? Melalui berbagai macam interview, tindakannya dalam mengantisipasi krisis, sistem risk-assesment nya yang unik, dan kekhawatiran serta ketakutan yang makin membesar lah yang menjadi inspirasinya.

Fink memulai karirnya pada tahun 1976 di First Boston, yaitu sebuah bank investasi yang berpusat di kota New York. Selanjutnya dia mengambil alih departemen obligasi milik First Boston, Fink membantu dalam hal kreasi dan pembangunan pasar sekuritas yang bermodal gadai di Amerika Serikat. Di First Boston, Fink dulunya adalah seorang anggota komite manajemen, direktur pengatur, dan wakil ketua dari Divisi Penghasilan Tetap Pajak; dia juga membuat divisi Financial Futures and Options, dan mengetuai Grup Produk Gadai dan Real Estate.

Fink menambahkan sebanyak 1 miliar dolar ke penghasilan total milik First Boston. Dia hanya merasakan kesuksesan pada bank tersebut hingga tahun 1986, dimana saat departemennya kehilangan 100 juta dolar akibat prediksinya yang tidak tepat tentang kemana suku bunga akan ditujukan. Pengalamannya pun memengaruhi keputusannya untuk merintis sebuah perusahaan yang akan menginventasikan uang klien dan sekaligus juga menggabungkan manajemen resiko komprehensif.

Pada tahun 1988, Fink menjadi co-founder BlackRock dibawah pengawasan yang dipayungi oleh Grup The Blackstone dan menjadi seorang direktur dan CEO dari perusahaan BlackRock tersebut. Disaat BlackRock memisahkan diri dari BlackStone pada tahun 1994, Fink mempertahankan posisinya sebagai direktur dan CEO setelah perusahaan BlackRock menjadi lebih independen pada tahun 1998. Jabatan lain yang disandangnya pada perusahaan tersebut meliputi Ketua Dewan, Ketua Komite Kepemimpinan dan Eksekutif, Ketua Dewan Perusahaan, dan Kordinator dari Komite Klien Global.

BlackRock mulai naik pamornya pada tahun 1999. Pada tahun 2003, Fink membantu untuk menegosiasikan pengunduran diri seorang CEO perusahaan New York Stock Exchange, Richard Grasso, yang dikritik luas karena gaji total yang didapatnya sebesar 190 juta dolar.

Pada tahun 2006 Fink memimpin In 2006 Fink memimpin bersama dengan Merrill Lynch Investment Manager, yang menambah portofolio manajemen aset BlackRock dua kali. Pada tahun yang sama, BlackRock membeli Stuyvesant Town–Peter Cooper Village, komplek perumahan di Manhattan sebesar 5.4 milyar yang menjadi perumahan real estate terbesar yang berprospek dalam sejarah Amerika Serikat. Ketika proyek tersebut berakhir gagal, klien BlackRock kehilangan uangnya, termasuk sistem pensiun dan pengunduran diri California sebesar 500 juta dolar Amerika.

Pemerintah Amerika mengadakan kontrak dengan BlackRock untuk membantu merapikan krisis finansial pada tahun 2008. Walaupun BlackRock sangat percaya menjadi pilihan terbaik untuk pekerjaan pemulihan dalam sektor finansial, hubungan lama Fink dengan pemerintah resmi telah merujuk ke sebuah pertanyaan tentang potensi konflik kepentingan mengenai kontrak pemerintah diberikan tanpa penawaran yang kompetitif.

Pada bulan Desember 2009, BlackRock membeli Barclays Global Investors, Pada suatu titik dimana perusahaan yang didirikan oleh Fink 22 tahun sebelumnya menjadi perusahaan manajemen uang terbesar di dunia. Meskipun memiliki pengaruh yang besar, dia tidak dikenal luas karena pengaruh itu, terlepas dari penampilan regulernya di CNBC. BlackRock menggaji Fink $ 23,6 juta pada tahun 2010.
Pada tahun 2012, BlackRock memiliki 3,5 triliun dolar Amerika di bawah manajemen, dengan 10.000 pakar ahli di 27 negara. Fink adalah anggota Kappa Beta Phi.

REFERENSI


https://www.blackrock.com/corporate/en-ch/about-us/leadership/larry-fink

Laurence Douglas “Larry” Fink (lahir 2 November 1952) merupakan seorang eksekutif keuangan Amerika. Dia adalah ketua dan CEO BlackRock, sebuah perusahaan manajemen investasi multinasional Amerika. BlackRock adalah perusahaan manajemen uang terbesar di dunia dengan aset lebih dari $5 triliun yang dikelola pada tahun 2016.

Fink menikahi istrinya, Lori, sejak pertengahan 1970-an. Pasangan ini memiliki rumah di Manhattan, North Salem, dan Vail, Colorado. Pasangan ini memiliki tiga anak. Joshua, putra sulung, adalah CEO Enso Capital, hedge fund dimana Fink juga memiliki saham. Fink adalah seorang Demokrat seumur hidup. Fink mendapat gelar BA dalam Ilmu Politik dari UCLA pada tahun 1974. Dia juga menerima gelar MBA di bidang Real Estate UCLA Anderson Graduate School of Management tahun 1976.
Sebelum mendirikan BlackRock pada tahun 1988, Mr. Fink adalah anggota Komite Manajemen dan Managing Director The First Boston Corporation. Fink bergabung dengan First Boston pada tahun 1976 dan dengan cepat menjadi salah satu pedagang sekuritas berbasis mortgage pertama di Wall Street. Selama masa jabatannya di First Boston, Mr. Fink adalah kepala Divisi Penghasilan Kena Pajak Kena Pajak, yang bertanggung jawab untuk berdagang dan mendistribusikan semua sekuritas pemerintah, hipotek dan perusahaan. Fink juga memulai Financial Futures and Options Department dan memimpin Grup Produk Hipotek dan Real Estat.

