Kumpulan Humor Agama

Humor agama disini adalah humor-humor yang menyentil diri kita, baik perkataan, perbuatan maupun pikiran, dengan menggunakan pendekatan humor.

####Waosan Alqur’an

Simbah : “Le, aku kok bendino krungu wong2 podo omong WA…?”

Tangi turu… WA
Karo kerjo… WA
Arep mangan… WA
Karo nyopir… WA
Karo rapat… WA
Arep sholat… WA
Bar sholat… WA
Arep turu… WA

“Jan Jane … , WA ki opo to Le…???”

Putu : “WA niku singkatan Waosan Alqur’an, mbah”

Simbah : "O…yo…yoh apik yo nek ngono… Alhamdulillah bocah saiki sholeh sholeh tenan, aku mung iso WA bar maghrib nganti isya Le…, yen iso kowe yo tambahono le anggonmu WA-an tengah wengi…

… “NGGIIH MBAAH” …

###Humor-humor dari Gus Dur

Kuli dan Kyai

Rombongan jamaah haji NU dari Tegal tiba di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah Arab Saudi. Langsung saja kuli-kuli dari Yaman berebutan untuk mengangkut barang-barang yang mereka bawa. Akibatnya, dua orang di antara kuli-kuli itu terlibat percekcokan serius dalam bahasa Arab.

Melihat itu, rombongan jamaah haji tersebut spontan merubung mereka, sambil berucap: Amin, Amin, Amin!

Gus Dur yang sedang berada di bandara itu menghampiri mereka: “Lho kenapa Anda berkerumun di sini?”

"Mereka terlihat sangat fasih berdoa, apalagi pakai serban, mereka itu pasti kyai.”


Pikiran porno

Dalam suatu kesempatan Gus Dur mengeluarkan sebuah pernyataan yang sebenarnya tidak dimaksudkan untuk menghina. Namun dengan itu bagian dari upaya Gus Dur menyampaikan joke.”Alquran itu kita suci yang paling porno. Ya kan bener, di dalamnya ada kalimat menyusui. Berarti mengeluarkan tetek. Ya udah, cabul kan?”

Mungkin dengan hanya kalimat guyonan itu sebagian masih ada yang merasa diresahkan. Masa sih ulama yang terkenal wali kaya gitu? Maka, di lain waktu Gus Dur mengulangi penjelasannya dengan memilih bahasa yang lebih sopan.

“Maksudnya, itu ayat jadi porno kalau yang baca lagi punya pikiran yang ngeres. Kalau nggak, ya udah. Berarti beres.”

Masih nggak puas. Karenanya pertanyaan berikutnya segera menyusul. “Tapi Gus, Alquran kan bahasanya sopan?”

“Betul, juga bahasa di luar Alquran banyak yang sopan. Tapi, waktu teman saya naik bus, lihat orang lagi bunting. Terus dia mbatin kenapa bisa bunting? Mendadak ‘barangnya’ (alat kelaminnya) berdiri gara-gara pikirannya itu,” jawab Gus Dur.


Nama Anak Islami

Di sebuah pasar seorang ibu-ibu sedang mengobrol tentang nama anak-anaknya.

Ibu 1 : Nama anak saya islami sekali lohh bu, nurul jannah artinya cahaya surga

Ibu 2 : Anak aku juga islami kok…

Ibu 1 : TONI…??? itu mahh kebarat-baratan atuhh ibu…

Ibu 2 : Ehh, jangan salah, toni itu hanya panggilan saja, nama lengkapnya adalah A’uzubillahiminassayi TONI rojimm…


Wanita Beriman Dan Seorang Ateis

Ada seorang wanita tua yang terkenal karena iman dan kepercayaan dirinya dalam berbicara tentang hal itu. Dia akan berdiri di depan rumahnya dan mengatakan “Alhamdulilah” untuk semua orang yang lewat.

Sebelah dia hidup seorang ateis yang begitu marah akan kata wanita tua itu, dan dia berteriak, “Tidak ada Tuhan !!”

Pada suatu kali tiba masa yang sulit bagi wanita tua itu, dan dia berdoa untuk Allah mengirim dia bantuan. Dia berdoa dengan suara keras dalam doa malam nya, “Ya Allah! Saya membutuhkan makanan!! Saya mengalami masa yang sulit, Tuhan, tolong Tuhan, kirimi saya makanan!!”

Ateis mendengarnya, dan memutuskan untuk memainkan lelucon pada wantia tua itu. Keesokan paginya wanita pergi keluar di teras dan melihat tas besar berisi bahan makanan dan berteriak, “Alhamdulilah!”

Tetangga ateis melompat dari balik semak dan berkata, “Aha! Aku bilang tidak ada Tuhan. Aku membeli mereka bahan makanan, Tuhan tidak.”

Wanita itu mulai melompat-lompat dan bertepuk tangan dan berkata, “Alhamdulilah Wa Syukurillah! Dia tidak hanya mengirim saya bahan makanan, tapi ia membuat setan membayar untuk bahan makanan ini!”


Tidak Pernah Menolak Poligami

Ustadzah : "Saya tidak pernah menolak hukum poligami."
Jamaah : "Wah, ustadzah hebat!"
Ustadzah : "Saya tidak pernah melarang para suami untuk menikah lagi."
Jamaah : "Wah, ustadzah benar-benar berkelas."
Ustadzah : "Yang penting…"
Jemaah : "Yang penting adil kan ustadzah?"
Ustadzah : "Bukan!!! Yang penting… bukan suami saya…"
Jemaah : “???”

Source: https://www.ketawa.com/2013/07/9097-tidak-pernah-menolak-poligami.html