Fink berperan sebagai anggota Dewan Pengawas Universitas New York dan merupakan Co-Chairman dari NYU Langone Medical Centre Board of Trustees. Fink juga bertugas di Dewan Museum Seni Modern (MoMA), Council on Foreign Relations dan Robin Hood, organisasi amal New York City. Dia juga Co-Chairman The Partnership untuk New York City, yang bekerja untuk melibatkan komunitas bisnis dalam upaya memajukan ekonomi kota dan mempertahankan posisinya sebagai pusat perdagangan, keuangan dan inovasi dunia.

Dengan aset $2,5 triliun yang dikelola dengan hati-hati, Larry Fink’s BlackRock mengelola lebih banyak uang daripada perusahaan manapun di dunia. BlackRock melihat sedikit penurunan pendapatan selama setahun terakhir karena investor bergerak lebih ke arah investasi berbasis indeks berbiaya rendah, namun perusahaan tersebut terus mengungguli S&P 500 sejak krisis keuangan. Selama tahun lalu, Fink secara terbuka mengkritik fokus pasar pada hasil jangka pendek. Fink sering menjadi panggilan telepon pertama untuk pemerintah dan bisnis di seluruh dunia dengan pertanyaan, dengan klien dan mitra masa lalu dan sekarang termasuk Treasury Her Majesty, Federal Reserve Bank of New York, AT & T dan Google.

Dalam interview dengan Larry Fink, Larry menjelaskan mengenai pendekatan pribadinya terhadap kepemimpinan yaitu “Saya masih belajar hari ini sama seperti saat saya belajar 36 tahun yang lalu saat memulai bisnis ini. Jadi pekerjaan kita secara global adalah tentang investasi. Dan ini tentang transfer informasi ke klien kami. Tugas kami adalah memberikan layanan manajemen risiko kepada klien. Jadi itu berarti harus saat ini. Anda harus sampai dengan kecepatan. Anda harus responsif. Sangat penting untuk berevolusi dengan dunia. Dan jika tidak, Anda akan gagal. Saat Anda melihat betapa banyak perusahaan telah gagal, mungkin mereka sangat baik dengan satu produk untuk satu saat. Tapi mereka tidak memantau evolusi produk itu atau evolusi informasi itu dan karenanya tidak beradaptasi cukup cepat dan menjadi tidak relevan - atau produk mereka menjadi tidak relevan. Bagi saya sebagai pemimpin, itu adalah salah satu pesan terpenting bagi semua orang. Jika Anda pikir Anda bukan pelajar hari ini, dan Anda tidak belajar di luar sana, maka Anda tidak akan tahu bagaimana memerintah negara ini.”

Laurence D. Fink, CEO BlackRock Inc, mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi A.S. yang tidak bersemangat dan ketidakpastian seputar kemampuan administrasi menimbulkan risiko bagi pasar. BlackRock melaporkan hasil kuartal pertama Rabu sebelumnya yang mengalahkan perkiraan analis terhadap pendapatan saat kehilangan pendapatan. Di luar AS, Fink mengatakan bahwa dia melakukan pendekatan “wait and see” terhadap Brexit karena tidak jelas apa artinya perubahan tersebut bagi Inggris.

REFERENSI

https://www.linkedin.com/in/laurencefink

http://www.mckinsey.com/global-themes/leadership/an-interview-with-larry-fink

https://www.bloomberg.com/news/articles/2017-04-19/blackrock-s-fink-sees-warning-signs-for-u-s-economy-brewing

Sebagai ketua dan CEO BlackRock, Larry Fink bertanggung jawab atas aset sebesar 1,3 triliun USD yang dikelolanya, membuatnya menjadi salah satu orang yang paling berpengaruh dalam dunia keuangan global.

Dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg Markets, Fink mengatakan bahwa dia tidak pernah menirukan gaya kepemimpinan siapapun tapi dia memiliki dua penutan yaitu Lee Kuan Yew, penemu Singapura modern, dan Phil Jackson, salah satu pelatih team NBA yang paling banyak menang dalam sejarah yang sekarang presiden New York Knicks.

Fink menjelaskan pilihan panutannya: “Pada tahun 1965, Lee Kuan Yew membawa pelabuhan yang dipenuhi nyamuk ini sehingga orang-orang Inggris dan kemudian orang-orang Melayu hancur, dan melihat masyarakat Singapura hari ini- Singapura sangat mengesankan,” katanya. Sedangkan untuk Jackson: "Ada satu alasan untuk memiliki fenomena hedonistik yang memiliki tahun yang luar biasa dan memenangkan kejuaraan. Jackson melakukannya 11 kali. Untuk melakukan itu setiap tahun, mengumpulkan atlet untuk bermain sebagai tim, bagi saya itulah yang disebut kepemimpinan. "

Kami telah memecah dasar-dasar filosofi kepemimpinan Lee dan Jackson untuk mendapatkan gagasan yang lebih baik tentang apa yang dikagumi Fink.

Lee Kuan Kew menghargai disiplin dan kebebasan berpendapat.

Singapura memilih Lee sebagai perdana menteri pada tahun 1959, enam tahun sebelum memperoleh kemerdekaannya dari Malaysia. Dalam tiga dekade, Lee memimpin Singapura dari sebuah pelabuhan kecil di ujung Malaysia menjadi salah satu negara teratas dunia dengan produk domestik bruto- sebuah pusat keuangan global yang inovatif.

Ilmuwan politik Harvard Graham Allison menyoroti lima aspek gaya kepemimpinannya:
• Hasil lebih diutamakan daripada cita-cita.

• Pemimpin harus menempatkan kebaikan rakyat mereka diatas kepentingan mereka sendiri.

• Sukses berasal dari persaingan sengit yang muncul saat kesempatan yang sama dijamin.

• Perlu untuk tetap disiplin tanpa terikat erat dengan tuntutan ideologi.

• Seorang pemimpin yang hebat adalah orang yang berani, tangguh, dan stabil secara emosional.

Sedangkan untuk Phil Jackson, ia selalu mempercayai dirinya dan para pemainnya. Selama karirnya sebagai pelatih kepala NBA dari tahun 1989 sampai 2011 (dengan beberapa waktu istirahat yang sangat singkat), Jackson memenangkan 11 gelar kejuaraan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Sebagai kepala pelatih team Chicago Bulls dan Los Angeles Lakers, Jackson mampu membawa yang terbaik dari dua pemain terbaik sepanjang sejarah, Michael Jordan dan Kobe Bryant, dan memupuk kerja sama tim di antara pemain dengan ego besar.

Pada tahun 2013, Jackson membahas memoarnya “Eleven Rings” dengan kolumnis olahraga Chicago Tribune K.C. Johnson, dan dua pendekatan pembinaan Jackson:
• Pemimpin yang mampu beradaptasi dengan tim baru dan tetap unggul melakukannya karena mereka berdamai dengan dirinya sendiri dan mempercayai intuisi yang telah mereka kembangkan.

• Pemimpin harus otentik untuk mendapatkan rasa hormat dari tim mereka.

• Pemimpin besar tidak memaksakan kehendak mereka pada orang-orang mereka. Sukses datang dari inspirasi mereka untuk mengubah diri mereka sendiri.

• Tidak mungkin mengubah seseorang secara mendasar. Seorang pemimpin perlu menemukan peran bagi individu yang memungkinkan mereka berkembang, sehingga dapat memberi kontribusi paling besar kepada tim.

Selain menjadikan BlackRock sebagai perusahaan manajer uang didunia, Fink ternyata juga turut membantu terbentuknya band pop Amerika yang terkenal, Maroon 5.

“Pada tahun 2000-an saya bertemu dengan seorang pemuda, James Diener, yang bekerja di naungan Columbia Records,” kata Fink kepada majalah Bloomberg Markets dalam sebuah wawancara.

“Diener menunjukkan kepada saya sebuah rencana bisnis untuk label rekaman independen dan mengenalkan saya kepada kedua rekannya. Ini mengingatkan saya pada BlackRock - orang muda berbakat yang ingin memulai pekerjaan mereka sendiri.”

Fink mengatakan bahwa dia “antusias” untuk membantu musisi muda menemukan jalan mereka di industri mereka. Jadi, dia menjadi investor utama di sebuah perusahaan bernama Octone Records, dan artis pertama yang ditandatangani oleh Octone disebut Kara’s Flowers, jelas Fink

“Kami bekerja dengan mereka dan mengganti namanya menjadi Maroon 5. Kami adalah perusahaan yang melabeli Maroon 5 selama kira-kira lima album pertama mereka.”

BlackRock memiliki $ 5,1 triliun di bawah manajemen mereka pada akhir tahun lalu.

Sumber:

Laurence Douglas “Larry” Fink (lahir 2 November 1952) merupakan seorang eksekutif keuangan Amerika. Dia adalah ketua dan CEO BlackRock, sebuah perusahaan manajemen investasi multinasional Amerika. BlackRock adalah perusahaan manajemen uang terbesar di dunia dengan aset lebih dari $5 triliun yang dikelola pada tahun 2016.

Fink menikahi istrinya, Lori, sejak pertengahan 1970-an. Pasangan ini memiliki rumah di Manhattan, North Salem, dan Vail, Colorado. Pasangan ini memiliki tiga anak. Joshua, putra sulung, adalah CEO Enso Capital, hedge fund dimana Fink juga memiliki saham. Fink adalah seorang Demokrat seumur hidup. Fink mendapat gelar BA dalam Ilmu Politik dari UCLA pada tahun 1974. Dia juga menerima gelar MBA di bidang Real Estate UCLA Anderson Graduate School of Management tahun 1976.

Sebelum mendirikan BlackRock pada tahun 1988, Mr. Fink adalah anggota Komite Manajemen dan Managing Director The First Boston Corporation. Fink bergabung dengan First Boston pada tahun 1976 dan dengan cepat menjadi salah satu pedagang sekuritas berbasis mortgage pertama di Wall Street. Selama masa jabatannya di First Boston, Mr. Fink adalah kepala Divisi Penghasilan Kena Pajak Kena Pajak, yang bertanggung jawab untuk berdagang dan mendistribusikan semua sekuritas pemerintah, hipotek dan perusahaan. Fink juga memulai Financial Futures and Options Department dan memimpin Grup Produk Hipotek dan Real Estat.

Fink berperan sebagai anggota Dewan Pengawas Universitas New York dan merupakan Co-Chairman dari NYU Langone Medical Centre Board of Trustees. Fink juga bertugas di Dewan Museum Seni Modern (MoMA), Council on Foreign Relations dan Robin Hood, organisasi amal New York City. Dia juga Co-Chairman The Partnership untuk New York City, yang bekerja untuk melibatkan komunitas bisnis dalam upaya memajukan ekonomi kota dan mempertahankan posisinya sebagai pusat perdagangan, keuangan dan inovasi dunia.

Dengan aset $2,5 triliun yang dikelola dengan hati-hati, Larry Fink’s BlackRock mengelola lebih banyak uang daripada perusahaan manapun di dunia. BlackRock melihat sedikit penurunan pendapatan selama setahun terakhir karena investor bergerak lebih ke arah investasi berbasis indeks berbiaya rendah, namun perusahaan tersebut terus mengungguli S&P 500 sejak krisis keuangan. Selama tahun lalu, Fink secara terbuka mengkritik fokus pasar pada hasil jangka pendek. Fink sering menjadi panggilan telepon pertama untuk pemerintah dan bisnis di seluruh dunia dengan pertanyaan, dengan klien dan mitra masa lalu dan sekarang termasuk Treasury Her Majesty, Federal Reserve Bank of New York, AT & T dan Google.

Dalam interview dengan Larry Fink, Larry menjelaskan mengenai pendekatan pribadinya terhadap kepemimpinan yaitu “Saya masih belajar hari ini sama seperti saat saya belajar 36 tahun yang lalu saat memulai bisnis ini. Jadi pekerjaan kita secara global adalah tentang investasi. Dan ini tentang transfer informasi ke klien kami. Tugas kami adalah memberikan layanan manajemen risiko kepada klien. Jadi itu berarti harus saat ini. Anda harus sampai dengan kecepatan. Anda harus responsif. Sangat penting untuk berevolusi dengan dunia. Dan jika tidak, Anda akan gagal. Saat Anda melihat betapa banyak perusahaan telah gagal, mungkin mereka sangat baik dengan satu produk untuk satu saat. Tapi mereka tidak memantau evolusi produk itu atau evolusi informasi itu dan karenanya tidak beradaptasi cukup cepat dan menjadi tidak relevan - atau produk mereka menjadi tidak relevan. Bagi saya sebagai pemimpin, itu adalah salah satu pesan terpenting bagi semua orang. Jika Anda pikir Anda bukan pelajar hari ini, dan Anda tidak belajar di luar sana, maka Anda tidak akan tahu bagaimana memerintah negara ini.”

Laurence D. Fink, CEO BlackRock Inc, mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi A.S. yang tidak bersemangat dan ketidakpastian seputar kemampuan administrasi menimbulkan risiko bagi pasar. BlackRock melaporkan hasil kuartal pertama Rabu sebelumnya yang mengalahkan perkiraan analis terhadap pendapatan saat kehilangan pendapatan. Di luar AS, Fink mengatakan bahwa dia melakukan pendekatan “wait and see” terhadap Brexit karena tidak jelas apa artinya perubahan tersebut bagi Inggris.

REFERENSI

https://www.linkedin.com/in/laurencefink

http://www.mckinsey.com/global-themes/leadership/an-interview-with-larry-fink

https://www.bloomberg.com/news/articles/2017-04-19/blackrock-s-fink-sees-warning-signs-for-u-s-economy-brewing

1 Like


Sebagai ketua dan CEO BlackRock, Larry Fink bertanggung jawab atas aset sebesar 1,3 triliun USD yang dikelolanya, membuatnya menjadi salah satu orang yang paling berpengaruh dalam dunia keuangan global.

Dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg Markets, Fink mengatakan bahwa dia tidak pernah menirukan gaya kepemimpinan siapapun tapi dia memiliki dua penutan yaitu Lee Kuan Yew, penemu Singapura modern, dan Phil Jackson, salah satu pelatih team NBA yang paling banyak menang dalam sejarah yang sekarang presiden New York Knicks.

Fink menjelaskan pilihan panutannya: “Pada tahun 1965, Lee Kuan Yew membawa pelabuhan yang dipenuhi nyamuk ini sehingga orang-orang Inggris dan kemudian orang-orang Melayu hancur, dan melihat masyarakat Singapura hari ini- Singapura sangat mengesankan,” katanya. Sedangkan untuk Jackson: "Ada satu alasan untuk memiliki fenomena hedonistik yang memiliki tahun yang luar biasa dan memenangkan kejuaraan. Jackson melakukannya 11 kali. Untuk melakukan itu setiap tahun, mengumpulkan atlet untuk bermain sebagai tim, bagi saya itulah yang disebut kepemimpinan. "

Kami telah memecah dasar-dasar filosofi kepemimpinan Lee dan Jackson untuk mendapatkan gagasan yang lebih baik tentang apa yang dikagumi Fink.

Lee Kuan Kew menghargai disiplin dan kebebasan berpendapat. Singapura memilih Lee sebagai perdana menteri pada tahun 1959, enam tahun sebelum memperoleh kemerdekaannya dari Malaysia. Dalam tiga dekade, Lee memimpin Singapura dari sebuah pelabuhan kecil di ujung Malaysia menjadi salah satu negara teratas dunia dengan produk domestik bruto- sebuah pusat keuangan global yang inovatif.

Ilmuwan politik Harvard Graham Allison menyoroti lima aspek gaya kepemimpinannya:

• Hasil lebih diutamakan daripada cita-cita.

• Pemimpin harus menempatkan kebaikan rakyat mereka diatas kepentingan mereka sendiri.

• Sukses berasal dari persaingan sengit yang muncul saat kesempatan yang sama dijamin.

• Perlu untuk tetap disiplin tanpa terikat erat dengan tuntutan ideologi.

• Seorang pemimpin yang hebat adalah orang yang berani, tangguh, dan stabil secara emosional.

Sedangkan untuk Phil Jackson, ia selalu mempercayai dirinya dan para pemainnya. Selama karirnya sebagai pelatih kepala NBA dari tahun 1989 sampai 2011 (dengan beberapa waktu istirahat yang sangat singkat), Jackson memenangkan 11 gelar kejuaraan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Sebagai kepala pelatih team Chicago Bulls dan Los Angeles Lakers, Jackson mampu membawa yang terbaik dari dua pemain terbaik sepanjang sejarah, Michael Jordan dan Kobe Bryant, dan memupuk kerja sama tim di antara pemain dengan ego besar.

Pada tahun 2013, Jackson membahas memoarnya “Eleven Rings” dengan kolumnis olahraga Chicago Tribune K.C. Johnson, dan dua pendekatan pembinaan Jackson:
• Pemimpin yang mampu beradaptasi dengan tim baru dan tetap unggul melakukannya karena mereka berdamai dengan dirinya sendiri dan mempercayai intuisi yang telah mereka kembangkan.

• Pemimpin harus otentik untuk mendapatkan rasa hormat dari tim mereka.

• Pemimpin besar tidak memaksakan kehendak mereka pada orang-orang mereka. Sukses datang dari inspirasi mereka untuk mengubah diri mereka sendiri.

• Tidak mungkin mengubah seseorang secara mendasar. Seorang pemimpin perlu menemukan peran bagi individu yang memungkinkan mereka berkembang, sehingga dapat memberi kontribusi paling besar kepada tim.

Selain menjadikan BlackRock sebagai perusahaan manajer uang didunia, Fink ternyata juga turut membantu terbentuknya band pop Amerika yang terkenal, Maroon 5.

“Pada tahun 2000-an saya bertemu dengan seorang pemuda, James Diener, yang bekerja di naungan Columbia Records,” kata Fink kepada majalah Bloomberg Markets dalam sebuah wawancara.

“Diener menunjukkan kepada saya sebuah rencana bisnis untuk label rekaman independen dan mengenalkan saya kepada kedua rekannya. Ini mengingatkan saya pada BlackRock - orang muda berbakat yang ingin memulai pekerjaan mereka sendiri.”

Fink mengatakan bahwa dia “antusias” untuk membantu musisi muda menemukan jalan mereka di industri mereka. Jadi, dia menjadi investor utama di sebuah perusahaan bernama Octone Records, dan artis pertama yang ditandatangani oleh Octone disebut Kara’s Flowers, jelas Fink

“Kami bekerja dengan mereka dan mengganti namanya menjadi Maroon 5. Kami adalah perusahaan yang melabeli Maroon 5 selama kira-kira lima album pertama mereka.”

BlackRock memiliki $ 5,1 triliun di bawah manajemen mereka pada akhir tahun lalu.

Sumber:

larry fink

Laurence Douglas “Larry” Fink (lahir 2 November 1952) merupakan seorang eksekutif keuangan Amerika. Dia adalah ketua dan CEO BlackRock, sebuah perusahaan manajemen investasi multinasional Amerika. BlackRock adalah perusahaan manajemen uang terbesar di dunia dengan aset lebih dari $5 triliun yang dikelola pada tahun 2016.

Fink menikahi istrinya, Lori, sejak pertengahan 1970-an. Pasangan ini memiliki rumah di Manhattan, North Salem, dan Vail, Colorado. Pasangan ini memiliki tiga anak. Joshua, putra sulung, adalah CEO Enso Capital, hedge fund dimana Fink juga memiliki saham. Fink adalah seorang Demokrat seumur hidup. Fink mendapat gelar BA dalam Ilmu Politik dari UCLA pada tahun 1974. Dia juga menerima gelar MBA di bidang Real Estate UCLA Anderson Graduate School of Management tahun 1976.
Sebelum mendirikan BlackRock pada tahun 1988, Mr. Fink adalah anggota Komite Manajemen dan Managing Director The First Boston Corporation. Fink bergabung dengan First Boston pada tahun 1976 dan dengan cepat menjadi salah satu pedagang sekuritas berbasis mortgage pertama di Wall Street. Selama masa jabatannya di First Boston, Mr. Fink adalah kepala Divisi Penghasilan Kena Pajak Kena Pajak, yang bertanggung jawab untuk berdagang dan mendistribusikan semua sekuritas pemerintah, hipotek dan perusahaan. Fink juga memulai Financial Futures and Options Department dan memimpin Grup Produk Hipotek dan Real Estat.

Fink berperan sebagai anggota Dewan Pengawas Universitas New York dan merupakan Co-Chairman dari NYU Langone Medical Centre Board of Trustees. Fink juga bertugas di Dewan Museum Seni Modern (MoMA), Council on Foreign Relations dan Robin Hood, organisasi amal New York City. Dia juga Co-Chairman The Partnership untuk New York City, yang bekerja untuk melibatkan komunitas bisnis dalam upaya memajukan ekonomi kota dan mempertahankan posisinya sebagai pusat perdagangan, keuangan dan inovasi dunia.

Dengan aset $2,5 triliun yang dikelola dengan hati-hati, Larry Fink’s BlackRock mengelola lebih banyak uang daripada perusahaan manapun di dunia. BlackRock melihat sedikit penurunan pendapatan selama setahun terakhir karena investor bergerak lebih ke arah investasi berbasis indeks berbiaya rendah, namun perusahaan tersebut terus mengungguli S&P 500 sejak krisis keuangan. Selama tahun lalu, Fink secara terbuka mengkritik fokus pasar pada hasil jangka pendek. Fink sering menjadi panggilan telepon pertama untuk pemerintah dan bisnis di seluruh dunia dengan pertanyaan, dengan klien dan mitra masa lalu dan sekarang termasuk Treasury Her Majesty, Federal Reserve Bank of New York, AT & T dan Google.

Dalam interview dengan Larry Fink, Larry menjelaskan mengenai pendekatan pribadinya terhadap kepemimpinan yaitu “Saya masih belajar hari ini sama seperti saat saya belajar 36 tahun yang lalu saat memulai bisnis ini. Jadi pekerjaan kita secara global adalah tentang investasi. Dan ini tentang transfer informasi ke klien kami. Tugas kami adalah memberikan layanan manajemen risiko kepada klien. Jadi itu berarti harus saat ini. Anda harus sampai dengan kecepatan. Anda harus responsif. Sangat penting untuk berevolusi dengan dunia. Dan jika tidak, Anda akan gagal. Saat Anda melihat betapa banyak perusahaan telah gagal, mungkin mereka sangat baik dengan satu produk untuk satu saat. Tapi mereka tidak memantau evolusi produk itu atau evolusi informasi itu dan karenanya tidak beradaptasi cukup cepat dan menjadi tidak relevan - atau produk mereka menjadi tidak relevan. Bagi saya sebagai pemimpin, itu adalah salah satu pesan terpenting bagi semua orang. Jika Anda pikir Anda bukan pelajar hari ini, dan Anda tidak belajar di luar sana, maka Anda tidak akan tahu bagaimana memerintah negara ini.”

Laurence D. Fink, CEO BlackRock Inc, mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi A.S. yang tidak bersemangat dan ketidakpastian seputar kemampuan administrasi menimbulkan risiko bagi pasar. BlackRock melaporkan hasil kuartal pertama Rabu sebelumnya yang mengalahkan perkiraan analis terhadap pendapatan saat kehilangan pendapatan. Di luar AS, Fink mengatakan bahwa dia melakukan pendekatan “wait and see” terhadap Brexit karena tidak jelas apa artinya perubahan tersebut bagi Inggris.

REFERENSI

https://www.linkedin.com/in/laurencefink

http://www.mckinsey.com/global-themes/leadership/an-interview-with-larry-fink

https://www.bloomberg.com/news/articles/2017-04-19/blackrock-s-fink-sees-warning-signs-for-u-s-economy-brewing

larry fink

Laurence Douglas “Larry” Fink (lahir 2 November 1952) merupakan seorang eksekutif keuangan Amerika. Dia adalah ketua dan CEO BlackRock, sebuah perusahaan manajemen investasi multinasional Amerika. BlackRock adalah perusahaan manajemen uang terbesar di dunia dengan aset lebih dari $5 triliun yang dikelola pada tahun 2016.

Fink menikahi istrinya, Lori, sejak pertengahan 1970-an. Pasangan ini memiliki rumah di Manhattan, North Salem, dan Vail, Colorado. Pasangan ini memiliki tiga anak. Joshua, putra sulung, adalah CEO Enso Capital, hedge fund dimana Fink juga memiliki saham. Fink adalah seorang Demokrat seumur hidup. Fink mendapat gelar BA dalam Ilmu Politik dari UCLA pada tahun 1974. Dia juga menerima gelar MBA di bidang Real Estate UCLA Anderson Graduate School of Management tahun 1976.
Sebelum mendirikan BlackRock pada tahun 1988, Mr. Fink adalah anggota Komite Manajemen dan Managing Director The First Boston Corporation. Fink bergabung dengan First Boston pada tahun 1976 dan dengan cepat menjadi salah satu pedagang sekuritas berbasis mortgage pertama di Wall Street. Selama masa jabatannya di First Boston, Mr. Fink adalah kepala Divisi Penghasilan Kena Pajak Kena Pajak, yang bertanggung jawab untuk berdagang dan mendistribusikan semua sekuritas pemerintah, hipotek dan perusahaan. Fink juga memulai Financial Futures and Options Department dan memimpin Grup Produk Hipotek dan Real Estat.

Fink berperan sebagai anggota Dewan Pengawas Universitas New York dan merupakan Co-Chairman dari NYU Langone Medical Centre Board of Trustees. Fink juga bertugas di Dewan Museum Seni Modern (MoMA), Council on Foreign Relations dan Robin Hood, organisasi amal New York City. Dia juga Co-Chairman The Partnership untuk New York City, yang bekerja untuk melibatkan komunitas bisnis dalam upaya memajukan ekonomi kota dan mempertahankan posisinya sebagai pusat perdagangan, keuangan dan inovasi dunia.

Dengan aset $2,5 triliun yang dikelola dengan hati-hati, Larry Fink’s BlackRock mengelola lebih banyak uang daripada perusahaan manapun di dunia. BlackRock melihat sedikit penurunan pendapatan selama setahun terakhir karena investor bergerak lebih ke arah investasi berbasis indeks berbiaya rendah, namun perusahaan tersebut terus mengungguli S&P 500 sejak krisis keuangan. Selama tahun lalu, Fink secara terbuka mengkritik fokus pasar pada hasil jangka pendek. Fink sering menjadi panggilan telepon pertama untuk pemerintah dan bisnis di seluruh dunia dengan pertanyaan, dengan klien dan mitra masa lalu dan sekarang termasuk Treasury Her Majesty, Federal Reserve Bank of New York, AT & T dan Google.

Dalam interview dengan Larry Fink, Larry menjelaskan mengenai pendekatan pribadinya terhadap kepemimpinan yaitu “Saya masih belajar hari ini sama seperti saat saya belajar 36 tahun yang lalu saat memulai bisnis ini. Jadi pekerjaan kita secara global adalah tentang investasi. Dan ini tentang transfer informasi ke klien kami. Tugas kami adalah memberikan layanan manajemen risiko kepada klien. Jadi itu berarti harus saat ini. Anda harus sampai dengan kecepatan. Anda harus responsif. Sangat penting untuk berevolusi dengan dunia. Dan jika tidak, Anda akan gagal. Saat Anda melihat betapa banyak perusahaan telah gagal, mungkin mereka sangat baik dengan satu produk untuk satu saat. Tapi mereka tidak memantau evolusi produk itu atau evolusi informasi itu dan karenanya tidak beradaptasi cukup cepat dan menjadi tidak relevan - atau produk mereka menjadi tidak relevan. Bagi saya sebagai pemimpin, itu adalah salah satu pesan terpenting bagi semua orang. Jika Anda pikir Anda bukan pelajar hari ini, dan Anda tidak belajar di luar sana, maka Anda tidak akan tahu bagaimana memerintah negara ini.”

Laurence D. Fink, CEO BlackRock Inc, mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi A.S. yang tidak bersemangat dan ketidakpastian seputar kemampuan administrasi menimbulkan risiko bagi pasar. BlackRock melaporkan hasil kuartal pertama Rabu sebelumnya yang mengalahkan perkiraan analis terhadap pendapatan saat kehilangan pendapatan. Di luar AS, Fink mengatakan bahwa dia melakukan pendekatan “wait and see” terhadap Brexit karena tidak jelas apa artinya perubahan tersebut bagi Inggris.

REFERENSI

https://www.linkedin.com/in/laurencefink

http://www.mckinsey.com/global-themes/leadership/an-interview-with-larry-fink

https://www.bloomberg.com/news/articles/2017-04-19/blackrock-s-fink-sees-warning-signs-for-u-s-economy-brewing

Sebagai ketua dan CEO BlackRock, Larry Fink bertanggung jawab atas aset sebesar 1,3 triliun USD yang dikelolanya, membuatnya menjadi salah satu orang yang paling berpengaruh dalam dunia keuangan global.

Dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg Markets, Fink mengatakan bahwa dia tidak pernah menirukan gaya kepemimpinan siapapun tapi dia memiliki dua penutan yaitu Lee Kuan Yew, penemu Singapura modern, dan Phil Jackson, salah satu pelatih team NBA yang paling banyak menang dalam sejarah yang sekarang presiden New York Knicks.

Fink menjelaskan pilihan panutannya: “Pada tahun 1965, Lee Kuan Yew membawa pelabuhan yang dipenuhi nyamuk ini sehingga orang-orang Inggris dan kemudian orang-orang Melayu hancur, dan melihat masyarakat Singapura hari ini- Singapura sangat mengesankan,” katanya. Sedangkan untuk Jackson: "Ada satu alasan untuk memiliki fenomena hedonistik yang memiliki tahun yang luar biasa dan memenangkan kejuaraan. Jackson melakukannya 11 kali. Untuk melakukan itu setiap tahun, mengumpulkan atlet untuk bermain sebagai tim, bagi saya itulah yang disebut kepemimpinan. "

Kami telah memecah dasar-dasar filosofi kepemimpinan Lee dan Jackson untuk mendapatkan gagasan yang lebih baik tentang apa yang dikagumi Fink.

Lee Kuan Kew menghargai disiplin dan kebebasan berpendapat.

Singapura memilih Lee sebagai perdana menteri pada tahun 1959, enam tahun sebelum memperoleh kemerdekaannya dari Malaysia. Dalam tiga dekade, Lee memimpin Singapura dari sebuah pelabuhan kecil di ujung Malaysia menjadi salah satu negara teratas dunia dengan produk domestik bruto- sebuah pusat keuangan global yang inovatif.

Ilmuwan politik Harvard Graham Allison menyoroti lima aspek gaya kepemimpinannya:
• Hasil lebih diutamakan daripada cita-cita.

• Pemimpin harus menempatkan kebaikan rakyat mereka diatas kepentingan mereka sendiri.

• Sukses berasal dari persaingan sengit yang muncul saat kesempatan yang sama dijamin.

• Perlu untuk tetap disiplin tanpa terikat erat dengan tuntutan ideologi.

• Seorang pemimpin yang hebat adalah orang yang berani, tangguh, dan stabil secara emosional.

Sedangkan untuk Phil Jackson, ia selalu mempercayai dirinya dan para pemainnya. Selama karirnya sebagai pelatih kepala NBA dari tahun 1989 sampai 2011 (dengan beberapa waktu istirahat yang sangat singkat), Jackson memenangkan 11 gelar kejuaraan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Sebagai kepala pelatih team Chicago Bulls dan Los Angeles Lakers, Jackson mampu membawa yang terbaik dari dua pemain terbaik sepanjang sejarah, Michael Jordan dan Kobe Bryant, dan memupuk kerja sama tim di antara pemain dengan ego besar.

Pada tahun 2013, Jackson membahas memoarnya “Eleven Rings” dengan kolumnis olahraga Chicago Tribune K.C. Johnson, dan dua pendekatan pembinaan Jackson:
• Pemimpin yang mampu beradaptasi dengan tim baru dan tetap unggul melakukannya karena mereka berdamai dengan dirinya sendiri dan mempercayai intuisi yang telah mereka kembangkan.

• Pemimpin harus otentik untuk mendapatkan rasa hormat dari tim mereka.

• Pemimpin besar tidak memaksakan kehendak mereka pada orang-orang mereka. Sukses datang dari inspirasi mereka untuk mengubah diri mereka sendiri.

• Tidak mungkin mengubah seseorang secara mendasar. Seorang pemimpin perlu menemukan peran bagi individu yang memungkinkan mereka berkembang, sehingga dapat memberi kontribusi paling besar kepada tim.

Selain menjadikan BlackRock sebagai perusahaan manajer uang didunia, Fink ternyata juga turut membantu terbentuknya band pop Amerika yang terkenal, Maroon 5.

“Pada tahun 2000-an saya bertemu dengan seorang pemuda, James Diener, yang bekerja di naungan Columbia Records,” kata Fink kepada majalah Bloomberg Markets dalam sebuah wawancara.

“Diener menunjukkan kepada saya sebuah rencana bisnis untuk label rekaman independen dan mengenalkan saya kepada kedua rekannya. Ini mengingatkan saya pada BlackRock - orang muda berbakat yang ingin memulai pekerjaan mereka sendiri.”

Fink mengatakan bahwa dia “antusias” untuk membantu musisi muda menemukan jalan mereka di industri mereka. Jadi, dia menjadi investor utama di sebuah perusahaan bernama Octone Records, dan artis pertama yang ditandatangani oleh Octone disebut Kara’s Flowers, jelas Fink

“Kami bekerja dengan mereka dan mengganti namanya menjadi Maroon 5. Kami adalah perusahaan yang melabeli Maroon 5 selama kira-kira lima album pertama mereka.”

BlackRock memiliki $ 5,1 triliun di bawah manajemen mereka pada akhir tahun lalu.

Sumber:

Laurence Douglas “Larry” Fink (lahir 2 November 1952) merupakan seorang eksekutif keuangan Amerika. Dia adalah ketua dan CEO BlackRock, sebuah perusahaan manajemen investasi multinasional Amerika. BlackRock adalah perusahaan manajemen uang terbesar di dunia dengan aset lebih dari $5 triliun yang dikelola pada tahun 2016.

Fink menikahi istrinya, Lori, sejak pertengahan 1970-an. Pasangan ini memiliki rumah di Manhattan, North Salem, dan Vail, Colorado. Pasangan ini memiliki tiga anak. Joshua, putra sulung, adalah CEO Enso Capital, hedge fund dimana Fink juga memiliki saham. Fink adalah seorang Demokrat seumur hidup. Fink mendapat gelar BA dalam Ilmu Politik dari UCLA pada tahun 1974. Dia juga menerima gelar MBA di bidang Real Estate UCLA Anderson Graduate School of Management tahun 1976.
Sebelum mendirikan BlackRock pada tahun 1988, Mr. Fink adalah anggota Komite Manajemen dan Managing Director The First Boston Corporation. Fink bergabung dengan First Boston pada tahun 1976 dan dengan cepat menjadi salah satu pedagang sekuritas berbasis mortgage pertama di Wall Street. Selama masa jabatannya di First Boston, Mr. Fink adalah kepala Divisi Penghasilan Kena Pajak Kena Pajak, yang bertanggung jawab untuk berdagang dan mendistribusikan semua sekuritas pemerintah, hipotek dan perusahaan. Fink juga memulai Financial Futures and Options Department dan memimpin Grup Produk Hipotek dan Real Estat.

Fink berperan sebagai anggota Dewan Pengawas Universitas New York dan merupakan Co-Chairman dari NYU Langone Medical Centre Board of Trustees. Fink juga bertugas di Dewan Museum Seni Modern (MoMA), Council on Foreign Relations dan Robin Hood, organisasi amal New York City. Dia juga Co-Chairman The Partnership untuk New York City, yang bekerja untuk melibatkan komunitas bisnis dalam upaya memajukan ekonomi kota dan mempertahankan posisinya sebagai pusat perdagangan, keuangan dan inovasi dunia.

Dengan aset $2,5 triliun yang dikelola dengan hati-hati, Larry Fink’s BlackRock mengelola lebih banyak uang daripada perusahaan manapun di dunia. BlackRock melihat sedikit penurunan pendapatan selama setahun terakhir karena investor bergerak lebih ke arah investasi berbasis indeks berbiaya rendah, namun perusahaan tersebut terus mengungguli S&P 500 sejak krisis keuangan. Selama tahun lalu, Fink secara terbuka mengkritik fokus pasar pada hasil jangka pendek. Fink sering menjadi panggilan telepon pertama untuk pemerintah dan bisnis di seluruh dunia dengan pertanyaan, dengan klien dan mitra masa lalu dan sekarang termasuk Treasury Her Majesty, Federal Reserve Bank of New York, AT & T dan Google.

Dalam interview dengan Larry Fink, Larry menjelaskan mengenai pendekatan pribadinya terhadap kepemimpinan yaitu “Saya masih belajar hari ini sama seperti saat saya belajar 36 tahun yang lalu saat memulai bisnis ini. Jadi pekerjaan kita secara global adalah tentang investasi. Dan ini tentang transfer informasi ke klien kami. Tugas kami adalah memberikan layanan manajemen risiko kepada klien. Jadi itu berarti harus saat ini. Anda harus sampai dengan kecepatan. Anda harus responsif. Sangat penting untuk berevolusi dengan dunia. Dan jika tidak, Anda akan gagal. Saat Anda melihat betapa banyak perusahaan telah gagal, mungkin mereka sangat baik dengan satu produk untuk satu saat. Tapi mereka tidak memantau evolusi produk itu atau evolusi informasi itu dan karenanya tidak beradaptasi cukup cepat dan menjadi tidak relevan - atau produk mereka menjadi tidak relevan. Bagi saya sebagai pemimpin, itu adalah salah satu pesan terpenting bagi semua orang. Jika Anda pikir Anda bukan pelajar hari ini, dan Anda tidak belajar di luar sana, maka Anda tidak akan tahu bagaimana memerintah negara ini.”

Laurence D. Fink, CEO BlackRock Inc, mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi A.S. yang tidak bersemangat dan ketidakpastian seputar kemampuan administrasi menimbulkan risiko bagi pasar. BlackRock melaporkan hasil kuartal pertama Rabu sebelumnya yang mengalahkan perkiraan analis terhadap pendapatan saat kehilangan pendapatan. Di luar AS, Fink mengatakan bahwa dia melakukan pendekatan “wait and see” terhadap Brexit karena tidak jelas apa artinya perubahan tersebut bagi Inggris.

REFERENSI

https://www.linkedin.com/in/laurencefink

https://www.bloomberg.com/news/articles/2017-04-19/blackrock-s-fink-sees-warning-signs-for-u-s-economy-brewing